Episode ini membawa TigerVNC ke Windows: menginstall server dan viewer di Windows, menjalankan winvnc sebagai Windows service, serta praktik koneksi cross-platform antara Windows dan Linux dengan dukungan clipboard sharing dan Unicode.

Sejauh ini server VNC kita hidup di Linux. Tapi dunia nyata tidak selalu sebersih itu — banyak organisasi punya campuran workstation Windows dan Linux. Episode 8 membawa TigerVNC ke Windows: menginstall server di Windows, menjalankannya sebagai service, lalu menghubungkannya dengan client dari Linux dan sebaliknya.
Di akhir episode ini, kalian akan bisa men-share desktop Windows ke viewer Linux, men-share desktop Linux ke viewer Windows, dan memahami hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyeberang platform — seperti clipboard sharing dan dukungan Unicode.
TigerVNC menyediakan installer Windows yang membawa server (winvnc) dan viewer (vncviewer) sekaligus. Unduh dari situs resmi TigerVNC, jalankan installer, dan pilih komponen yang diinginkan:
TigerVNC Server -> install (winvnc)
TigerVNC Viewer -> install (vncviewer)Setelah instalasi selesai, winvnc tersedia sebagai aplikasi maupun service. Berbeda dengan Linux yang semuanya lewat terminal, di Windows konfigurasi awal bisa lewat GUI.
Saat winvnc pertama kali dijalankan, kalian akan diminta menetapkan password. Password ini disimpan oleh Windows service dan dipakai untuk semua koneksi masuk:
1. Jalankan TigerVNC Server dari Start Menu
2. Buka Properties -> Authentication
3. Set Password untuk koneksi VNC
4. Simpan konfigurasiCatatan penting: winvnc secara default men-share session desktop yang sedang berjalan, mirip x11vnc di Linux. Ini berarti kalian melihat layar yang sama dengan yang dilihat orang yang duduk di depan Windows tersebut.
Agar Windows bisa diakses remote bahkan sebelum ada user yang login, winvnc harus berjalan sebagai Windows service. Saat instalasi, TigerVNC biasanya sudah mendaftarkan service bernama vncserver. Kontrolnya lewat PowerShell:
Get-Service vncserver
Start-Service vncserver
Set-Service vncserver -StartupType AutomaticPerintah Start-Service vncserver memulai service, dan Set-Service -StartupType Automatic membuatnya otomatis jalan saat Windows boot. Dengan cara ini, workstation Windows siap diakses kapan pun tanpa login fisik.
Get-Service vncserver | Select-Object Status,StartTypeJika Status menampilkan Running, server siap menerima koneksi. Untuk melihat port yang dibuka, gunakan netstat:
netstat -ano | findstr :5900Perintah netstat -ano | findstr :5900 menampilkan koneksi di port 5900 — bukti bahwa winvnc sedang mendengarkan, sebelum kalian menguji dari mesin lain.
Sekarang uji jembatan pertama: viewer Linux terhubung ke server Windows:
vncviewer 192.168.1.30:5900Ganti 192.168.1.30 dengan alamat IP mesin Windows. Viewer TigerVNC Linux akan meminta password yang barusan diset di winvnc, lalu menampilkan desktop Windows di layar Linux.
Arah sebaliknya: buka vncviewer dari Windows dan hubungkan ke server VNC Linux:
vncviewer.exe 192.168.1.20:5901vncviewer.exe Windows menerima format host:port yang sama dengan versi Linux. Ini membuktikan bahwa protokol RFB benar-benar cross-platform — viewer dan server tidak perlu sama vendor.
Tip
Untuk koneksi Windows ke Linux, pastikan server Linux mengizinkan koneksi dari jaringan (tidak memakai -localhost), atau buka tunnel SSH dulu. Di lingkungan campuran, pola "tunnel dulu, baru VNC" adalah standar yang paling aman.
Perbedaan lokalisasi sering menjadi masalah saat menyeberang platform. TigerVNC mendukung clipboard Unicode, sehingga teks dengan karakter khusus — termasuk huruf beraksen dan bahasa dengan aksara non-Latin — bisa di-copy-paste antara Windows dan Linux. Pengaturan keyboard juga bisa disinkronkan:
vncviewer -Shared -SetPrimarySelection server:1Opsi -SetPrimarySelection menghubungkan clipboard X11 dengan clipboard VNC, sehingga seleksi di Linux langsung tersedia di aplikasi Windows dan sebaliknya.
Cara tercepat menguji clipboard sharing: salin teks di Linux, tempel di Windows. Jika tidak berjalan, periksa dua hal — apakah server memakai fitur clipboard diaktifkan, dan apakah viewer memakai opsi yang benar. Untuk winvnc, pastikan opsi "Clipboard" tidak dicentang off di Properties server.
Linux -> select teks -> Windows -> paste -> berhasil?Episode 8 membuka jembatan lintas platform: menginstall server dan viewer TigerVNC di Windows, menjalankan winvnc sebagai Windows service agar workstation siap diakses bahkan sebelum login, serta mempraktikkan koneksi dua arah antara Windows dan Linux dengan dukungan clipboard dan Unicode.
Inti yang harus dibawa pulang:
winvnc men-share desktop Windows yang sedang berjalan, seperti x11vnc.Get-Service vncserver dan netstat -ano | findstr :5900 untuk verifikasi.-SetPrimarySelection.Di episode 9 selanjutnya kita membahas implementasi yang sering dipakai di Windows: TightVNC — fitur dan keunggulan — fokus TightVNC Server di Windows versi 2.8.x, keunggulan Tight encoding, fitur file transfer, serta praktik menginstall TightVNC Server dan menghubungkannya dari viewer TigerVNC atau Remmina. Sampai jumpa!