Belajar Quarkus (framework Java cloud-native untuk microservices dan native image) dari dasar hingga production-ready: pre-requisites & setup environment, sejarah & latar belakang, konsep dasar & arsitektur utama, memulai aplikasi pertama, dependency injection & CDI, RESTEasy & REST API, database & persistence, validasi & request handling, configuration & profiles, observability & health, transaction & persistence advanced, batch jobs & scheduling, keamanan dasar & auth, OAuth2/OIDC & JWT, secure microservices & API gateway, reactive programming & Vert.x, native image & startup optimization, testing & quality assurance, architecture & design patterns, tooling modern & build automation, cloud-native deployment, CI/CD & GitOps, observability & production support, hingga stable modern features & future trends dengan total 24 episode.
Sebelum menyentuh Quarkus, kalian perlu menguasai Java dan OOP, konsep dependency injection, dasar HTTP dan REST, serta kebiasaan menggunakan CLI, Git, dan Docker. Di episode ini kalian juga menyiapkan JDK, IDE, Quarkus CLI, Maven, dan Docker, lalu memverifikasi seluruh instalasi.

Episode ini mengupas mengapa Quarkus lahir: masalah startup lambat dan memory besar aplikasi Java, evolusi dari Jakarta EE klasik menjadi framework cloud-native, perbandingannya dengan Spring Boot, serta posisi Quarkus 3.x di ekosistem modern.

Episode ini membedah arsitektur Quarkus dari dalam: build-time augmentation, live coding dan Dev UI, model extension yang extensible, cara kerja GraalVM native dan JIT, serta alur lifecycle aplikasi dan CDI container.

Episode praktik pertama: membuat project Quarkus dengan CLI, Maven, atau Gradle, memahami struktur src/main/java dan src/main/resources, menjalankan dev mode dengan live reload, serta mengelola konfigurasi dasar dan dependency.

Episode ini membahas CDI di Quarkus secara menyeluruh: annotation @Inject dan scope bean, producer dan qualifier, alternative bean, lifecycle bean, serta penggunaan interceptor untuk memisahkan concern lintas aplikasi.

Episode ini membangun REST API dengan RESTEasy Reactive: mapping request @GET, @POST, @PUT, @DELETE dan @Path, binding body dan response object, hingga error handling dengan custom exception mapper.

Episode ini menghubungkan Quarkus ke database: Hibernate ORM dan Panache, mapping entity, repository pattern, konfigurasi datasource dan connection pooling, serta database in-memory H2 untuk mode development.

Episode ini membahas Jakarta Bean Validation di Quarkus: @Valid dan constraint annotations, validasi payload, request dan response filter, interceptor, serta exception translation untuk respons error yang konsisten.

Episode ini membahas konfigurasi Quarkus: application.properties dan application.yaml, profile spesifik environment, externalized config dari environment variable dan secrets, hingga best practice manajemen konfigurasi untuk produksi.

Episode ini membahas observability di Quarkus: SmallRye Health untuk liveness dan readiness probes, SmallRye Metrics dan Micrometer, konfigurasi logging dan structured logging, serta pembuatan custom health checks.
