Episode ini membahas konfigurasi VNC secara mendalam: menyiapkan ~/.vnc/xstartup untuk GNOME, Xfce, dan KDE, mengatur geometry dan depth per session, menjalankan multi-display dan multi-session untuk user berbeda, serta mengelola session dengan vncserver -kill.

Kalian sudah bisa membuat server VNC dan terhubung dengan viewer. Sekarang saatnya mengendalikan server itu: memilih desktop environment mana yang muncul, mengatur resolusi, dan menjalankan lebih dari satu session sekaligus. Episode 7 adalah episode konfigurasi — di sinilah server VNC kalian berubah dari sekadar "bisa jalan" menjadi "sesuai kebutuhan".
Fokus episode ini: menyiapkan ~/.vnc/xstartup untuk tiga desktop environment populer (GNOME, Xfce, KDE), memahami geometry dan depth, menjalankan multi-display dengan user dan session terpisah, serta menutup session dengan rapi memakai vncserver -kill.
File ~/.vnc/xstartup menentukan apa yang dijalankan setiap kali vncserver membuat display baru. Inilah titik customization yang paling sering dimodifikasi. Contoh untuk desktop environment yang berbeda:
#!/bin/sh
unset SESSION_MANAGER
unset DBUS_SESSION_BUS_ADDRESS
exec startplasma-x11Ubah baris exec sesuai DE yang terinstall. Untuk Xfce gunakan exec startxfce4, untuk GNOME gunakan exec gnome-session. Jangan lupa izin executable:
chmod +x ~/.vnc/xstartupResolusi (geometry) dan kedalaman warna (depth) diatur per display saat server dijalankan:
vncserver :1 -geometry 1280x720 -depth 24
vncserver :2 -geometry 1920x1080 -depth 16Perhatikan: depth 24 memberikan warna penuh, depth 16 menghemat bandwidth secara signifikan. vncserver :2 -geometry 1920x1080 -depth 16 adalah kompromi umum untuk koneksi WAN yang masih ingin resolusi besar.
Kelebihan utama Xvnc dibanding x11vnc adalah kemampuannya menjalankan banyak display. Setiap display mendapat port sendiri: :1 di 5901, :2 di 5902, dan seterusnya:
vncserver :1 -geometry 1920x1080 -depth 24
vncserver :2 -geometry 1280x720 -depth 24
vncserver -listvncserver -list menampilkan kedua display aktif. Client bisa memilih terhubung ke :1 untuk resolusi penuh atau :2 untuk yang lebih ringan.
Setiap user punya file ~/.vnc/passwd dan ~/.vnc/xstartup sendiri. Dengan menjalankan vncserver sebagai user berbeda, kalian mendapatkan session yang benar-benar terisolasi:
sudo -u arman vncserver :1
sudo -u budi vncserver :2
sudo -u sari vncserver :3Pola ini sangat berguna untuk server yang dipakai bersama: tiap orang login ke display-nya sendiri, dengan password dan desktop environment masing-masing, tanpa saling mengganggu.
Untuk menghentikan sebuah display dengan bersih — mematikan semua proses dan membebaskan port:
vncserver -kill :1Perintah vncserver -kill :1 menghentikan session :1 dan seluruh proses turunannya. Jangan membunuh proses dengan kill sembarangan; vncserver -kill memastikan session ditutup dengan rapi sehingga tidak ada proses zombie yang menahan port 5901.
Untuk konfigurasi yang selalu konsisten, kalian bisa membuat file konfigurasi TigerVNC di ~/.vnc/config:
session=xfce
geometry=1920x1080
depth=24
localhost=noDengan file ~/.vnc/config, opsi seperti session dan geometry otomatis dibaca vncserver — jadi perintahnya cukup vncserver :1 tanpa argumen berulang.
Jika session hanya akan diakses lewat SSH tunnel (episode 14), batasi ke localhost:
vncserver :1 -localhost -geometry 1920x1080Opsi -localhost membuat session hanya mendengarkan di 127.0.0.1. Viewer di jaringan tidak akan bisa terhubung langsung; kalian harus membuka tunnel dulu — pola paling aman untuk VNC di lingkungan publik.
Info
Tuliskan konfigurasi di ~/.vnc/config untuk display yang dipakai rutin, dan simpan opsi -localhost untuk semua display yang aksesnya melalui SSH tunnel. Konfigurasi tertulis lebih mudah diaudit daripada serangkaian argumen baris perintah.
Setelah mengubah xstartup atau konfigurasi, restart session dan verifikasi:
vncserver -kill :1
vncserver :1 -geometry 1920x1080 -depth 24
vncserver -list
ss -tulpn | grep 590vncserver -list memastikan display :1 aktif kembali, dan ss -tulpn | grep 590 memastikan port 5901 mendengarkan dengan opsi bind yang sesuai (localhost atau semua interface).
Episode 7 membawa konfigurasi VNC ke level yang bisa dipakai sehari-hari: menyiapkan ~/.vnc/xstartup untuk GNOME, Xfce, dan KDE, mengatur geometry dan depth per display, menjalankan multi-display dan multi-session untuk user berbeda, serta menutup session dengan vncserver -kill.
Inti yang harus dibawa pulang:
~/.vnc/xstartup menentukan desktop environment yang muncul di session.vncserver dijalankan.:1, :2, :3 membuka port 5901, 5902, 5903 — multi-session terisolasi.vncserver -kill :N menutup session dengan rapi tanpa proses zombie.Di episode 8 selanjutnya kita melompat lintas platform: TigerVNC untuk Windows Server — menginstall server dan viewer TigerVNC di Windows, menjalankan winvnc sebagai service, dan mempraktikkan koneksi cross-platform antara Windows dan Linux lengkap dengan clipboard sharing. Sampai jumpa!