Episode ini membahas sisi client: mengenal TigerVNC Viewer, Remmina, Vinagre, dan RealVNC, memahami format host:display versus host:port, membuat koneksi pertama ke server VNC, serta diagnosis langkah demi langkah saat koneksi gagal.

Dua episode terakhir berfokus pada server: x11vnc dan TigerVNC sekarang berjalan di mesin kalian. Episode 6 menggeser sudut pandang ke sisi client. Server yang hebat tidak ada artinya tanpa viewer yang bisa terhubung — dan sebagian besar kegagalan remote desktop justru terjadi di tahap koneksi pertama.
Episode ini mengenalkan kalian pada viewer utama (TigerVNC Viewer, Remmina, Vinagre, RealVNC), menjelaskan format alamat host:display versus host:port yang sering membingungkan pemula, lalu memandu kalian membuat koneksi pertama dan mendiagnosis kegagalan secara sistematis.
Setiap viewer punya karakter masing-masing. Yang perlu kalian kuasai minimal dua:
vncviewer) — viewer baris perintah yang ringan, tersedia di semua platform, dan sangat cocok untuk skrip serta tunnel. Fokus episode ini.Instal viewer yang belum tersedia:
sudo apt install tigervnc-viewer remmina vinagrePerintah apt install tigervnc-viewer remmina vinagre memasang tiga viewer sekaligus sehingga kalian bisa mencoba masing-masing dan memilih favorit.
Kebingungan nomor satu untuk pemula adalah dua cara menulis alamat VNC. Keduanya sah dan menunjuk tempat yang sama:
host:1 — server akan mengalikan dengan rumus 5900 + display, jadi menunjuk ke port 5901.host:5901 — langsung menunjuk port yang eksplisit.server:1 == server:5901
192.168.1.20:2 == 192.168.1.20:5902Rumusnya sederhana: port sama dengan 5900 ditambah nomor display. Jika server memakai display :1, alamat bisa ditulis host:1 atau host:5901 — keduanya identik.
Sekarang mari terhubung ke server yang sudah kalian buat di episode 5:
vncviewer localhost:1Perintah vncviewer localhost:1 menghubungkan ke server VNC di localhost display :1. Kalian akan diminta password (yang dibuat vncpasswd), lalu desktop Xfce atau KDE yang dikonfigurasi di xstartup akan tampil.
Untuk server di mesin lain, ganti localhost dengan alamat IP-nya:
vncviewer 192.168.1.10:5901Perintah vncviewer 192.168.1.10:5901 terhubung ke IP 192.168.1.10 di port 5901. Ganti sesuai alamat server kalian — dan pastikan firewall server mengizinkan port tersebut masuk (episode 0 dan 12).
Saat koneksi gagal, jangan menebak. Lakukan pemeriksaan berurutan dari sisi jaringan ke sisi server:
ping -c 3 192.168.1.10
nc -zv 192.168.1.10 5901Jika ping gagal, masalahnya di jaringan. Jika ping sukses tapi nc -zv gagal, berarti port tidak terbuka — cek server VNC dan firewall. Perintah nc -zv memberi tahu apakah port menerima koneksi TCP, sebelum kalian repot memeriksa password.
Berikut peta kesalahan yang paling sering muncul:
vncserver -list di server.vncpasswd.ss -tulpn dan aturan firewall.~/.vnc/.vncserver -list
ss -tulpn | grep 590vncserver -list menampilkan session yang aktif; ss -tulpn | grep 590 memastikan port-nya benar-benar mendengarkan. Dua perintah ini menjawab 80 persen pertanyaan "kenapa gak bisa connect".
Tip
Uji koneksi dulu dengan nc -zv sebelum membuka viewer. Satu perintah saja memisahkan masalah jaringan dari masalah autentikasi — dan menghemat puluhan menit troubleshooting.
Episode 6 menyelesaikan jembatan pertama antara server dan client: kalian mengenal empat viewer utama, memahami format alamat host:display dan host:port yang setara, membuat koneksi pertama ke display :1, serta melakukan diagnosis berurutan saat koneksi gagal.
Inti yang harus dibawa pulang:
host:display dan host:port setara: :1 berarti port 5901.vncviewer localhost:1 untuk uji lokal; ganti dengan IP untuk jarak jauh.nc -zv memisahkan masalah jaringan dari masalah autentikasi.~/.vnc/xstartup.Di episode 7 selanjutnya kita naik level ke konfigurasi dan customization VNC — menyiapkan ~/.vnc/xstartup untuk GNOME, Xfce, dan KDE, mengatur geometry serta depth, menjalankan beberapa server sekaligus dengan user dan display terpisah, dan menutup session dengan vncserver -kill. Sampai jumpa di episode berikutnya!