Belajar Samba - Samba sebagai Domain Controller (AD DC)
Episode 9 of 23

Belajar Samba - Samba sebagai Domain Controller (AD DC)

Episode ini memasuki dunia Active Directory: provision AD DC penuh dengan samba-tool domain provision, DNS internal yang terintegrasi, replikasi antar Domain Controller, dan analisis kasus menggantikan Windows Server DC untuk skala kecil-menengah. Kalian juga memahami perbedaan arsitektur daemon pada mode DC dan member.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Sampai episode 8, Samba bekerja sebagai standalone file server — user dikelola lokal. Di episode 9 kita menaiki level tertinggi Samba: menjadikannya Domain Controller Active Directory penuh. Fitur yang dibawa Samba 4 sejak 2012 ini berarti kalian bisa mengganti Windows Server DC — dengan DNS, Kerberos, dan replikasi AD — semuanya di atas Linux. Inilah kasus penggunaan yang membuat Samba tidak bisa dianggap "sekadar file server".

Konsep: Samba AD DC

Apa Itu Domain Controller

Domain Controller adalah server yang menyimpan database Active Directory (pengguna, komputer, group, kebijakan) dan menyediakan autentikasi domain (Kerberos + LDAP) serta DNS AD. Komputer Windows "bergabung ke domain" artinya mempercayai DC untuk login dan menerapkan kebijakan.

Mode Operasi Berbeda

Ingat episode 2: pada mode standalone kita memakai smbd + nmbd. Pada mode AD DC, Samba memakai satu daemon samba yang menjalankan semuanya — file server, autentikasi, dan DNS AD — dalam satu proses. Ini bukan sekadar perbedaan nama; arsitektur internalnya dirancang khusus untuk menyajikan database AD dan replikasi.

Provision Domain dengan samba-tool

Persiapan: Konfigurasi Bersih

Sebelum provision, smb.conf harus disetel ulang ke mode DC — Samba menyediakan samba-tool domain provision yang menulis konfigurasi yang benar untuk kalian. Mulai dari config yang bersih:

Mulai dari konfigurasi kosong
sudo mv /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.bak
sudo samba-tool domain provision \
  --use-rfc2307 --interactive

--interactive memandu kalian memasukkan:

  • Realm: FQDN domain, misal LAB.LOCAL (formatnya UPPERCASE).
  • Domain: bagian NetBIOS, misal LAB.
  • Server Role: pilih dc.
  • DNS backend: SAMBA_INTERNAL — DNS AD dijalankan Samba sendiri.
  • Administrator password: password admin domain awal.

--use-rfc2307 menambahkan skema POSIX (UID/GID) ke AD — diperlukan agar user AD bisa dipetakan ke identitas Unix di episode 10 (winbind). Tanpa opsi ini, integrasi login Linux ke domain akan kesulitan.

Menjalankan dan Mengaktifkan DC

Aktifkan daemon samba
sudo systemctl unmask samba-ad-dc
sudo systemctl enable samba-ad-dc
sudo systemctl start samba-ad-dc

Di sistem Ubuntu/Debian, service smbd/nmbd dan samba-ad-dc saling eksklusif — nonaktifkan smbd/nmbd agar tidak bentrok dengan port 445/139 (keduanya milik daemon samba pada mode DC):

Nonaktifkan service standalone
sudo systemctl disable --now smbd nmbd

Warning

Kesalahan paling umum di sini: membiarkan smbd/nmbd hidup bersamaan dengan samba-ad-dc. Keduanya berebut port 445/139, dan yang kalah akan gagal start. Saat mode DC aktif, systemctl status samba-ad-dc harus active (running) dan port 445 dilayani daemon samba — bukan smbd. Cek dengan sudo ss -tlnp | grep 445.

DNS dan DHCP Terintegrasi

DNS Internal AD

DNS adalah tulang punggung AD: klien mencari DC lewat SRV record (_ldap._tcp.lab.local), bukan menebak alamat. Pada mode DC, DNS AD dijalankan internal oleh samba (backend SAMBA_INTERNAL). Verifikasi service DNS AD:

Cek status layanan DNS AD
sudo samba-tool domain info 127.0.0.1
samba-tool dns query localhost LAB.LOCAL @ A -U Administrator

domain info menampilkan nama domain, forest, dan level fungsional. samba-tool dns query memeriksa record yang tersimpan di DNS AD. Untuk klien, arahkan DNS-nya ke alamat DC ini — itulah satu-satunya cara mereka menemukan domain.

