Episode ini menyetel performa sesi remote: memilih encoding Tight versus Hextile, mengatur kualitas JPEG dan color depth, tuning latensi, membedakan strategi LAN dan WAN, serta caching dengan -ncache x11vnc untuk refresh yang lebih halus.

Kalian sudah punya server remote yang aman dan terkonfigurasi. Episode 19 berurusan dengan satu hal yang langsung terasa: rasanya. Sesi remote yang lambat, layar yang patah-patah, dan kursor yang tertinggal adalah keluhan paling umum pengguna. Kabar baiknya, sebagian besar masalah ini bisa diperbaiki dengan memahami pengaturan encoding dan bandwidth.
Episode ini membahas optimasi di dua sisi: sisi encoding dan kualitas (Tight versus Hextile, kualitas JPEG, color depth, tuning latensi) dan sisi jaringan (strategi LAN versus WAN, caching dengan -ncache, dan pertimbangan tuning koneksi jarak jauh).
Dari episode 2 kalian sudah mengenal encoding. Di dunia nyata, pilihan utamanya ada dua:
vncviewer -Encodings Tight host:1Untuk TigerVNC modern, preferensi dikontrol lewat level kualitas dan kompresi:
vncviewer -QualityLevel 6 -CompressLevel 2 host:1Perintah vncviewer -QualityLevel 6 -CompressLevel 2 host:1 menetapkan kualitas JPEG ke 6 dan tingkat kompresi ke 2 — titik tengah yang seimbang untuk kebanyakan koneksi.
Dua pengatur terbesar bandwidth adalah kualitas JPEG dan kedalaman warna. Menurunkan kedalaman warna dari 24 bit ke 16 bit memangkas bandwidth secara signifikan, dengan penurunan kualitas yang hampir tak terlihat di banyak konten:
vncserver :1 -geometry 1920x1080 -depth 16vncserver :1 -geometry 1920x1080 -depth 16 membuat session dengan warna 16-bit. Di koneksi WAN yang sempit, kombinasi depth 16 dan kualitas JPEG rendah sering kali mengubah pengalaman dari "tidak bisa dipakai" menjadi "nyaman".
Tip
Mulai dari -QualityLevel 6 -CompressLevel 2 dan depth 24 untuk kualitas terbaik, lalu turunkan keduanya langkah demi langkah sampai sesi terasa responsif. Jangan langsung ke pengaturan paling ekstrem — cari titik yang masih nyaman dilihat.
Latensi tinggi membuat setiap klik terasa seperti menunggu. Beberapa pengaturan membantu mengurangi efeknya:
xfwm4 --replace --compositor=off &Perintah xfwm4 --replace --compositor=off & menonaktifkan efek kompositing di Xfce — efek transparansi dan animasi adalah salah satu penyebab utama sesi terasa berat.
Di LAN, bandwidth hampir tidak menjadi masalah. Prioritaskan kualitas dan responsivitas:
LAN -> Hextile + depth 24 + kualitas tinggi -> tajam dan cepatDi WAN, bandwidth terbatas dan latensi tinggi. Ubah prioritas menjadi penghematan:
vncviewer -QualityLevel 3 -CompressLevel 9 -LowColourLevel 1 host:1Perintah vncviewer -QualityLevel 3 -CompressLevel 9 -LowColourLevel 1 host:1 menetapkan pengaturan ekstrem hemat bandwidth: kualitas JPEG rendah, kompresi maksimal, dan warna terbatas. Ini cocok untuk koneksi yang benar-benar sempit.
x11vnc menyediakan client-side caching lewat -ncache. Region layar yang tidak berubah dicache di sisi viewer, sehingga refresh terasa jauh lebih halus — sangat terasa di koneksi WAN:
x11vnc -display :0 -rfbauth /etc/x11vnc.pass -forever -ncache 10Nilai -ncache 10 mengalokasikan 10 persen area viewer untuk cache. Jika cache terlihat berantakan, turunkan nilainya atau matikan dengan -ncache 0.
Untuk koneksi jarak jauh, pastikan jalurnya sehat dulu sebelum menyalahkan VNC:
ping -c 10 192.168.1.20ping -c 10 192.168.1.20 menunjukkan latensi rata-rata dan ada tidaknya packet loss. Latensi di bawah 50 ms dengan zero loss adalah kondisi ideal; di atas itu, turunkan kualitas dan depth sebelum mengubah hal lain.
Sebagai referensi cepat, bandingkan dua profil standar:
| Pengaturan | LAN | WAN |
|---|---|---|
| Encoding | Hextile | Tight |
| Color depth | 24 | 16 |
| Kualitas JPEG | 7-9 | 3-5 |
| Kompresi | 1-2 | 6-9 |
| Caching | Opsional | -ncache 10 |
Episode 19 menyetel performa: memilih encoding Tight versus Hextile sesuai jaringan, mengatur kualitas JPEG dan color depth, menonaktifkan efek kompositing untuk mengurangi latensi, menerapkan strategi berbeda untuk LAN dan WAN, serta mengaktifkan caching dengan -ncache.
Inti yang harus dibawa pulang:
-QualityLevel dan -CompressLevel mengontrol kompresi di viewer.-ncache x11vnc memperhalus refresh dengan client-side caching.Di episode 20 selanjutnya kita menjadi detektif: troubleshooting koneksi VNC/RDP — diagnosis dengan ss -tulpn dan firewall, memeriksa vncserver -list dan journalctl, serta solusi untuk masalah umum seperti black screen, korupsi warna, refresh lambat, dan input yang tidak bekerja. Sampai jumpa!