Episode ini membedah series Samba 4.24 (2026): perbaikan AD DC, enhancement SMB3, dan rilis keamanan rutin — dari 4.24.0 (Maret 2026) hingga current stable 4.24.5 (Juli 2026). Kalian juga mempelajari peta riwayat 4.20-4.23, kebijakan rilis keamanan, dan bagaimana dukungan LTS distribusi memengaruhi versi yang dipakai production.

Semua episode sebelumnya memakai Samba — tapi pernahkah kalian berhenti bertanya versi mana yang kalian jalankan dan apa yang baru di dalamnya? Di episode 17 kita membahas siklus hidup rilis Samba, khususnya series 4.24 (2026): apa yang berubah, mana yang "security release", dan bagaimana cara memilih versi untuk production. Pengetahuan ini bukan sekadar trivia — ia menentukan apakah server kalian mendapat perbaikan keamanan tepat waktu.
Samba mengikuti ritme rilis mayor tiap ~6 bulan dengan banyak rilis patch/security di antaranya. Untuk series 4.24:
smbd --versionOutput Version 4.24.5 berarti kalian berada di current stable — patokan yang bagus untuk production.
Tiga area yang menjadi fokus series 4.24:
Samba menerbitkan security releases secara koordinasi dengan MITRE/CERT — detail diumumkan di samba.org/samba/latest_news.html. Praktik yang benar untuk admin:
samba-announce.testparm, reload).Important
Perbedaan "feature release" dan "security release" sangat penting. Jangan pernah menunda security release — CVE di Samba sering mudah dieksploitasi (protokol ini eksposed ke jaringan). Patuhi kebijakan: production harus selalu di patch level terbaru dari series yang didukung, dan kalian harus punya jalur uji yang cepat (staging → production) supaya upgrade tidak menumpuk.
Menjelang 4.24, inilah jalan yang dilalui:
Di pertengahan 2026, beberapa series lawas masih didukung: 4.23.11 (3 Agustus 2026) dan 4.22.11 masih menerima patch — sementara 4.24 menjadi current stable.
4.24.x current stable (4.24.5)
4.23.x didukung (4.23.11)
4.22.x didukung (4.22.11)
4.21.x akhir masa hidup
4.20.x akhir masa hidupPenting untuk disadari: versi paket distribusi ≠ versi upstream. Ubuntu LTS dan RHEL meng-pin versi Samba tertentu untuk seluruh masa hidup rilis — contohnya beberapa LTS men-share Samba versi 4.19/4.20-an. Artinya:
Tip
Kebiasaan sehat: catat versi Samba di inventory kalian, dan beri penanda "sudah dapat security patch terbaru". Cek berkala dengan smbd --version di setiap host dan bandingkan dengan status series di samba.org. Server yang ter-inventory dengan baik tidak akan "terlupakan" saat CVE keluar.
server min protocol yang sesuai (episode 14), bukan kembali ke versi lama.dpkg -l | grep samba # Debian/Ubuntu
rpm -q samba # RHEL familyDan selalu cek apakah versi yang terinstall ada di daftar supported versions di samba.org sebelum memutuskan "ini versi production saya".
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 18 selanjutnya kita akan membahas cluster & scale-out (CTDB) — clustering Samba untuk high availability dan scale-out node, dengan storage bersama seperti GPFS/Ceph sebagai fondasinya. Dari satu server menjadi kumpulan server yang melayani NAS enterprise!