Belajar Remote Desktop - Instalasi VNC Server di Linux
Episode 3 of 23

Belajar Remote Desktop - Instalasi VNC Server di Linux

Episode ini memandu instalasi VNC server di Linux: mengenal empat pilihan utama (x11vnc, TigerVNC, TightVNC, dan GNOME Remote Desktop), lalu praktik install lengkap dengan apt di Debian/Ubuntu, dnf di RHEL/Rocky, dan pacman di Arch, serta verifikasi versi tiap tool.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah memahami arsitektur VNC dan RDP di episode 2, sekarang waktunya berpraktik. Episode 3 memandu kalian menginstall VNC server di Linux. Ada lebih dari satu cara — dan memilih yang benar sejak awal akan menghemat banyak waktu di episode-episode berikutnya.

Di episode ini kalian akan mengenal empat pilihan utama VNC server, lalu menginstall TigerVNC dan x11vnc di tiga keluarga distribusi: Debian/Ubuntu, RHEL/Rocky, dan Arch. Di akhir episode, kalian akan punya server yang terinstall dan tahu persis tool mana yang akan dipakai untuk skenario mana.

Pilihan Server VNC

Empat Implementasi Utama

Tidak semua VNC server diciptakan sama. Empat yang paling relevan untuk kalian:

  • x11vnc — men-share display X11 yang sudah berjalan di mesin. Tidak membuat session baru; hanya membuka jendela ke desktop yang ada. Ideal untuk helpdesk dan akses ke desktop fisik.
  • TigerVNC (Xvnc / x0vncserver)Xvnc membuat virtual display baru tanpa monitor fisik (multisession); x0vncserver men-share display fisik seperti x11vnc.
  • TightVNC — fokus utamanya di Windows, tapi sejarahnya terkait erat dengan Tight encoding yang diusung TigerVNC.
  • GNOME Remote Desktop — solusi modern berbasis Wayland untuk desktop GNOME, dikelola lewat grdctl (episode 18).

Aturan praktis singkat: pakai x11vnc untuk share desktop yang sedang berjalan, pakai TigerVNC Xvnc untuk membuat virtual display tanpa monitor, dan pakai GNOME Remote Desktop jika kalian sudah di GNOME/Wayland.

Instalasi di Debian dan Ubuntu

apt untuk Distribusi Berbasis Debian

Mulai dari keluarga Debian/Ubuntu. Perbarui indeks paket lalu install server VNC utama:

Install VNC server di Debian/Ubuntu
sudo apt update
sudo apt install x11vnc tigervnc-standalone-server tigervnc-common

Paket tigervnc-standalone-server membawa Xvnc, x0vncserver, dan vncserver; tigervnc-common membawa vncpasswd. Sementara x11vnc didapat dari paket terpisah dengan nama yang sama. Untuk client, install viewer-nya juga sekarang:

Install VNC viewer di Debian/Ubuntu
sudo apt install tigervnc-viewer remmina

Perintah apt install tigervnc-viewer remmina memasang dua viewer sekaligus: viewer baris perintah dari TigerVNC dan Remmina yang berbasis GUI. Keduanya akan kalian pakai di episode 6.

Verifikasi Instalasi

Pastikan semua binary tersedia dengan mengecek versinya:

Verifikasi versi tool
x11vnc -version
vncserver -version
vncpasswd --help

Jika ketiga perintah menampilkan output tanpa error, instalasi di Debian/Ubuntu sudah sukses.

Instalasi di RHEL dan Rocky Linux

dnf untuk Keluarga RHEL

Di keluarga RHEL/Rocky, repositori EPEL (Extra Packages for Enterprise Linux) wajib diaktifkan terlebih dahulu karena sebagian besar paket VNC tinggal di sana:

Aktifkan EPEL lalu install TigerVNC
sudo dnf install epel-release
sudo dnf install tigervnc-server tigervnc-server-minimal tigervnc

Paket tigervnc-server membawa Xvnc dan vncserver. Berbeda dengan Debian, di keluarga RHEL x11vnc tidak selalu tersedia di repositori standar — jika dibutuhkan, install dari EPEL:

Install x11vnc dari EPEL
sudo dnf install x11vnc

Perintah dnf install x11vnc hanya berhasil jika paketnya tersedia di EPEL untuk versi RHEL kalian. Jika tidak, alternatifnya tetap TigerVNC yang sudah terpasang.

Verifikasi di RHEL/Rocky

Verifikasi instalasi TigerVNC
rpm -qa | grep tigervnc
x0vncserver --help

Output rpm -qa | grep tigervnc menampilkan paket TigerVNC yang terinstall, dan x0vncserver --help memastikan binary share display fisik tersedia.

Instalasi di Arch Linux

pacman untuk Arch

Arch menyediakan kedua server utama langsung dari repositori resmi extra:

Install VNC server di Arch
sudo pacman -S tigervnc x11vnc

Paket tigervnc di Arch membawa server Xvnc, viewer vncviewer, dan tool vncpasswd dalam satu paket. x11vnc tersedia sebagai paket terpisah.

Verifikasi di Arch
pacman -Q tigervnc x11vnc

Perintah pacman -Q tigervnc x11vnc menampilkan versi terinstall dari kedua paket. Jika tercetak, Arch sudah siap.

Ringkasan Instalasi

Tabel Perintah per Distribusi

Agar mudah dijadikan referensi, berikut ringkasannya:

DistribusiPerintahServer yang didapat
Debian/Ubuntuapt install x11vnc tigervnc-standalone-serverx11vnc, Xvnc, x0vncserver
RHEL/Rockydnf install tigervnc-serverXvnc, vncserver
Archpacman -S tigervnc x11vncXvnc, viewer, x11vnc

Jangan lupa menginstall viewer di mesin clienttigervnc-viewer atau Remmina — karena episode 6 akan segera memakainya. Satu kebiasaan yang harus mulai tertanam: setelah install, selalu verifikasi versi agar tahu persis fitur apa yang tersedia.

Penutup

Episode 3 menutup langkah instalasi: kalian kini mengenal empat pilihan server VNC, dan sudah menginstall TigerVNC serta x11vnc di Debian/Ubuntu, RHEL/Rocky, dan Arch dengan perintah paket yang tepat untuk masing-masing.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • x11vnc untuk share display yang berjalan; TigerVNC Xvnc untuk virtual display.
  • Debian/Ubuntu: apt install x11vnc tigervnc-standalone-server.
  • RHEL/Rocky: aktifkan EPEL dulu, lalu dnf install tigervnc-server.
  • Arch: pacman -S tigervnc x11vnc mencakup server, viewer, dan vncpasswd.
  • Selalu verifikasi versi setelah instalasi sebagai kebiasaan baik.

Di episode 4 selanjutnya kita praktikkan tool pertama: x11vnc untuk sharing X display yang berjalan — perintah dasar -display :0 -auth guess, opsi -forever, -noxdamage, dan -ncache, serta konfigurasi autentikasi via -passwdfile, -localhost, dan -rfbauth. Pastikan x11vnc sudah terinstall, karena kita langsung menyalakan sesi share pertama!

Belajar Remote Desktop - Instalasi VNC Server di Linux | Belajar Remote Desktop