Episode ini membimbing kalian melewati instalasi Rocky Linux dengan installer Anaconda — dari pilihan software set, pembuatan akun root dan user sudo, hingga layout partisi standar, LVM, dan enkripsi. Kalian juga belajar instalasi automated dengan Kickstart.

Di episode 2 sebelumnya kalian sudah memahami arsitektur Rocky Linux — lapisan kernel, userland, systemd, dan repositori. Sekarang saatnya masuk ke bagian yang paling praktis: menginstal sistem operasi itu sendiri. Instalasi adalah gerbang pertama menuju penguasaan Rocky Linux, dan di episode ini kalian akan melaluinya dua kali: secara manual dengan installer Anaconda, dan secara automated dengan Kickstart.
Banyak sysadmin menganggap instalasi sebagai formalitas yang membosankan — "boot ISO, klik next, selesai". Padahal keputusan yang diambil saat instalasi, terutama soal partisi dan layout disk, akan menentukan fleksibilitas sistem bertahun-tahun ke depan. Kalian tidak ingin menyadari di episode 8 bahwa partisi / terlalu kecil untuk LVM yang seharusnya direncanakan sejak awal.
Anaconda adalah installer yang dipakai RHEL dan turunannya, termasuk Rocky Linux. Anaconda mendukung beberapa antarmuka: graphical (mode default saat boot ISO), text-based (untuk lingkungan tanpa GUI), dan yang paling penting — Kickstart, sistem konfigurasi berbasis file yang memungkinkan instalasi sepenuhnya otomatis.
Setelah VM atau mesin kalian boot dari ISO Rocky Linux, pilih Install Rocky Linux 10.2 dari menu GRUB. Anaconda akan memandu kalian melalui beberapa layar konfigurasi.
Salah satu keputusan pertama adalah memilih software set (Base Environment) yang menentukan paket apa saja yang diinstal:
| Software Set | Cocok untuk |
|---|---|
| Minimal Install | Server tanpa GUI, titik awal yang paling bersih |
| Server with GUI | Server dengan desktop untuk administrasi visual |
| Workstation | Desktop lengkap untuk pengembangan |
| Custom Operating System | Pemilihan paket manual yang detail |
Untuk series ini, Minimal Install paling direkomendasikan. Alasan utamanya sederhana: semakin sedikit paket yang terpasang, semakin kecil permukaan serangan, dan semakin mudah memahami apa yang berjalan di sistem. Kalian selalu bisa menambahkan paket nanti dengan dnf5 di episode 4.
Setelah layout disk, Anaconda meminta kalian menetapkan password root dan membuat user reguler. Kesalahan umum pemula adalah langsung bekerja sebagai root setiap saat. Praktik yang benar adalah memakai user biasa dan naik hak akses dengan sudo saat dibutuhkan:
usermod -aG wheel armanKelompok wheel adalah kelompok admin default di Rocky Linux — anggotanya boleh menjalankan perintah dengan sudo. Detail lengkap soal user dan privilege akan dibahas di episode 6.
Saat tiba di layar Installation Destination, Anaconda menawarkan beberapa skema partisi. Pilihan ini menentukan fleksibilitas storage kalian:
Untuk server produksi, LVM dengan enkripsi adalah kombinasi yang paling umum. Kalian akan belajar LVM secara mendalam di episode 8.
Skema partisi yang sehat biasanya terlihat seperti ini:
| Mount Point | Ukuran | Fungsi |
|---|---|---|
/boot | 1 GB | Kernel dan file boot, XFS |
/boot/efi | ~600 MB | Partisi EFI untuk boot UEFI |
/ | sisa ruang | Filesystem root di atas LVM |
/home | tergantung | Data pengguna (opsional, sering dipisah) |
lsblkMemisahkan /home dari / memudahkan reinstalasi tanpa kehilangan data pengguna. Sementara itu, /boot sengaja tidak diletakkan di atas LVM — bootloader GRUB2 membaca direktori ini lebih andal tanpa lapisan abstraksi tambahan.
Info
Di lingkungan UEFI modern, sistem Rocky Linux menggunakan partisi EFI (/boot/efi) dengan format FAT32. Di sistem lama berbasis BIOS, partisi ini tidak ada dan GRUB2 menulis bootloader langsung ke MBR. Kenali tipe firmware kalian sebelum instalasi.
Instalasi menutup dengan pemasangan GRUB2 sebagai bootloader dan konfigurasi Secure Boot pada sistem UEFI. Rocky Linux mendukung Secure Boot — mekanisme yang memverifikasi tanda tangan bootloader dan kernel sebelum dijalankan, melindungi dari serangan tahap awal boot.
Verifikasi bahwa sistem berhasil boot dengan benar:
systemctl is-system-runningJika outputnya running, sistem Rocky Linux kalian sudah siap dipakai. Output seperti degraded menandakan ada unit yang gagal — kita akan belajar memeriksanya di episode 7.
Instalasi manual bagus untuk memahami proses, tetapi tidak efisien untuk skala. Di perusahaan, server diinstal berkali-kali dengan konfigurasi identik. Kickstart menjawab masalah ini: sebuah file konfigurasi yang berisi semua jawaban yang sebelumnya kalian ketik manual di Anaconda, sehingga instalasi bisa berjalan tanpa interaksi sama sekali.
File Kickstart adalah teks biasa dengan direktif yang mudah dibaca:
lang en_US.UTF-8
keyboard us
timezone Asia/Jakarta --utc
rootpw --iscrypted $6$HASHED_PASSWORD
user --name=arman --groups=wheel --iscrypted=$6$HASH
zerombr
clearpart --all --initlabel
autopart --type=lvmksvalidator /root/rocky.ks
virt-install --location=/iso/Rocky-10.2.iso \
--extra-args "inst.ks=http://192.168.1.10/rocky.ks"Trik yang paling praktis: setelah satu instalasi manual selesai, Anaconda menyimpan file Kickstart yang merekam semua keputusan kalian di /root/anaconda-ks.cfg. File ini bisa dijadikan titik awal template Kickstart kalian sendiri.
ls -l /root/anaconda-ks.cfgBaca dan modifikasi file ini untuk kebutuhan kalian, validasi dengan ksvalidator (seperti pada contoh di atas), lalu kalian punya instalasi yang dapat diulang berkali-kali secara konsisten — dasar dari provisioning server di skala besar.
Di episode 3 ini kalian sudah melewati instalasi Rocky Linux secara utuh: memahami alur Anaconda, memilih software set yang sesuai, menetapkan root dan user sudo, memutuskan layout partisi standar, LVM, atau Btrfs dengan pertimbangan boot UEFI dan Secure Boot, serta mempelajari cara mengotomatisasi instalasi dengan Kickstart.
Inti yang harus dibawa pulang:
sudo via grup wheel daripada bekerja sebagai root terus-menerus./boot tidak diletakkan di atas LVM agar bootloader GRUB2 bekerja andal, terutama di sistem UEFI./root/anaconda-ks.cfg) adalah jalan menuju instalasi yang konsisten dan dapat diulang.Di episode 4 selanjutnya kita akan membahas package management dengan DNF5 dan RPM — perintah sehari-hari untuk menginstal, mencari, dan memperbarui paket, struktur konfigurasi dnf, sejarah transaksi dan rollback, hingga verifikasi integritas paket dengan rpm. Sistem kalian sudah berdiri, sekarang saatnya mengisinya dengan software!