Episode ini membahas TightVNC: implementasi yang berfokus pada Windows dengan keunggulan Tight encoding, konfigurasi via GUI, dan fitur file transfer. Diakhiri praktik menginstall TightVNC Server di Windows dan menghubungkannya dari TigerVNC atau Remmina.

Sejauh ini kalian sudah praktik dengan TigerVNC baik di Linux maupun Windows. Episode 9 memperkenalkan satu implementasi lagi yang sangat populer di ekosistem Windows: TightVNC. Dia lahir dari keluarga VNC yang sama, tapi dengan fokus berbeda — optimasi bandwidth lewat Tight encoding dan kemudahan penggunaan melalui antarmuka grafis.
TightVNC menarik untuk dipelajari karena tiga hal: dia membawa warisan Tight encoding yang efisien di bandwidth rendah, menyediakan server dan viewer Windows yang dikonfigurasi penuh lewat GUI, dan menawarkan fitur file transfer bawaan yang tidak dimiliki TigerVNC. Di akhir episode, kalian akan menginstall TightVNC Server di Windows, menetapkan password, dan menghubungkannya dari viewer TigerVNC atau Remmina.
TightVNC adalah proyek yang dimulai pada awal 2000-an dengan tujuan membuat VNC yang lebih hemat bandwidth. Implementasi aslinya berjalan lintas platform, tapi rilis modern 2.8.x berfokus hampir seluruhnya di Windows — server (tvnserver.exe) dan viewer (vncviewer.exe) dirancang untuk lingkungan yang didominasi Windows.
Karena fokusnya itu, TightVNC sering menjadi pilihan di organisasi yang semua workstation-nya Windows dan belum mau pindah ke solusi enterprise. Dia ringan, tidak butuh akun vendor, dan kompatibel dengan viewer VNC lain karena berbicara protokol RFB standar.
Nama "Tight" bukan sekadar merek — dia merujuk pada Tight encoding, mekanisme kompresi yang menjadi ciri khasnya. Saat layar dikirim, area berisi teks dan antarmuka datar dikompresi dengan zlib, sementara area berisi foto dan gradasi memakai JPEG. Hasilnya, bandwidth yang dibutuhkan jauh lebih kecil dibanding encoding generik:
teks -> zlib -> hemat bandwidth
foto -> jpeg -> tetap tajamKarena efisien, Tight encoding juga diadopsi oleh banyak implementasi lain — termasuk TigerVNC yang sudah kalian kenal di episode 5.
Berbeda dengan x11vnc atau TigerVNC yang sebagian besar diatur lewat argumen baris perintah, TightVNC Server di Windows diatur lewat panel konfigurasi grafis. Di panel inilah kalian menetapkan password, menentukan port, memilih apakah koneksi bisa mengendalikan layar atau hanya melihat, dan mengatur perilaku saat user logout.
Administration -> New password
Extra Ports -> port tambahan 5901, 5902
View-only -> koneksi tanpa kontrol mouse/keyboard
Service -> start / stop lewat Windows serviceUnduh installer dari situs resmi tightvnc.com, pilih versi 2.8.x untuk Windows, lalu jalankan installer. Saat wizard meminta komponen, pastikan server dan viewer tercentang:
TightVNC Server -> install (tvnserver.exe)
TightVNC Viewer -> install (vncviewer.exe)Setelah instalasi selesai, kalian akan diminta menetapkan password untuk server. Masukkan password yang cukup kuat — ingat keterbatasan VNC password klasik yang akan kita bedah di episode 12 — lalu selesaikan wizard.
TightVNC Server mendaftarkan dirinya sebagai Windows service bernama tvnserver. Pastikan statusnya berjalan dan diatur agar otomatis start saat boot:
Get-Service tvnserver
Start-Service tvnserver
Set-Service tvnserver -StartupType AutomaticPerintah Start-Service tvnserver memulai service server, dan Set-Service -StartupType Automatic membuatnya otomatis berjalan. Verifikasi port yang dibuka:
netstat -ano | findstr :5900Jika netstat -ano | findstr :5900 menampilkan baris dengan status LISTENING di port 5900, TightVNC Server siap menerima koneksi.
Kekuatan protokol RFB adalah kompatibilitas antar implementasi. TightVNC Server bisa diakses dari viewer yang sama sekali berbeda vendor. Dari Linux, gunakan viewer TigerVNC yang sudah terinstall:
vncviewer 192.168.1.30:5900Ganti 192.168.1.30 dengan alamat IP mesin Windows. Perintah vncviewer 192.168.1.30:5900 akan meminta password yang tadi diset di panel TightVNC, lalu menampilkan desktop Windows.
Untuk penggunaan harian, Remmina lebih nyaman karena profilnya bisa disimpan. Buat profil baru dengan mengisi:
192.168.1.30:5900.VNC + 192.168.1.30:5900 -> Simpan -> ConnectFitur unik TightVNC Viewer Windows adalah file transfer bawaan. Dengan koneksi aktif, klik ikon folder di toolbar viewer lalu pilih arah transfer:
toolbar -> Transfer files -> Local <-> Remote -> pilih fileFitur ini hanya tersedia di sisi Windows dan memakai extension protokol TightVNC. Untuk server Linux, kalian tetap memakai scp atau rsync yang akan kita bahas di episode 11.
Info
File transfer TightVNC memakai extension protokol yang tidak didukung semua viewer. Jika transfer gagal dari viewer non-TightVNC, ini perilaku normal — bukan tanda server rusak.
Secara ringkas, posisi TightVNC di antara saudara-saudaranya:
| Aspek | TightVNC | TigerVNC | x11vnc |
|---|---|---|---|
| Fokus platform | Windows | Cross-platform | Linux (X11) |
| Konfigurasi | GUI | CLI + config file | CLI |
| File transfer | Ada (Windows) | Tidak | Tidak |
| Tight encoding | Bawaan | Didukung | Didukung |
Gunakan TightVNC jika kalian berada di lingkungan yang semuanya Windows dan menginginkan konfigurasi yang bisa diklik. Gunakan TigerVNC jika kalian butuh server Linux dan Windows sekaligus, dan x11vnc untuk men-share desktop Linux yang sedang berjalan.
Episode 9 melengkapi pengetahuan kalian tentang implementasi VNC: TightVNC dengan fokus Windows, keunggulan Tight encoding untuk hemat bandwidth, konfigurasi via GUI, praktik install TightVNC Server, dan koneksi dari viewer TigerVNC serta Remmina.
Inti yang harus dibawa pulang:
tvnserver.exe dan viewer vncviewer.exe.tvnserver dikontrol dengan PowerShell.Di episode 10 selanjutnya kita membahas autostart dan service management dengan systemd — membuat unit .service untuk x11vnc dan TigerVNC dengan User, ExecStart, Restart, dan Environment, menjalankan VNC tanpa login fisik, serta mengaktifkan service saat boot. Pastikan file ~/.vnc/xstartup kalian sudah siap!