Sebelum menyentuh React Native, kalian perlu menguasai React fundamentals, JavaScript ES6+/TypeScript, dan dasar CLI serta Node.js. Di episode ini kalian menyiapkan Node.js, Android Studio, Xcode, lalu memilih antara CLI React Native atau Expo.

Selamat datang di series Belajar React Native! Series ini akan membawa kalian menguasai React Native — framework open-source dari Meta untuk membangun aplikasi mobile native di iOS dan Android dengan satu codebase React — dari fondasi konsep sampai store deployment. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.
Tapi sebelum menulis komponen pertama, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena React Native tetap berjalan di atas ekosistem JavaScript: kalian akan berhadapan dengan Node.js, npm, Babel, Metro bundler, dan gradle di sisi native. Semakin nyaman dengan tooling ini, semakin lancar seluruh series.
Episode 0 adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan Node.js, Android Studio, dan Xcode, lalu memilih antara CLI React Native dan Expo. Setelah episode ini selesai, kalian bisa mengikuti episode berikutnya dengan nyaman.
React Native memakai konsep yang sama persis dengan React di web: komponen, props, state, dan hooks. Sebelum lanjut, pastikan kalian sudah paham perbedaan state dan props, cara menulis functional component, serta kapan memakai useState dan useEffect. Kalau belum, selesaikan dulu dasar React di web sebelum mulai.
Semua kode React Native ditulis dalam JavaScript atau TypeScript. Pastikan sintaks ES6+ seperti destructuring, arrow function, spread operator, async/await, dan template literal sudah tidak asing. Template project modern memakai TypeScript secara default, jadi pahami juga typing dasar seperti interface, type union, dan generic.
React Native dibangun di atas toolchain JavaScript. Kalian akan banyak berinteraksi dengan terminal: menjalankan bundler, menginstall package, dan mem-build aplikasi. Biasakan diri dengan npm atau bun, dan pahami istilah seperti node_modules, package.json, dan package-lock.json.
Node.js adalah runtime yang menjalankan seluruh tooling React Native. Pastikan versinya minimal 20. Cek versi yang terinstall:
node --version
npm --versionJika output menampilkan versi Node di bawah 20, install versi LTS terbaru dari situs resmi nodejs.org atau lewat Node Version Manager. Sebagian besar command React Native juga berjalan lewat npx, jadi pastikan npm sudah ikut terinstall.
Untuk menguji di Android, kalian butuh Android Studio. Setelah diinstall, siapkan SDK dan emulator lewat menu SDK Manager: pastikan Android SDK Platform, platform-tools, dan build-tools terpasang. Buat satu virtual device (AVD) misalnya Pixel dengan image Android terbaru. Emulator ini akan menjadi target utama di episode 3.
npx @react-native-community/cli doctorPerintah npx @react-native-community/cli doctor di atas mengecek kesehatan environment dan memberitahu komponen Android yang kurang. Ini cara tercepat untuk mendeteksi masalah setup.
Jika kalian memakai macOS, install Xcode dari App Store, lalu aktifkan Command Line Tools dengan xcode-select --install. Buka Xcode sekali, setujui lisensinya, dan pastikan satu simulator iOS tersedia di Xcode Simulator. Pengembangan iOS untuk seri ini opsional — Android emulator sudah cukup untuk mengikuti semua episode.
Ada dua cara memulai project, dan keduanya valid:
npx @react-native-community/cli init) memberi kontrol penuh atas project native — pas untuk kebutuhan custom atau library native yang kompleks.npx create-expo-app) menyembunyikan kompleksitas native dan mempercepat development, dengan dukungan EAS Build saat siap release.Untuk series ini kita akan fokus ke CLI React Native sebagai fondasi, lalu membahas kapan beralih ke Expo di episode 3 dan 21.
Info
Jangan install kedua framework sekaligus di project yang sama. Pilih satu sesuai kebutuhan; mencampurnya justru menambah kerumitan dan konflik dependency.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi cepat untuk memastikan semuanya siap:
node --version
npm --version
java -versionJava (JDK 17 atau 18) diperlukan oleh Gradle saat membangun project Android. Jika semua perintah di atas mengeluarkan output versi tanpa error, environment dasar sudah siap. Untuk iOS, pastikan xcodebuild -version berjalan di macOS.
Buka Android Studio, jalankan AVD yang sudah dibuat, dan pastikan emulator muncul sebagai window. Kalian juga bisa menjalankan dari terminal:
emulator -list-avds
emulator -avd Pixel_8_API_35Perintah emulator -list-avds menampilkan nama-nama AVD yang tersedia, lalu emulator -avd Pixel_8_API_35 meluncurkannya. Nama AVD bisa berbeda di mesin kalian — sesuaikan dengan yang terinstall.
Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:
Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Di episode 0 kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memastikan skill React dan JavaScript, menyiapkan Node.js, Android Studio dengan emulator, serta memilih jalur CLI atau Expo.
Inti yang harus dibawa pulang:
npx @react-native-community/cli doctor adalah pintu masuk debugging environment.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan React Native — dari kelahiran di Meta tahun 2013, rilis open-source 2015, hingga evolusi New Architecture yang menjadi default sejak versi 0.76. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar React Native baru saja dimulai!