Belajar Rocky Linux dari dasar hingga production-grade: pre-requisites & setup environment, sejarah & latar belakang, konsep dasar & arsitektur utama, instalasi & partisi manual/automated, package management dnf5 & rpm, repositori modules & AppStream, user group & privilege management, systemd & manajemen layanan, storage LVM & filesystems, networking & hostname, kernel boot process & modules, Cockpit & remote management, logging chrony & time sync, firewalld & nftables, SELinux & MAC, SSH hardening & remote access, TLS certificates & PKI, performance tuning & resource control, bootable container bootc & image mode, virtualisasi KVM/libvirt, containerization Podman Buildah Skopeo, Rocky 10 lifecycle & roadmap, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh Rocky Linux pertama kali, kalian perlu menguasai dasar administrasi Linux CLI, user dan permission, process, systemd, serta konsep package manager dan jaringan server. Di episode ini kalian juga menyiapkan mesin virtual atau VPS dengan spesifikasi minimum dan mengunduh image resmi Rocky Linux.

Episode ini menelusuri asal-usul Rocky Linux dari warisan CentOS, penghentian CentOS Linux oleh Red Hat, kelahiran Rocky Enterprise Software Foundation, hingga alasan mengapa komunitas enterprise memilih Rocky Linux sebagai pengganti yang 100% binary-compatible dengan RHEL.

Episode ini membedah arsitektur Rocky Linux: model rebuild dari source RHEL, kompatibilitas kernel dan ABI, serta komponen inti seperti kernel, userland GNU, dnf5, systemd, SELinux, firewalld, Cockpit, dan repositori BaseOS hingga AppStream.

Episode ini membimbing kalian melewati instalasi Rocky Linux dengan installer Anaconda — dari pilihan software set, pembuatan akun root dan user sudo, hingga layout partisi standar, LVM, dan enkripsi. Kalian juga belajar instalasi automated dengan Kickstart.

Episode ini mengupas package management Rocky Linux: perintah sehari-hari DNF5 untuk menginstal, mencari, dan memperbarui paket, struktur konfigurasi dan repositori, serta dasar RPM untuk query, verifikasi integritas, dan ekstraksi paket.

Episode ini membedah sistem repositori Rocky Linux: peran BaseOS, AppStream, CRB, Extras, dan Devel, repositori pihak ketiga seperti EPEL, serta module streams yang memungkinkan beberapa versi aplikasi berjalan berdampingan dalam satu repositori.

Episode ini membahas pengelolaan user dan group di Rocky Linux, mulai dari useradd dan file passwd-shadow-group, konfigurasi sudo dengan prinsip least privilege, hingga access control dengan permission, ACL, capabilities, dan SUID/SGID/sticky bit.

Episode ini mengupas systemd sebagai init system Rocky Linux: manajemen layanan dengan systemctl, konsep targets, pembuatan unit file service, override konfigurasi, serta pembacaan log dengan journalctl.

Episode ini membahas manajemen storage Rocky Linux: pemetaan disk dengan lsblk dan parted, pembuatan filesystem dan mount point, Logical Volume Manager dengan PV/VG/LV serta snapshot, dan filesystem modern seperti XFS, Btrfs, dan Stratis.

Episode ini membahas konfigurasi jaringan Rocky Linux dengan NetworkManager: profil koneksi IP statis dan DHCP, manajemen hostname, serta bonding, VLAN, dan bridge untuk jaringan yang lebih kompleks, lengkap dengan konsep route dan file konfigurasi.
