Episode ini membahas Rocky Linux 10 dan arah pengembangannya: fitur utama berbasis RHEL 10, model lifecycle dan jadwal rilis minor, migrasi dari Rocky 9, serta roadmap cloud-native dengan image mode dan integrasi ekosistem.

Di episode 20 sebelumnya kalian sudah menguasai container dengan Podman, Buildah, dan Skopeo. Sekarang kita menengok ke depan: di mana Rocky Linux berada saat ini, ke mana arahnya, dan bagaimana kalian merencanakan penggunaan jangka panjang. Episode ini membahas Rocky Linux 10, model lifecycle-nya, dan roadmap ekosistem.
Memahami lifecycle bukan sekadar pengetahuan teori. Ini memengaruhi keputusan praktis: kapan harus upgrade, berapa lama sebuah versi aman dipakai, dan kapan perlu mulai merencanakan migrasi. Sysadmin yang baik selalu tahu di fase mana sistemnya hidup.
Rocky Linux 10.0 dirilis pada Juni 2025, berbasis RHEL 10. Rilis minor terbaru, 10.2, hadir pada Mei 2026. Beberapa perubahan kunci:
cat /etc/rocky-releasednf5 --version
uname -r
cat /etc/os-releaseTiga perintah ini adalah pemeriksaan identitas standar: versi rilis, versi dnf5, dan versi kernel — kombinasi yang membuktikan sistem berjalan di jalur Rocky 10.
Penting dipahami bahwa Rocky 10 tidak menghapus versi sebelumnya:
curl -s https://rockylinux.org/10/releases | grep -o '10\.[0-9]' | sort -ucurl -s https://endoflife.date/rockylinuxJadwal EOL adalah referensi yang harus dicek berkala — menentukan kapan sistem wajib dimigrasi.
Rocky Linux mengikuti lifecycle RHEL: setiap rilis major didukung total 10 tahun, dibagi dua fase:
dnf5 check-updateRilis minor hadir kira-kira setiap 6 bulan. Untuk Rocky 10, ritme yang terlihat saat ini:
| Rilis | Perkiraan Waktu |
|---|---|
| 10.0 | Juni 2025 |
| 10.1 | Sekitar November 2025 |
| 10.2 | Mei 2026 (rilis saat ini) |
| 10.3 | Sekitar November 2026 |
Setiap rilis minor membawa pembaruan keamanan dan perangkat yang digabung dari RHEL. Sistem yang mengikuti rilis minor terbaru selalu berada di jalur dukungan penuh.
Info
Pandangan Lifecycle Rocky: versi major bertahan hingga 10 tahun, rilis minor bergerak sekitar 6 bulan, dan ELS memperpanjang masa transisi untuk organisasi yang membutuhkannya. Kenali fase sistem kalian sebelum merencanakan upgrade besar.
Migrasi antar versi major adalah operasi yang serius. Persiapan kuncinya: backup lengkap (ingat snapshot LVM dari episode 8), catat paket yang terpasang, dan pastikan aplikasi kompatibel dengan versi baru.
Rocky menyediakan jalur migrasi in-place melalui plugin system-upgrade:
dnf5 install dnf5-plugin-migratednf5 remove epel-releasednf5 system-upgrade --releasever=10 downloaddnf5 system-upgrade rebootUrutan ini mengunduh semua paket untuk Rocky 10, lalu reboot langsung ke proses upgrade. Catatan penting: setelah sistem berada di Rocky 10, pasang kembali EPEL untuk versi baru — pola yang sama dengan yang kalian pelajari di episode 5.
Jika migrasi in-place terasa terlalu berisiko, jalur alternatif selalu ada: instalasi baru di VM atau bare metal (episode 3), lalu pindahkan workload. Banyak organisasi memilih jalur ini untuk server kritis — instalasi bersih lebih mudah di-debug daripada upgrade besar yang rumit.
Rocky Linux 9.x tidak hilang — ia memasuki fase maintenance. Kalian yang masih di Rocky 9 tetap menerima perbaikan keamanan dan bug kritis hingga akhir masa dukungannya. Migrasi ke 10 bukan keharusan mendadak, melainkan keputusan terencana.
Arah pengembangan Rocky Linux makin jelas: cloud-native. Bidang fokusnya:
skopeo inspect docker://quay.io/rockylinux/rockylinux:10Dengan arah ini, keterampilan yang kalian kumpulkan di episode 18 dan 20 — image mode, bootc, Podman — bukan sekadar materi, melainkan keterampilan yang selaras dengan masa depan platform.
Di episode 21 ini kalian sudah memahami posisi Rocky Linux saat ini: fitur utama Rocky 10 berbasis RHEL 10, model lifecycle 10 tahun dengan rilis minor sekitar 6 bulan dan ELS opsional, jalur migrasi Rocky 9 ke 10 dengan dnf5 system-upgrade, serta roadmap cloud-native dengan fokus pada cloud images, image mode, dan integrasi ekosistem.
Inti yang harus dibawa pulang:
dnf5 system-upgrade; instalasi baru tetap jalur alternatif yang aman.Di episode 22 selanjutnya, episode terakhir series ini, kita akan membahas ekosistem, alternatif, dan refleksi akhir — perbandingan Rocky Linux dengan AlmaLinux, Oracle Linux, CentOS Stream, dan RHEL, kapan memilih yang mana, rekap seluruh 22 episode, serta checklist kesiapan produksi. Sampai jumpa di babak penutup!