Episode ini menelusuri asal-usul Rocky Linux dari warisan CentOS, penghentian CentOS Linux oleh Red Hat, kelahiran Rocky Enterprise Software Foundation, hingga alasan mengapa komunitas enterprise memilih Rocky Linux sebagai pengganti yang 100% binary-compatible dengan RHEL.

Di episode 0 sebelumnya kalian sudah menyiapkan environment dan memastikan image Rocky Linux siap diunduh. Sekarang saatnya memahami pertanyaan yang lebih mendasar: dari mana Rocky Linux berasal, dan mengapa begitu banyak perusahaan sampai berburu pengganti CentOS pada akhir tahun 2020?
Cerita Rocky Linux tidak bisa dilepaskan dari CentOS. Lebih dari satu dekade, CentOS adalah jawaban komunitas untuk perusahaan yang ingin memakai Linux enterprise-grade tanpa membayar lisensi Red Hat. Ketika Red Hat mengumumkan perubahan arah CentOS pada Desember 2020, ribuan organisasi kehilangan fondasi sistem operasi mereka dalam semalam. Dari kekosongan itulah Rocky Linux lahir.
Episode ini akan membawa kalian menyusuri sejarah tersebut — warisan CentOS, pergantian model CentOS Stream, kelahiran Rocky Enterprise Software Foundation oleh Gregory Kurtzer, lalu masuk ke alasan teknis dan strategis mengapa Rocky Linux layak menjadi pilihan kalian.
CentOS (Community Enterprise Operating System) dirilis pertama kali pada tahun 2004. Idenya sederhana namun brilian: ambil source code RHEL yang terbuka untuk umum, build ulang, dan distribusikan secara gratis. Hasilnya adalah sistem operasi yang 100% binary-compatible dengan RHEL — aplikasi yang berjalan di RHEL berjalan persis sama di CentOS — tanpa biaya lisensi.
Selama bertahun-tahun, CentOS menjadi pilihan utama untuk server perusahaan, hosting, dan pengembangan. Banyak organisasi menjalankan produksi di CentOS dengan keyakinan bahwa upgrade ke versi berikutnya selalu datang secara berkala, layaknya RHEL yang menjadi basisnya. Komunitasnya besar, dokumentasinya melimpah, dan stabilitasnya sudah teruji di lingkungan produksi ribuan perusahaan.
Pada 8 Desember 2020, Red Hat mengumumkan bahwa CentOS Linux 8 akan dihentikan lebih awal — dari tahun 2024 menjadi 31 Desember 2021. Sebagai gantinya, Red Hat mengarahkan komunitas untuk memakai CentOS Stream, model yang berbeda secara fundamental.
cat /etc/os-releasePerubahan model inilah yang membuat perusahaan panik. CentOS Stream bukan rebuild dari RHEL yang stabil, melainkan varian rolling yang berada di depan RHEL — semacam preview kontinu dari apa yang akan masuk ke RHEL berikutnya. Bagi perusahaan yang butuh prediktabilitas dan dukungan jangka panjang, ini adalah perubahan arah yang sulit diterima.
Warning
Perbedaan kunci: RHEL dan CentOS Linux dirilis secara periodik dengan dukungan bertahun-tahun, sedangkan CentOS Stream diperbarui terus-menerus. Sistem produksi yang mengandalkan stabilitas jangka panjang tidak cocok dengan model rolling seperti itu.
Tiga minggu setelah pengumuman Red Hat, tepatnya 26 Desember 2020, Gregory Kurtzer — pendiri CentOS asli pada tahun 2004 — mengumumkan proyek baru bernama Rocky Linux. Namanya diambil dari nama rekan sesama pendiri CentOS, Rocky McGaugh, yang meninggal dunia. Proyek ini dikelola oleh Rocky Enterprise Software Foundation (RESF), sebuah organisasi komunitas yang independen dari vendor mana pun.
Misi RESF sederhana dan tegas: melanjutkan apa yang CentOS lakukan dengan benar — menyediakan rebuild RHEL yang gratis, open source, binary-compatible, dan dikendalikan oleh komunitas. Antusiasmenya luar biasa; dalam hitungan hari proyek ini mendapat pendukung besar dan akselerasi pengembangan yang signifikan.
Sosok Gregory Kurtzer bukan nama asing bagi ekosistem ini — selain mendirikan CentOS pada 2004, ia juga menciptakan warewulf dan Singularity, sehingga kredibilitasnya di dunia komputasi performa tinggi tidak perlu diragukan. Kehadirannya menjadi sinyal kuat bagi komunitas bahwa Rocky Linux ditangani oleh tangan yang sudah berpengalaman. Bagi kalian, pelajaran penting dari kepercayaan ini adalah soal tata kelola: karena RESF dikelola komunitas dan bukan vendor, keputusan arah pengembangan dibuat secara transparan, dan itulah alasan banyak perusahaan enterprise berani menempatkan Rocky Linux di produksi — mereka tidak menggantungkan nasib pada peta jalan sebuah korporasi.
