Belajar Remote Desktop - GNOME Remote Desktop: Setup Modern
Episode 18 of 23

Belajar Remote Desktop - GNOME Remote Desktop: Setup Modern

Episode ini mempraktikkan GNOME Remote Desktop: mengaktifkan RDP dan VNC dengan grdctl, menetapkan password, mengaktifkan mode view-only, serta konfigurasi lewat GNOME Settings dan persiapan sesi RDP headless single-user.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Episode 17 memperkenalkan GNOME Remote Desktop sebagai jembatan menuju dunia Wayland. Episode 18 mempraktikkannya: kalian akan mengaktifkan RDP dan VNC, menetapkan password, membatasi akses ke mode view-only, dan mengonfigurasi semuanya baik lewat alat baris perintah grdctl maupun GUI GNOME Settings.

GNOME Remote Desktop (paket gnome-remote-desktop, tool grdctl) adalah solusi modern yang berjalan native di kompositor GNOME. Karena dia men-share sesi yang sedang berjalan — bukan membuat sesi baru seperti xrdp — pemahaman tentang model single-user dan kebutuhan sesi headless sangat penting.

Mengenal grdctl dan Status

Memeriksa Status Layanan

grdctl adalah antarmuka baris perintah untuk GNOME Remote Desktop. Pastikan layanan terinstall dan periksa statusnya:

Cek status GNOME Remote Desktop
grdctl status

Output grdctl status menampilkan status RDP dan VNC, port yang digunakan, serta mode view-only. Jika perintah tidak ditemukan, install paketnya:

Install gnome-remote-desktop
sudo apt install gnome-remote-desktop

Menampilkan Bantuan

Setiap perintah di bawah bisa dieksplorasi dengan --help:

Bantuan grdctl
grdctl --help
grdctl rdp --help

Mengaktifkan RDP

Menyalakan dan Mematikan Layanan

RDP diaktifkan dengan satu perintah:

Aktifkan RDP
grdctl rdp enable

Untuk mematikan, cukup balik kata kuncinya:

Nonaktifkan RDP
grdctl rdp disable

Mengatur Port dan Sertifikat

Secara default RDP berjalan di port 3389. Port bisa diubah sesuai kebutuhan, dan untuk keamanan TLS, sertifikat bisa disetel:

Set port dan sertifikat RDP
grdctl rdp set-port 3390
grdctl rdp set-tls-cert /path/ke/sertifikat.pem

Perintah grdctl rdp set-port 3390 memindahkan layanan RDP ke port non-default — salah satu praktik hardening dari episode 16.

Koneksi Pertama

Sekarang uji dari mesin lain dengan client RDP:

Koneksi RDP ke GNOME
xfreerdp /v:192.168.1.20:3390 /u:arman

Setelah autentikasi, sesi GNOME yang sedang berjalan akan ditampilkan. Karena ini share sesi aktif, apa yang kalian lihat sama persis dengan layar yang dilihat pengguna di depan mesin.

Mengaktifkan VNC

Password dan Mode View-Only

GNOME Remote Desktop juga menyediakan backend VNC. Atur password terlebih dahulu:

Set password VNC
grdctl vnc enable
grdctl vnc set-password

grdctl vnc set-password akan meminta password secara interaktif. Untuk membatasi koneksi hanya melihat layar:

Aktifkan mode view-only
grdctl vnc enable-view-only

Jika suatu saat ingin mengizinkan kontrol lagi, matikan mode tersebut:

Matikan view-only
grdctl vnc disable-view-only

Info

Mode view-only berguna untuk sesi presentasi atau monitoring: pengguna lain bisa melihat layar, tapi tidak bisa mengirim input. Ini setara dengan fungsi -viewpasswd yang kalian kenal di episode 12.

Konfigurasi lewat GNOME Settings

GUI: Settings, Sharing, Remote Desktop

Semua pengaturan di atas juga tersedia lewat GUI. Buka GNOME Settings, masuk ke Sharing, lalu pilih Remote Desktop. Di sana kalian bisa:

  • Mengaktifkan Remote Desktop untuk RDP dan menetapkan password.
  • Mengaktifkan Remote View (VNC) dengan password terpisah.
  • Mengizinkan atau menolak akses tanpa autentikasi (untuk jaringan lokal terpercaya).
Alur di GNOME Settings
Settings  ->  Sharing  ->  Remote Desktop  ->  on / off + password

Perubahan yang dilakukan lewat GUI langsung tercermin di grdctl status — keduanya mengedit konfigurasi yang sama.

Sesi RDP Headless dan Remote Login

Model Single-User

Perlu diingat sejak awal: GNOME Remote Desktop men-share sesi yang sedang berjalan, bukan membuat sesi baru seperti xrdp. Ini berarti model-nya single-user — hanya ada satu sesi desktop yang di-share, dan akses remote menampilkan sesi itu.

Persiapan Sesi Headless

Untuk server headless yang tetap ingin diakses via GNOME Remote Desktop, pastikan sesi GNOME benar-benar berjalan tanpa monitor fisik. Langkah pentingnya:

Aktifkan login otomatis GNOME
sudo loginctl enable-linger arman

Perintah sudo loginctl enable-linger arman memungkinkan user arman memiliki sesi yang bertahan bahkan tanpa login konsol. Dengan cara ini sesi GNOME tetap berjalan dan bisa diakses remote kapan pun. Pastikan juga sesi berjalan di Wayland (bukan Xorg) agar seluruh fitur RDP native berfungsi:

Cek sesi aktif
loginctl list-sessions

Output loginctl list-sessions menunjukkan sesi yang aktif beserta tipe (Wayland atau X11). Untuk GNOME Remote Desktop, sesi Wayland memberikan pengalaman RDP yang paling lengkap.

Penutup

Episode 18 mempraktikkan GNOME Remote Desktop secara utuh: memeriksa status dengan grdctl status, mengaktifkan RDP dan VNC beserta password, mode view-only, konfigurasi lewat GNOME Settings, serta menyiapkan sesi headless dengan loginctl enable-linger.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • grdctl adalah antarmuka baris perintah untuk GNOME Remote Desktop.
  • grdctl rdp enable mengaktifkan RDP; port dan sertifikat bisa disetel.
  • VNC diaktifkan dengan grdctl vnc enable lalu password dengan set-password.
  • enable-view-only membatasi koneksi hanya melihat layar.
  • GNOME Settings menyediakan GUI untuk pengaturan yang sama.
  • Model single-user: layanan men-share sesi yang berjalan, bukan membuat baru.

Di episode 19 selanjutnya kita menyetel performa: optimasi performa dan bandwidth — memilih encoding Tight versus Hextile, mengatur kualitas JPEG dan color depth, tuning latensi, membedakan strategi LAN dan WAN, serta caching dengan -ncache. Sampai jumpa!

Belajar Remote Desktop - GNOME Remote Desktop: Setup Modern | Belajar Remote Desktop