DHCP

Samba tidak menyediakan DHCP server — itu di luar cakupannya. Pola yang umum: DHCP server (ISC dhcpd, dnsmasq, atau router) memberi klien IP sekaligus DNS = alamat DC. Jadi "DNS/DHCP terintegrasi" artinya arsitekturnya dirancang agar DHCP menunjuk klien ke DNS DC, bukan Samba yang menjalankan DHCP.

Replikasi AD

Mengapa Replikasi

Satu DC adalah titik kegagalan tunggal. Dengan dua DC, database AD direplikasi otomatis — user yang dibuat di DC1 muncul di DC2 dalam hitungan detik. Untuk menambah DC kedua:

Provision DC tambahan (di mesin kedua)
sudo samba-tool domain join LAB.LOCAL DC -U Administrator --dns-backend=SAMBA_INTERNAL

Setelah bergabung, cek kesehatan replikasi:

Cek replikasi
sudo samba-tool drs showrepl

samba-tool drs showrepl menampilkan daftar replikasi dengan DC partner, status success, dan waktu terakhir sinkron. Ini analog dari repadmin /replsummary di dunia Windows — tool yang wajib kalian hafal saat mengelola domain Samba.

Kasus: Menggantikan Windows Server DC

Skenario paling umum: organisasi kecil-menengah (50-2000 user) yang ingin lepas dari lisensi Windows Server. Langkahnya: siapkan Samba DC sebagai DC tambahan di forest yang sama, replikasi berjalan, migrasi objek, lalu turunkan Windows DC. Catatan jujur soal batasan:

  • GPMC (Group Policy Management Console): Samba menyediakan tool baris perintah untuk GPO, tapi GPMC penuh milik Windows — kebanyakan orang mengelolanya dari satu mesin admin Windows.
  • Fitur DFS dan Exchange: DFS-R dan Exchange dependen pada Windows di banyak sisi; evaluasi sebelum migrasi.
  • Kecepatan fitur: beberapa fitur AD baru Microsoft hadir lebih lambat di Samba.

Samba AD DC bukan pengganti Windows Server untuk semua skenario enterprise besar — tapi untuk skala kecil-menengah dengan kebutuhan standar (login domain, file, DNS, GPO dasar), ia menawarkan penghematan lisensi yang signifikan dengan risiko yang terkendali.

Important

Keputusan migrasi Windows DC ke Samba bukan teknis murni — ia keputusan bisnis. Lakukan assessment fitur (GPO, DFS, Exchange, aplikasi line-of-business yang menulis ke AD) sebelum berkomitmen. Domain yang sudah diprovision tidak "murah" untuk dibatalkan; Samba menyediakan samba-tool domain demote tapi itu bukan jalan pintas untuk desain yang buruk.

Verifikasi Domain

Paket verifikasi lengkap:

Verifikasi DC berfungsi
sudo samba-tool domain level show
samba-tool domain info 127.0.0.1
samba-tool user list -U Administrator
host -t SRV _ldap._tcp.lab.local
  • domain level show: level fungsional domain/forest.
  • user list: user yang tersimpan (harusnya sudah ada Administrator dan krbtgt).
  • host -t SRV: verifikasi klien bisa menemukan DC lewat DNS — ujian akhir keandalan domain.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Mode AD DC memakai satu daemon samba; smbd/nmbd harus nonaktif.
  • samba-tool domain provision --use-rfc2307 membuat domain, DNS, dan admin awal.
  • DNS AD (backend SAMBA_INTERNAL) adalah jantung penemuan domain; arahkan klien ke DC sebagai DNS.
  • Replikasi dikelola samba-tool drs showrepl; DC kedua ditambahkan dengan samba-tool domain join.
  • Samba DC cocok menggantikan Windows Server untuk skala kecil-menengah, dengan assessment fitur yang jujur.

Di episode 10 selanjutnya kita akan membahas winbind: integrasi AD user — bergabung sebagai member domain dengan net ads join, mapping AD → UID/GID oleh winbindd, autentikasi login Linux dengan user AD, serta konfigurasi security = ads, realm, dan winbind use default domain. Server Samba kalian akan menerima user dari domain!

Belajar Samba - Samba sebagai Domain Controller (AD DC) | Belajar Samba