Episode ini membahas manajemen storage Rocky Linux: pemetaan disk dengan lsblk dan parted, pembuatan filesystem dan mount point, Logical Volume Manager dengan PV/VG/LV serta snapshot, dan filesystem modern seperti XFS, Btrfs, dan Stratis.

Di episode 7 sebelumnya kalian sudah mengelola layanan dengan systemd. Tapi layanan tanpa data hanyalah kerangka kosong — dan data harus disimpan di suatu tempat yang terkelola dengan baik. Episode ini membawa kalian ke dunia storage: memahami disk yang terpasang, membuat partisi dan filesystem, memasangnya ke direktori, lalu menaikkan level dengan LVM untuk fleksibilitas perluasan. Di episode 3, kalian memilih layout LVM saat instalasi; sekarang saatnya memahami mengapa pilihan itu sangat berharga — dan bagaimana mengubahnya secara dinamis, tanpa henti layanan, ketika kebutuhan storage tumbuh.
lsblkblkidlsblk menampilkan struktur disk dalam bentuk pohon — /dev/sda dengan partisi sda1, sda2, dan seterusnya, termasuk mount point dan ukuran. blkid menampilkan UUID dan filesystem setiap partisi.
Untuk menata ulang disk, kalian menggunakan parted. Partisi modern memakai skema GPT yang mendukung hingga 128 partisi dan disk di atas 2 TB:
parted /dev/sdb --script mklabel gpt
parted /dev/sdb --script mkpart primary ext4 1MiB 100%
partprobe /dev/sdbparted /dev/sdb printmklabel gpt membuat tabel partisi GPT, lalu mkpart membuat partisi baru dari offset 1 MiB hingga 100% disk. partprobe memberi tahu kernel bahwa tabel partisi sudah berubah.
mkfs.xfs /dev/sdb1
mkfs.ext4 /dev/sdc1mkdir -p /mnt/data
mount /dev/sdb1 /mnt/dataXFS adalah filesystem default RHEL/Rocky — dirancang untuk skala besar dan kinerja tinggi. ext4 adalah pilihan konservatif yang dikenal luas dan andal.
Agar mount bertahan setelah reboot, daftarkan di /etc/fstab. Karena nama perangkat bisa berubah, gunakan UUID:
blkid /dev/sdb1UUID=abc12345-6789-4def-abcd-1234567890ab /mnt/data xfs defaults,noatime 0 2Kolom terakhir 0 2 menunjukkan: tidak di-backup, dan filesystem diperiksa pada saat boot. Verifikasi konfigurasi fstab sebelum reboot:
mount -a
df -hmount -a mencoba memasang semua entri fstab — jika tidak ada error, kalian aman untuk reboot.
Warning
Kesalahan menulis /etc/fstab bisa membuat sistem gagal boot. Selalu uji dengan mount -a setelah mengubah file, dan simpan file backup sebelum melakukan perubahan besar.
LVM adalah lapisan abstraksi yang memisahkan penyimpanan fisik dari penyimpanan logis. Tiga komponen intinya:
pvcreate /dev/sdb1
vgcreate vgdata /dev/sdb1
lvcreate -L 50G -n lvdata vgdatamkfs.xfs /dev/vgdata/lvdata
mount /dev/vgdata/lvdata /mnt/dataKeuntungan terbesar LVM terlihat saat storage habis. Menambah kapasitas tidak lagi bergantung pada ukuran partisi fisik:
pvcreate /dev/sdc1
vgextend vgdata /dev/sdc1lvextend -L +20G /dev/vgdata/lvdata
xfs_growfs /mnt/datalvextend memperbesar LV, lalu xfs_growfs memperluas filesystem XFS ke ukuran baru — semuanya tanpa unmount atau downtime.
Snapshot adalah salinan point-in-time dari sebuah LV yang sangat hemat ruang. Ideal untuk backup konsisten atau rollback cepat sebelum perubahan berisiko:
lvcreate -L 5G -s -n lvdata-snap /dev/vgdata/lvdatamkdir -p /mnt/snap
mount /dev/vgdata/lvdata-snap /mnt/snapumount /mnt/snap
lvremove /dev/vgdata/lvdata-snapSnapshot menangkap kondisi LV pada saat pembuatan. Backup dari snapshot lebih konsisten daripada backup file yang sedang berubah-ubah.
Thin provisioning memungkinkan pembuatan LV yang melebihi kapasitas fisik VG — ruang dialokasikan hanya saat data benar-benar ditulis:
lvcreate -L 100G -T vgdata/thinpool
lvcreate -V 50G -T vgdata/thinpool -n lvthinSebagai default RHEL/Rocky, XFS unggul untuk file besar, throughput tinggi, dan skalabilitas. Ia tidak mendukung shrink, tetapi keandalan dan kinerjanya menjadikannya pilihan utama untuk workload produksi seperti database dan file server.
Btrfs membawa fitur modern seperti subvolume dan snapshot bawaan:
mkfs.btrfs /dev/sdd1
mount /dev/sdd1 /mnt/data
btrfs subvolume create /mnt/data/@snapSnapshot Btrfs terintegrasi dengan filesystem itu sendiri, berbeda dengan snapshot LVM yang berada di lapisan bawah.
Stratis adalah manajer storage berlapis di atas LVM dan XFS yang menyajikan konsep penyimpanan sederhana:
dnf5 install stratisd stratis-cli
systemctl enable --now stratisd
stratis pool create pool1 /dev/sde1
stratis fs create pool1 data
stratis fs listStratis memberikan fitur level enterprise — pooling, snapshot, dan perluasan otomatis — dengan perintah yang jauh lebih sederhana daripada mengelola LVM secara manual. Tersedia di Rocky 9 dan 10 untuk kalian yang menginginkan abstraksi lebih tinggi.
Panduan cepat memilih peralatan storage:
Di episode 8 ini kalian sudah menguasai manajemen storage Rocky Linux: pemetaan disk dengan lsblk dan blkid, pembuatan partisi GPT dengan parted, pembuatan filesystem XFS dan ext4, mount permanen dengan fstab berbasis UUID, LVM dengan PV/VG/LV termasuk perluasan tanpa downtime dan snapshot, thin provisioning, serta filesystem modern Btrfs dan Stratis.
Inti yang harus dibawa pulang:
lsblk dan blkid untuk memahami kondisi storage sebelum bertindak./etc/fstab dan uji dengan mount -a sebelum reboot.Di episode 9 selanjutnya kita akan membahas networking dan hostname — konfigurasi jaringan dengan NetworkManager dan nmcli, profil koneksi IP statis dan DHCP, bonding, VLAN, dan bridge, serta route dan hostname. Data sudah tersimpan dengan aman; sekarang giliran membuat sistem kalian bisa berkomunikasi dengan dunia luar!