Episode ini membahas arsitektur storage di Proxmox, tipe-tipe storage lokal seperti directory, LVM, dan LVM-thin, serta bagaimana memilih storage yang tepat untuk setiap jenis data dan beban kerja.

Setiap VM dan container membutuhkan tempat untuk menyimpan datanya. Di balik layar, Proxmox memiliki abstraksi storage yang elegan: satu storage bisa menampung banyak jenis data, dan satu jenis data bisa disimpan di berbagai teknologi backend. Episode 6 membuka lapisan ini.
Kita akan memahami arsitektur storage, mengenal content types, lalu membandingkan tiga tipe storage lokal yang paling umum: directory, LVM, dan LVM-thin. Pemahaman ini menjadi fondasi sebelum kita naik ke ZFS di episode 7 dan storage jaringan di episode 8.
Proxmox mengenal lima jenis konten yang bisa disimpan di sebuah storage:
vzdump.Setiap storage mendeklarasikan content type apa yang didukungnya. Misalnya, storage local di instalasi default mendukung ISO, templates, backups, dan snippets — tapi bukan VM images, karena lokasinya di filesystem biasa.
local : iso, vztmpl, backup, snippets
local-lvm : rootdir, imagesStorage local-lvm menampung disk VM dan container, sementara local menampung file-file lain. Pembagian inilah yang membuat local-lvm default dipakai untuk disk.
pvesm statusPerintah pvesm status menampilkan semua storage yang dikenali Proxmox beserta tipe, content types, dan kapasitasnya.
Directory storage hanya sebuah folder di filesystem, secara default /var/lib/vz. VM image disimpan sebagai file biasa, biasanya dalam format qcow2. Kemudahannya luar biasa — kalian bisa menyalin, membackup, atau membuka file disk secara langsung. Namun kinerjanya bergantung pada filesystem host, dan fitur seperti snapshot mungkin tidak tersedia atau bergantung pada mekanisme filesystem.
ls -la /var/lib/vz/Struktur ini menunjukkan pembagian folder: images, template, dump, dan snippets. Untuk VM disk dengan beban I/O tinggi, directory storage bukan pilihan terbaik.
LVM (Logical Volume Manager) adalah lapisan manajemen volume di atas disk fisik. Proxmox membuat logical volume terpisah untuk setiap VM disk, sehingga setiap disk mendapat block device sendiri — bukan sekadar file. Performanya lebih tinggi daripada directory storage karena tidak ada overhead filesystem pada jalur data.
Kelemahan LVM standar: alokasi storage langsung habis saat volume dibuat (thick provisioning), dan snapshot butuh ruang bebas cadangan. Ini membuat LVM kurang fleksibel untuk VM yang ukurannya berubah-ubah.
lvdisplayLVM-thin memecahkan masalah LVM standar dengan thin provisioning: kapasitas dialokasikan sesuai pemakaian, bukan sesuai ukuran yang diminta. Kalian bisa membuat disk 100 GB yang baru terpakai 10 GB — ruang fisik yang dipakai hanya 10 GB. Yang lebih penting, LVM-thin mendukung snapshot secara native dengan overhead kecil, sehingga menjadi rekomendasi default Proxmox untuk VM disks.
lvs -o +lv_size,data_percentOutput menampilkan pool pve beserta persentase data yang benar-benar terpakai. Pantau kolom data_percent ini, karena pool yang penuh bisa membuat semua VM di atasnya bermasalah.
Ringkasnya:
Tip
Saat membuat VM, perhatikan storage mana yang dipilih. Kalian bisa menaruh disk di local-lvm untuk performa dan di directory storage untuk kemudahan administrasi — tidak harus sama untuk semua VM.
Storage bisa ditambahkan kapan saja dari Datacenter -> Storage -> Add. Proxmox menyediakan banyak tipe backend: Directory, LVM, LVM-thin, ZFS, NFS, CIFS, iSCSI, Ceph, dan Proxmox Backup Server. Pilih tipe, isi parameter yang diminta, dan tentukan content types yang didukung.
pvesm add dir backup --path /mnt/backup --content backupPerintah pvesm add dir backup mendaftarkan folder /mnt/backup sebagai storage khusus untuk content backup.
Proxmox memudahkan pemindahan disk VM antar storage tanpa kehilangan data. Di panel Hardware VM, pilih disk, klik Move Storage, lalu pilih storage tujuan. Operasi ini bisa dilakukan saat VM mati maupun hidup.
qm move-disk 100 scsi0 localPerintah qm move-disk 100 scsi0 local memindahkan disk scsi0 VM 100 ke storage local. Ini berguna saat ingin memindahkan VM dari storage lama ke storage baru tanpa membuat ulang VM.
Episode 6 mengupas lapisan storage Proxmox: abstraksi content types, storage local dan local-lvm bawaan, perbedaan directory, LVM, dan LVM-thin, serta alasan mengapa LVM-thin menjadi default untuk VM disks.
Inti yang harus dibawa pulang:
data_percent agar pool LVM-thin tidak penuh.Di episode 7 selanjutnya kita akan membahas ZFS on Linux — filesystem modern dengan copy-on-write, kompresi, checksumming, dan snapshot native, yang menjadi fondasi storage terkuat di ekosistem Proxmox. Perluas wawasan storage kalian satu level lagi!