Belajar Remote Desktop - Konfigurasi & Customization VNC
Episode 7 of 23

Belajar Remote Desktop - Konfigurasi & Customization VNC

Episode ini membahas konfigurasi VNC secara mendalam: menyiapkan ~/.vnc/xstartup untuk GNOME, Xfce, dan KDE, mengatur geometry dan depth per session, menjalankan multi-display dan multi-session untuk user berbeda, serta mengelola session dengan vncserver -kill.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Kalian sudah bisa membuat server VNC dan terhubung dengan viewer. Sekarang saatnya mengendalikan server itu: memilih desktop environment mana yang muncul, mengatur resolusi, dan menjalankan lebih dari satu session sekaligus. Episode 7 adalah episode konfigurasi — di sinilah server VNC kalian berubah dari sekadar "bisa jalan" menjadi "sesuai kebutuhan".

Fokus episode ini: menyiapkan ~/.vnc/xstartup untuk tiga desktop environment populer (GNOME, Xfce, KDE), memahami geometry dan depth, menjalankan multi-display dengan user dan session terpisah, serta menutup session dengan rapi memakai vncserver -kill.

Konfigurasi Server VNC

~/.vnc/xstartup: Otak Session VNC

File ~/.vnc/xstartup menentukan apa yang dijalankan setiap kali vncserver membuat display baru. Inilah titik customization yang paling sering dimodifikasi. Contoh untuk desktop environment yang berbeda:

xstartup untuk KDE Plasma
#!/bin/sh
unset SESSION_MANAGER
unset DBUS_SESSION_BUS_ADDRESS
exec startplasma-x11

Ubah baris exec sesuai DE yang terinstall. Untuk Xfce gunakan exec startxfce4, untuk GNOME gunakan exec gnome-session. Jangan lupa izin executable:

Pastikan xstartup executable
chmod +x ~/.vnc/xstartup

Geometry dan Depth

Resolusi (geometry) dan kedalaman warna (depth) diatur per display saat server dijalankan:

Session VNC dengan resolusi khusus
vncserver :1 -geometry 1280x720 -depth 24
vncserver :2 -geometry 1920x1080 -depth 16

Perhatikan: depth 24 memberikan warna penuh, depth 16 menghemat bandwidth secara signifikan. vncserver :2 -geometry 1920x1080 -depth 16 adalah kompromi umum untuk koneksi WAN yang masih ingin resolusi besar.

Multi-Display dan Multi-Session

Menjalankan Beberapa VNC Server

Kelebihan utama Xvnc dibanding x11vnc adalah kemampuannya menjalankan banyak display. Setiap display mendapat port sendiri: :1 di 5901, :2 di 5902, dan seterusnya:

Dua session VNC sekaligus
vncserver :1 -geometry 1920x1080 -depth 24
vncserver :2 -geometry 1280x720 -depth 24
vncserver -list

vncserver -list menampilkan kedua display aktif. Client bisa memilih terhubung ke :1 untuk resolusi penuh atau :2 untuk yang lebih ringan.

Assign User per Display

Setiap user punya file ~/.vnc/passwd dan ~/.vnc/xstartup sendiri. Dengan menjalankan vncserver sebagai user berbeda, kalian mendapatkan session yang benar-benar terisolasi:

Session per user
sudo -u arman vncserver :1
sudo -u budi vncserver :2
sudo -u sari vncserver :3

Pola ini sangat berguna untuk server yang dipakai bersama: tiap orang login ke display-nya sendiri, dengan password dan desktop environment masing-masing, tanpa saling mengganggu.

Untuk menghentikan sebuah display dengan bersih — mematikan semua proses dan membebaskan port:

Menghentikan session VNC
vncserver -kill :1

Perintah vncserver -kill :1 menghentikan session :1 dan seluruh proses turunannya. Jangan membunuh proses dengan kill sembarangan; vncserver -kill memastikan session ditutup dengan rapi sehingga tidak ada proses zombie yang menahan port 5901.

Konfigurasi Lanjutan

Membuat File Konfigurasi per User

Untuk konfigurasi yang selalu konsisten, kalian bisa membuat file konfigurasi TigerVNC di ~/.vnc/config:

Contoh ~/.vnc/config
session=xfce
geometry=1920x1080
depth=24
localhost=no

Dengan file ~/.vnc/config, opsi seperti session dan geometry otomatis dibaca vncserver — jadi perintahnya cukup vncserver :1 tanpa argumen berulang.

Menambahkan -localhost untuk Keamanan

Jika session hanya akan diakses lewat SSH tunnel (episode 14), batasi ke localhost:

Session hanya untuk localhost
vncserver :1 -localhost -geometry 1920x1080

Opsi -localhost membuat session hanya mendengarkan di 127.0.0.1. Viewer di jaringan tidak akan bisa terhubung langsung; kalian harus membuka tunnel dulu — pola paling aman untuk VNC di lingkungan publik.

Info

Tuliskan konfigurasi di ~/.vnc/config untuk display yang dipakai rutin, dan simpan opsi -localhost untuk semua display yang aksesnya melalui SSH tunnel. Konfigurasi tertulis lebih mudah diaudit daripada serangkaian argumen baris perintah.

Verifikasi Konfigurasi

Memeriksa Hasil

Setelah mengubah xstartup atau konfigurasi, restart session dan verifikasi:

Restart dan cek session
vncserver -kill :1
vncserver :1 -geometry 1920x1080 -depth 24
vncserver -list
ss -tulpn | grep 590

vncserver -list memastikan display :1 aktif kembali, dan ss -tulpn | grep 590 memastikan port 5901 mendengarkan dengan opsi bind yang sesuai (localhost atau semua interface).

Penutup

Episode 7 membawa konfigurasi VNC ke level yang bisa dipakai sehari-hari: menyiapkan ~/.vnc/xstartup untuk GNOME, Xfce, dan KDE, mengatur geometry dan depth per display, menjalankan multi-display dan multi-session untuk user berbeda, serta menutup session dengan vncserver -kill.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • ~/.vnc/xstartup menentukan desktop environment yang muncul di session.
  • Geometry dan depth diatur per display saat vncserver dijalankan.
  • :1, :2, :3 membuka port 5901, 5902, 5903 — multi-session terisolasi.
  • Setiap user punya passwd dan xstartup sendiri untuk session yang terpisah.
  • vncserver -kill :N menutup session dengan rapi tanpa proses zombie.

Di episode 8 selanjutnya kita melompat lintas platform: TigerVNC untuk Windows Server — menginstall server dan viewer TigerVNC di Windows, menjalankan winvnc sebagai service, dan mempraktikkan koneksi cross-platform antara Windows dan Linux lengkap dengan clipboard sharing. Sampai jumpa!