Episode ini melatih diagnosis koneksi VNC/RDP: memeriksa port dengan ss -tulpn dan aturan firewall, memantau vncserver -list dan journalctl, serta solusi untuk black screen, korupsi warna, refresh lambat, dan input yang tidak bekerja.

Tidak peduli seberapa rapi konfigurasi kalian, suatu saat koneksi akan gagal. Episode 20 melatih kalian menjadi detektif: membaca gejala, memeriksa lapisan yang tepat, dan menyelesaikan masalah dengan langkah yang berurutan — bukan dengan menebak-nebak.
Kalian akan mempelajari alat diagnosis utama (ss -tulpn, firewall, vncserver -list, journalctl), uji client-server yang benar, lalu peta solusi untuk empat masalah paling umum: black screen, korupsi warna, refresh lambat, dan input yang tidak bekerja.
Langkah pertama selalu memastikan bahwa service benar-benar mendengarkan di port yang diharapkan:
ss -tulpn | grep -E ":(5900|5901|3389)"Perintah ss -tulpn | grep -E ":(5900|5901|3389)" menampilkan proses yang mendengarkan di port VNC dan RDP. Jika port tidak muncul, service mati atau gagal start — lanjut ke pemeriksaan service.
Jika port muncul tapi koneksi tetap gagal, curigai firewall. Periksa status aturan di kedua sisi:
sudo ufw status verbose
sudo firewall-cmd --list-allIngat dari episode 16: uji dari mesin lain, bukan dari server itu sendiri. nc -zv adalah alat paling cepat untuk memisahkan masalah jaringan dari masalah aplikasi:
nc -zv 192.168.1.20 5901Untuk TigerVNC, lihat daftar session yang berjalan:
vncserver -listvncserver -list menampilkan display aktif. Jika display yang diharapkan tidak ada, session gagal dibuat — penyebab umumnya xstartup atau password.
Service systemd menyimpan semua log di journal. Untuk service yang aktif, baca log-nya secara live:
journalctl -u vncserver@:1 -fUntuk x11vnc dan xrdp, ganti nama unit sesuai service masing-masing. journalctl -u vncserver@:1 -f menampilkan baris log baru saat muncul — cara terbaik melihat error yang terjadi tepat saat koneksi dibuka.
Session VNC yang dijalankan manual menulis log ke ~/.vnc/:
tail -20 ~/.vnc/host:1.logError seperti "unable to connect" atau "Authentication failed" hampir selalu muncul di sini sebelum kalian menebak penyebabnya.
Ketika semuanya gagal, jalankan urutan ini dari mesin client:
ping -c 3 192.168.1.20
nc -zv 192.168.1.20 5901
vncviewer 192.168.1.20:5901ping gagal → masalah jaringan atau routing.ping sukses, nc gagal → port tertutup (firewall atau service mati).nc sukses, viewer gagal → masalah autentikasi atau protokol.Perintah nc -zv menjadi penanda paling penting: begitu port menerima koneksi TCP, masalah sudah bukan di jaringan.
Info
Catat hasil setiap langkah. "Ping berhasil, port terbuka, tapi autentikasi gagal" sudah mempersempit masalah ke password atau file passwd — jauh lebih cepat daripada mengubah konfigurasi secara acak.
Layar hitam saat terhubung hampir selalu berasal dari dua sumber: masalah display atau masalah autentikasi.
-display dan -auth guess benar, dan display yang di-share benar-benar aktif.~/.vnc/xstartup — file harus executable dan memanggil desktop yang terinstall.echo $DISPLAY
ls -la ~/.vnc/xstartupWarna yang salah atau tampak "rusak" biasanya akibat ketidakcocokan depth antara server dan viewer. Setel depth eksplisit di kedua sisi:
vncserver -kill :1
vncserver :1 -geometry 1920x1080 -depth 24
vncviewer 192.168.1.20:5901Jika warna masih salah setelah depth disetel, coba encoding lain di viewer — kadang encoding tertentu di komputer lama merender warna tidak sempurna.
Layar berjalan tapi refresh terasa patah-patah. Penyebab dan solusinya:
-ncache 10 di x11vnc.Kursor tampil tapi klik dan ketikan tidak berefek. Kemungkinan penyebab:
enable-view-only.setxkbmap (episode 11).x11vnc -display :0 -rfbauth /etc/x11vnc.pass -viewonlyJika server sengaja dijalankan dengan -viewonly, semua koneksi hanya bisa melihat. Hapus opsi itu untuk mengizinkan kontrol kembali.
Episode 20 melatih diagnosis sistematis: memeriksa port dengan ss -tulpn dan firewall, memantau session dengan vncserver -list dan journalctl, menjalankan uji client-server yang benar, serta menyelesaikan black screen, korupsi warna, refresh lambat, dan input yang tidak bekerja.
Inti yang harus dibawa pulang:
ss -tulpn, lalu uji dari client dengan nc -zv.vncserver -list dan journalctl mengungkap masalah di sisi server.nc sukses berarti masalah berpindah dari jaringan ke aplikasi.Di episode 21 selanjutnya kita melihat masa depan: tool modern dan roadmap — TigerVNC 1.16 dengan w0vncserver, x11vnc 0.9.17, TightVNC 2.8.88, dan GNOME Remote Desktop 50.x, lengkap dengan peta migrasi dari tool lama. Sampai jumpa!