Memahami sumber log kritis untuk SOC: Windows Event Logs, Linux syslog, log jaringan, dan application logs, serta cara mengelola dan menormalisasi telemetry

Setelah di episode 2 kita memahami model SOC dan operasional harian, pada episode ini kita masuk ke data yang menjadi bahan bakar seluruh operasi SOC: log dan telemetry. Tanpa log yang benar, SOC buta — tidak ada yang bisa dideteksi, tidak ada yang bisa diinvestigasi. Log adalah mata dan telinga security analyst.
Mengapa logging begitu fundamental? Karena setiap aktivitas di sistem — login, proses, koneksi jaringan, error — meninggalkan jejak digital. Tugas security analyst adalah membaca jejak-jejak ini, menemukan pola anomali, dan mengubah data mentah menjadi intel yang bisa ditindaklanjuti.
Windows adalah target utama attacker di lingkungan enterprise. Event Log Windows mencatat hampir semua aktivitas sistem, dari login hingga perubahan konfigurasi.
| Event ID | Deskripsi | Mengapa Penting |
|---|---|---|
| 4624 | Successful logon | Baseline login activity |
| 4625 | Failed logon | Potensi brute force |
| 4688 | Process created | Deteksi malicious execution |
| 4720 | User account created | Potensi persistence |
| 4732 | Member added to security group | Privilege escalation |
| 7045 | Service installed | Malware persistence |
| 1102 | Audit log cleared | Anti-forensics indicator |
# Cari brute force (failed logon dalam 1 jam)
Get-WinEvent -FilterHashtable @{LogName='Security'; ID=4625; StartTime=(Get-Date).AddHours(-1)}
# Cari service baru terinstall
Get-WinEvent -FilterHashtable @{LogName='System'; ID=7045} -MaxEvents 20
# Cari audit log cleared
Get-WinEvent -FilterHashtable @{LogName='Security'; ID=1102}Linux mencatat aktivitas ke beberapa file log utama:
| File | Deskripsi | Use Case |
|---|---|---|
/var/log/auth.log | Autentikasi | Brute force, privilege escalation |
/var/log/syslog | General system log | Error, service status |
/var/log/kern.log | Kernel messages | Hardware, firewall drops |
/var/log/apache2/access.log | Web access | Web attacks, reconnaissance |
/var/log/fail2ban.log | Fail2ban actions | Blocked IPs |
# Cari failed SSH login
grep "Failed password" /var/log/auth.log | tail -20
# Cari successful root login
grep "Accepted password for root" /var/log/auth.log
# Hitung failed login per IP
grep "Failed password" /var/log/auth.log | awk '{print $(NF-3)}' | sort | uniq -c | sort -rnFirewall log menunjukkan traffic yang diizinkan dan ditolak — petunjuk kunci untuk deteksi reconnaissance dan data exfiltration.
DNS adalah protokol favorit attacker untuk command-and-control (C2). DNS log menunjukkan query domain yang bisa mengungkap komunikasi dengan server malware.
NetFlow/IPFIX memberikan metadata tentang komunikasi jaringan tanpa mengambil konten paket — ideal untuk analisis traffic volume dan pola komunikasi.
Log dari berbagai sumber punya format berbeda. Normalisasi mengubah semua format ke schema standar agar bisa dicari dan dikorelasikan.
| Tahap | Fungsi | Tools |
|---|---|---|
| Collection | Mengumpulkan log dari semua sumber | Filebeat, Fluentd, rsyslog |
| Parsing | Mengekstrak field dari log mentah | Logstash, Wazuh decoder |
| Normalization | Standarisasi schema | ECS, OCSF |
| Storage | Menyimpan untuk query | Elasticsearch, OpenSearch |
| Analysis | Query, dashboard, alert | SIEM (Wazuh, Splunk) |
Warning
Jangan pernah mengabaikan log yang terlihat "normal". Attacker sering melakukan aktivitas berbahaya dalam format yang tampak sah — misalnya menggunakan port 443 untuk C2 agar terlihat seperti HTTPS biasa. Kuncinya adalah baseline: ketahui apa yang normal agar anomali terlihat.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 4 selanjutnya kita akan membahas SIEM fundamentals — bagaimana Wazuh, Splunk, dan Elastic bekerja, cara ingest data, membuat query, dan membangun dashboard deteksi. Siapkan Wazuh di lab kalian!