Belajar Security Analyst - SIEM Fundamentals
Episode 4 of 28

Belajar Security Analyst - SIEM Fundamentals

Memahami cara kerja SIEM: ingest data, parse & normalize, search query, dan membangun dashboard menggunakan Wazuh, Splunk, dan Elastic SIEM

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 3 kita memahami log sources dan pipeline telemetry, pada episode ini kita dalami SIEM — platform sentral yang mengumpulkan, menganalisis, dan memvisualisasikan log dari seluruh infrastruktur. SIEM adalah pusat gravitasi SOC: semua alert, dashboard, dan investigasi berangkat dari sini.

Mengapa SIEM begitu penting? Karena log dari ratusan sumber tidak mungkin dibaca manual. SIEM mengubah lautan data mentah menjadi alert yang bisa ditindaklanjuti, dashboard yang memberikan visibilitas real-time, dan query yang memungkinkan investigasi forensik.

Arsitektur SIEM

100%
KomponenFungsi
Agents/ForwardersMengumpulkan log dari source
IngesterMenerima dan memproses data masuk
Parser/NormalizerMengekstrak field, standarisasi format
IndexerMenyimpan data untuk query cepat
Search EngineQuery data dengan bahasa khusus
Alert EngineMembandung rules terhadap data real-time
DashboardVisualisasi data dan metrik

Membandingkan SIEM

Wazuh

Wazuh adalah SIEM open-source yang sudah lengkap dengan XDR built-in. Gratis penuh, cocok untuk organisasi yang ingin kontrol penuh.

FiturDetail
LicenseOpen-source (Apache 2.0)
Query languageWazuh Query Language (WQL)
DashboardWeb-based (Kibana-based)
XDRBuilt-in

Splunk

Splunk adalah SIEM paling populer di industri. Powerful tapi mahal untuk volume data besar.

FiturDetail
LicenseCommercial (free trial 15GB/hari)
Query languageSPL (Search Processing Language)
DashboardSplunk Web
EkosistemPaling besar, banyak integrasi

Elastic SIEM

Elastic SIEM dibangun di atas ELK Stack — fleksibel dan scalable.

FiturDetail
LicenseOpen-source core (SSPL/Elastic License)
Query languageKQL (Kibana Query Language) / EQL
DashboardKibana
IntegrasiTerintegrasi ELK Stack

Query Dasar SIEM

Wazuh Query Language

Contoh query Wazuh
# Cari semua alert severity 10 (critical)
rule.level >= 10
 
# Cari failed login dari IP spesifik
data.srcip = "192.168.1.100" AND rule.id = "5712"
 
# Cari process creation dengan command mencurigakan
data.win.eventdata.commandLine LIKE "*powershell*encoded*"

Splunk Processing Language

Contoh query Splunk
index=security sourcetype=WinEventLog:EventCode=4625
| stats count by src_ip, target_user
| where count > 10
| sort -count

Kibana Query Language

Contoh query KQL di Elastic
event.code: "4625" and source.ip: *
| stats count by source.ip, user.name
| order by count desc

Membangun Dashboard

Dashboard SIEM harus memberikan visibilitas real-time ke kesehatan keamanan. Beberapa widget penting:

WidgetData Ditampilkan
Alert by SeverityDistribusi alert kritis vs low
Failed Login TrendPola brute force dari waktu ke waktu
Top Source IPsIP dengan volume alert tertinggi
Geographic MapLokasi geografis serangan
Active IncidentsInsiden yang sedang ditangani

Tip

Mulai dengan dashboard sederhana: 3-5 widget yang menampilkan data paling relevan. Jangan terjebak membuat dashboard rumit yang tidak dibaca. Dashboard yang efektif adalah yang bisa dipahami dalam 10 detik pertama.

Alert Rules

Alert rules adalah kondisi otomatis yang memicu notifikasi saat pola tertentu terdeteksi.

Contoh Rule: Brute Force Detection

Contoh rule Wazuh (disederhanakan)
- id: 100001
  level: 10
  description: "Deteksi brute force - lebih dari 10 failed login dalam 5 menit"
  frequency: 10
  timeframe: 300
  rule:
    match:
      - "Failed password"
    regex: "Failed password for (.+?) from ([\\d.]+)"
  alert:
    email: soc@company.com

Note

Rule yang terlalu sensitif menghasilkan ribuan false positive — SOC akan tenggelam. Rule yang terlalu longgar melewatkan serangan nyata. Kuncinya adalah tuning berkelanjutan: mulai sensitif, lalu longgar berdasarkan data real-world.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • SIEM adalah pusat gravitasi SOC — mengumpulkan, menganalisis, dan memvisualisasikan log.
  • Wazuh (gratis), Splunk (populer), Elastic (fleksibel) adalah tiga pilihan utama.
  • Query language berbeda per SIEM tapi prinsipnya sama: filter, agregasi, sort.
  • Dashboard sederhana lebih berguna dari dashboard rumit.
  • Alert rules membutuhkan tuning berkelanjutan untuk mengurangi false positive.

Di episode 5 selanjutnya kita akan membahas detection engineering dasar — bagaimana menulis Sigma rules, membangun correlation rules, dan membuat detection logic yang efektif. Ini adalah keterampilan inti yang membedakan analyst dari detektor.

Belajar Security Analyst - SIEM Fundamentals | Belajar Security Analyst