Rocky Linux bergerak cepat mengejar kesetaraan dengan RHEL:
| Rilis | Tanggal | Basis RHEL |
|---|---|---|
| Rocky Linux 8.4 | Juni 2021 | RHEL 8.4 |
| Rocky Linux 9.0 | Juli 2022 | RHEL 9.0 |
| Rocky Linux 10.0 | Juni 2025 | RHEL 10.0 |
| Rocky Linux 10.2 | Mei 2026 | RHEL 10.2 |
Setiap rilis major diikuti rilis minor setiap sekitar enam bulan, dan setiap versi didukung dengan jadwal yang transparan. Konsistensi inilah yang membuat perusahaan berani menjadikan Rocky Linux fondasi infrastruktur mereka.
cat /etc/rocky-releaseJika kalian sudah menginstal Rocky Linux di episode sebelumnya, perintah ini akan menampilkan versi persis yang berjalan di sistem kalian — misalnya Rocky Linux release 10.2 (Ventus).
Nilai jual utama Rocky Linux adalah kompatibilitas binary 1:1 dengan RHEL. Paket RPM yang dibangun untuk RHEL berjalan langsung di Rocky Linux, dan aplikasi yang diuji di RHEL berperilaku identik di Rocky Linux. Ini berarti ekosistem aplikasi enterprise yang besar — dari database, middleware, hingga platform container — semuanya tersedia dan teruji tanpa modifikasi.
Bagi kalian, kompatibilitas ini berarti tidak ada vendor lock-in. Aplikasi yang berjalan di Rocky Linux bisa dipindahkan ke RHEL kapan saja (dan sebaliknya) tanpa perubahan, karena binary-nya sama. Keputusan diambil berdasarkan kebutuhan, bukan karena terjebak di satu ekosistem.
Rocky Linux gratis tanpa biaya lisensi, baik untuk pengembangan, staging, maupun produksi. Tidak ada hitungan subscription per-socket atau per-node. Pendanaannya berasal dari donasi dan sponsor, sementara arah pengembangan dipegang oleh RESF sebagai organisasi komunitas — bukan oleh vendor yang mengejar pendapatan.
dnf5 install epel-releaseDukungan komunitasnya juga ekosistem lengkap: EPEL (Extra Packages for Enterprise Linux) menyediakan ribuan paket tambahan yang tidak masuk RHEL, dan ini tersedia juga untuk Rocky Linux.
Rocky Linux mengikuti siklus hidup RHEL: sepuluh tahun dukungan penuh untuk setiap rilis major — lima tahun Full Support plus lima tahun Maintenance Support, dengan opsi ELS (Extended Lifecycle Support) di luar itu. Bagi perusahaan yang harus mematuhi regulasi dan audit, jadwal dukungan yang jelas dan panjang adalah kelegaan besar. Kalian tidak perlu meng-upgrade sistem setiap tahun karena versi "usang", melainkan memiliki jendela perencanaan yang nyaman. Jadwal ini bisa dicek kapan saja di situs referensi endoflife.date, dan akan dibahas lebih dalam di episode 21.
Secara ringkas, Rocky Linux adalah pilihan yang tepat ketika kalian membutuhkan:
Sebaliknya, jika kalian membutuhkan paket paling baru setiap saat atau model rolling release, Rocky Linux mungkin bukan pilihan terbaik — kalian akan lebih cocok dengan distro kontinu. Untuk memastikan identitas sistem yang sedang kalian kelola, biasakan memeriksa dengan cat /etc/rocky-release — perintah sederhana yang menjawab pertanyaan pertama setiap investigasi: versi apa yang sedang berjalan.
Di episode 1 ini kalian sudah memahami perjalanan historis Rocky Linux: dari kebangkitan CentOS sebagai rebuild RHEL pada 2004, kepanikan komunitas saat CentOS Linux dihentikan lebih awal pada Desember 2020, kelahiran RESF oleh Gregory Kurtzer, hingga alasan teknis dan strategis — kompatibilitas binary, gratis, komunitas-driven, dan lifecycle 10 tahun — yang membuat Rocky Linux layak menjadi fondasi infrastruktur.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 2 selanjutnya kita akan membahas konsep dasar dan arsitektur utama Rocky Linux — model rebuild dari source RHEL, komponen-komponen inti seperti kernel, systemd, SELinux, firewalld, dan Cockpit, serta repositori BaseOS dan AppStream yang menjadi tulang punggung sistem. Perjalanan menuju penguasaan Rocky Linux terus berlanjut!