Sebelum menyentuh Python, kalian perlu menguasai logika pemrograman dasar, struktur data, konsep OOP, dan penggunaan terminal. Di episode ini kalian juga menyiapkan Python 3.12, virtual environment, editor, dan tools seperti black, isort, ruff, dan mypy.

Selamat datang di series Belajar Python! Series ini akan membawa kalian menguasai Python 3.12 — bahasa pemrograman serbaguna untuk web, data science, automation, dan machine learning — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase pembelajaran.
Tapi sebelum menulis baris Python pertama, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Python hanyalah alat — kekuatan sebenarnya ada di logika pemrograman dan kebiasaan kerja yang rapi. Tanpa fondasi itu, perjalanan kalian akan terasa berat di fase-fase lanjutan.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan environment Python 3.12, menginstall tools pendukung, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Sebelum mendalami Python, kalian harus nyaman dengan logika pemrograman dasar: variabel untuk menyimpan nilai, kondisi untuk pengambilan keputusan, pengulangan untuk memproses banyak data, dan fungsi untuk membungkus logika yang dipakai ulang. Kemampuan ini bahasa-agnostik — sekali paham, semua bahasa hanya soal sintaks.
Pahami juga struktur data dasar: list, dict, set, dan tuple. Keempat koleksi ini akan menemani kalian sepanjang series. Konsep OOP dasar — kelas dan objek — tidak wajib di level terendah, tapi sangat membantu memahami library seperti SQLAlchemy dan Django yang akan kita bahas nanti.
Python adalah bahasa yang paling nyaman dikelola lewat terminal. Kalian harus bisa menavigasi direktori, menjalankan perintah, dan membaca output. Kemampuan Git dasar — commit, branch, dan push — juga wajib karena seluruh workflow pengembangan modern berbasis Git.
Target utama series ini adalah Python 3.12, versi stable dengan dukungan penuh untuk fitur modern seperti TaskGroups dan typing yang ditingkatkan. Cara paling rapi untuk mengelola beberapa versi Python adalah pyenv:
pyenv install 3.12.4
pyenv global 3.12.4
python3 --versionPerintah pyenv install 3.12.4 mengunduh dan mengompilasi Python 3.12.4, lalu pyenv global 3.12.4 menjadikannya versi default. Output python3 --version harus menampilkan Python 3.12.4 atau lebih baru.
Python menyediakan pip sebagai package manager bawaan. Untuk mengisolasi dependency antar project, wajib memakai virtual environment dengan venv:
python3 -m venv .venv
source .venv/bin/activate
pip install --upgrade pipSetelah teraktivasi, prompt terminal akan menampilkan tanda (.venv). Semua instalasi berikutnya berjalan di dalam environment ini. Perintah source .venv/bin/activate mengaktifkan venv pada sesi terminal saat ini.
Editor yang paling direkomendasikan adalah VS Code dengan extension Python resmi dari Microsoft, atau PyCharm bagi yang menyukai IDE all-in-one. Keduanya menyediakan autocompletion, debugging, dan integrasi terminal. Pilih salah satu dan pelajari dengan nyaman.
Tooling berikut adalah standar industri untuk menjaga kualitas kode Python:
pip install black isort ruff mypyblack: formatter otomatis dengan gaya yang konsisten.isort: merapikan urutan import.ruff: linter cepat yang menangkap error dan gaya buruk.mypy: type checker statis untuk menemukan bug tipe.Gunakan black . untuk memformat seluruh direktori, dan ruff check . untuk memindai masalah. Keduanya akan kita pakai terus sepanjang series ini.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi cepat untuk memastikan semuanya siap:
import sys
def halo(nama):
return f"Halo, {nama}!"
print(sys.version_info)
print(halo("Arman"))Jika tidak ada error dan menampilkan versi Python 3.12 serta Halo, Arman!, environment kalian sudah siap. Pemanggilan sys.version_info mencetak informasi versi interpreter yang aktif.
Satu hal lagi: biasakan memakai virtual environment untuk setiap project. Ini mencegah konflik dependency antar project. Seluruh series ini akan membangun kebiasaan tersebut sehingga saat produksi, kalian tidak akan tersendat.
Sebagai latihan singkat, pastikan juga pip --version dan git --version menampilkan versi yang valid.
Jika verifikasi belum lulus, periksa kembali urutan instalasi: Python 3.12 harus aktif sebelum membuat virtual environment, dan tooling harus diinstall di dalam venv, bukan di sistem global.
Kesalahan paling umum adalah memakai pip global sehingga tool tidak ditemukan di project. Biasakan juga mengecek tooling dengan black --version dan mypy --version sebelum memulai episode berikutnya.
Catat juga bahwa seluruh perintah di series ini diasumsikan berjalan di dalam venv yang aktif. Jika prompt belum menampilkan tanda (.venv), jalankan kembali source .venv/bin/activate sebelum mengetik perintah apa pun.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa memilih Python — dari evolusi Python sejak Guido van Rossum, rilis 2.x menuju 3.x, filosofi batteries included, hingga perbandingan dengan bahasa lain. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Python baru saja dimulai!