Belajar Samba (implementasi open source protokol SMB/CIFS untuk berbagi file & printer Linux dengan Windows/macOS/Linux) dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa membutuhkannya, konsep dasar & arsitektur utama, instalasi & konfigurasi dasar, share dasar & permission, user management & smbpasswd, akses klien Linux & Windows, print sharing, SMB3 performance & enkripsi, samba sebagai domain controller AD DC, winbind integrasi AD user, filesystem permission ACL & quota, recycle bin & shadow copies, firewall & network security, hardening SMB, privilege & mitigasi ransomware, testing & troubleshooting, samba 4.24 & fitur terbaru, cluster & scale-out CTDB, samba di Docker/Kubernetes, performance & monitoring, roadmap & community, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh smbd dan smb.conf, kalian perlu menguasai Linux admin dasar (user, group, permission, mount), networking TCP/UDP dan DNS, serta pemahaman protokol file sharing. Di episode ini kalian juga menyiapkan server Linux dengan Samba 4.24.x, klien Windows/Linux untuk uji akses, dan VM untuk lab Active Directory.

Episode ini menelusuri asal-usul Samba: Andrew Tridgell yang melakukan reverse engineering protokol SMB pada 1992 demi interoperabilitas Unix-Windows, evolusinya menjadi proyek di bawah Software Freedom Conservancy, dan lahirnya Samba 4 (2012) yang menyatukan file server dengan Domain Controller Active Directory. Kalian juga memahami mengapa Samba dibutuhkan untuk integrasi Windows, berbagi antar Linux, dan NAS enterprise tanpa lisensi Windows Server.

Episode ini membedah arsitektur Samba: daemon smbd untuk file/print, nmbd untuk NetBIOS, dan winbindd untuk mapping user Active Directory, serta dialek protokol SMB 1/2/3 dengan SMB3 sebagai default dan SMB1 nonaktif sejak 4.11. Kalian juga mengenal komponen inti: smb.conf, smbclient, samba-tool, smbpasswd, dan testparm.

Episode ini memandu instalasi Samba di Ubuntu/Debian maupun RHEL family, mengaktifkan service smbd dan nmbd, lalu menulis konfigurasi dasar smb.conf: bagian [global] dengan workgroup, server string, dan security = user, serta bagian [share] dengan path, valid users, dan read only. Kalian juga memvalidasi konfigurasi dengan testparm.

Episode ini membangun share produksi [data] dengan path=/srv/data, browseable=yes, dan writable=yes, plus mapping owner via force user dan force group. Kalian juga memahami dua lapisan permission yang bertumpuk — filesystem Linux vs share options Samba — serta peran valid users dan write list dalam membatasi akses.

Episode ini mengajarkan cara mengelola user Samba: sinkronisasi user sistem dengan smbpasswd -a, membaca daftar user via pdbedit -L, dan memahami database password tdbsam. Kalian juga belajar username map untuk alias nama, serta membaca account flags seperti U, D, dan N.

Episode ini membahas cara mengakses share Samba dari dua sisi klien. Di Linux: mount -t cifs //host/share /mnt -o username=... untuk mount permanen dan smbclient //host/share untuk akses interaktif. Di Windows: \\server\share, penyimpanan credentials, dan network discovery. Kalian juga mempelajari pola mount di fstab dan opsi secure.

Episode ini mengajarkan cara membagikan printer Linux ke jaringan Windows: bagian [printers] di smb.conf, backend CUPS, dan instalasi driver printer dari sisi Windows. Kalian juga memverifikasi seluruh alur dengan smbclient -L localhost dan melakukan test print nyata dari klien baris perintah.

Episode ini mendalami SMB3 sebagai dialek modern: enkripsi SMB3 di wire, oplocks untuk memangkas round-trip, dan server signing untuk integritas. Kalian juga mempelajari tuning performa — server min protocol = SMB3, strict locking, socket options, serta optimasi transfer file besar lewat aio dan min receivefile size.

Episode ini memasuki dunia Active Directory: provision AD DC penuh dengan samba-tool domain provision, DNS internal yang terintegrasi, replikasi antar Domain Controller, dan analisis kasus menggantikan Windows Server DC untuk skala kecil-menengah. Kalian juga memahami perbedaan arsitektur daemon pada mode DC dan member.
