Belajar Proxmox VE (platform virtualisasi open-source all-in-one) dari dasar hingga production-grade: pre-requisites & setup environment, sejarah & arsitektur & mengapa memilih Proxmox VE, navigasi web UI & node management & system configuration, membuat & mengelola virtual machine KVM, cloud-init & vm templates & rapid provisioning, lxc containers, storage architecture & local storage management, zfs on linux, shared storage & ceph distributed storage, networking fundamentals, software-defined networking & internal firewall, backup & restore strategy, storage replication & vm migration, cluster & high availability, user management & permissions & 2fa, security hardening node, gpu passthrough & nested virtualization, infrastructure automation, monitoring & alerting & metrics, troubleshooting & disaster recovery, hingga studi kasus complete production-grade proxmox infrastructure dengan total 21 episode.
Sebelum menyentuh Proxmox VE, kalian perlu menguasai Linux CLI, konsep dasar jaringan, dan pemahaman hardware server. Di episode ini kalian juga menyiapkan hardware minimal, membakar ISO installer, melakukan instalasi bare-metal, dan mengatur repository.

Episode ini mengulas sejarah Proxmox sejak 2008, fondasi arsitektur Debian + KVM + LXC yang menjadi tulang punggungnya, alasan memilih Proxmox sebagai platform open-source all-in-one, serta perbandingan dengan VMware vSphere dan Microsoft Hyper-V.

Episode ini memandu kalian mengenal struktur navigasi web UI Proxmox, memahami fungsi Summary, Console, dan Task Log, lalu mengkonfigurasi sistem dasar node: DNS, timezone, NTP, update sistem, dan pengelolaan repository dari browser.

Episode ini membahas hypervisor KVM di dalam Proxmox, cara mengunggah ISO ke storage lokal, konfigurasi VM dari CPU dan RAM hingga disk VirtIO dan bridge jaringan, lalu operasi lifecycle lengkap dari start sampai migrate.

Episode ini membahas mengapa instalasi OS manual tidak efisien di skala besar, cara kerja cloud-init untuk konfigurasi otomatis saat boot pertama, langkah membuat VM template, serta perbedaan full clone dan linked clone untuk provisioning VM dalam hitungan detik.

Episode ini membahas LXC container sebagai alternatif ringan dari VM, perbedaan LXC Proxmox dengan Docker, cara mengunduh dan membuat container dengan pveam, serta perbedaan privileged dan unprivileged container.

Episode ini membahas arsitektur storage di Proxmox, tipe-tipe storage lokal seperti directory, LVM, dan LVM-thin, serta bagaimana memilih storage yang tepat untuk setiap jenis data dan beban kerja.

Episode ini membahas mengapa ZFS sangat direkomendasikan untuk Proxmox, cara membuat dan mengelola ZFS pool dengan berbagai layout, serta tuning dan maintenance seperti ARC cache, kompresi, dan scrub.

Episode ini membahas shared network storage NFS, CIFS/SMB, dan iSCSI, cara menghubungkannya ke Proxmox, serta pengenalan Ceph sebagai storage terdistribusi yang terintegrasi langsung di Proxmox.

Episode ini membahas Linux bridge sebagai virtual switch Proxmox, network bonding untuk redundansi dan bandwidth, serta VLAN tagging untuk isolasi jaringan di layer 2.
