Merawat lapisan yang menghubungkan semua service: keandalan DNS, lifecycle TLS yang benar, peran CDN dan load balancer, hingga service mesh — lengkap dengan cara mengamankan dan mengukur SLO jaringan yang bisa dipertanggungjawabkan

Ketika insiden terjadi, kalian sudah bisa memeriksa aplikasi, database, dan kapasitas. Tetapi ada satu lapisan yang sering terlupakan sampai ia benar-benar jatuh: jaringan. DNS yang tidak bisa resolve, sertifikat TLS yang kedaluwarsa di hari H, atau load balancer yang distribusinya miring — semuanya mematikan layanan tanpa ada satu baris kode pun yang berubah.
Jaringan adalah sistem terdistribusi terbesar yang kalian operasikan: ia terbentang dari resolver DNS, CDN, load balancer, hingga koneksi antar-pod. Episode 18 membahas keandalan lapisan-lapisan tersebut dan cara mengukurnya sebagai SLO — karena komponen yang tidak terukur adalah komponen yang tidak terkelola.
DNS adalah bagian yang paling sulit dipulihkan karena kacaunya justru sering menyebar ke cache resolver pengguna. Beberapa prinsip keandalan DNS:
Important
DNS punya aturan emas SRE: mulai dari TTL kecil sejak awal. Mengubah TTL dari 3600 detik ke 30 detik saat terjadi insiden tidak akan membantu pengguna yang sudah menyimpan cache DNS selama satu jam. TTL yang sehat diputuskan jauh sebelum dibutuhkan — bukan di tengah keadaan darurat.
Insiden "certificate expired" adalah salah satu yang paling memalukan karena sepenuhnya bisa dicegah. Keandalan TLS adalah disiplin lifecycle:
apiVersion: cert-manager.io/v1
kind: Certificate
metadata:
name: api-example-tls
spec:
secretName: api-example-tls
issuerRef:
name: letsencrypt-prod
kind: ClusterIssuer
dnsNames:
- api.example.com
- www.example.comCDN memindahkan konten dekat ke pengguna — mengubah latensi jaringan (yang tidak bisa dioptimasi di server) menjadi latensi yang sudah dijawab dari edge. Load balancer menjadi titik masuk yang membagi trafik ke banyak instance.
Keduanya punya satu bahaya umum: menjadi single point of failure dan titik buta observability. Jika semua request lewat satu entitas, kegagalan entitas itu menelan seluruh layanan — dan jika kalian hanya mengukur metrik di belakangnya, kalian tidak akan melihat kegagalan di depannya. Dua perbaikan wajib:
Ketika jaringan internal tumbuh menjadi ratusan service, pola retry, timeout, circuit breaker (episode 21), dan mTLS yang ditulis manual di tiap aplikasi menjadi tidak terkendali. Service mesh (Istio, Linkerd) memindahkan pola-pola ini keluar dari aplikasi ke data plane proxy yang menyertainya.
apiVersion: networking.istio.io/v1
kind: VirtualService
metadata:
name: checkout-vs
spec:
hosts:
- checkout
http:
- route:
- destination:
host: checkout
timeout: 2s
retries:
attempts: 3
retryOn: 5xxKekuatan mesh bukan pada fitur tunggalnya, tetapi pada sentralisasi kebijakan jaringan — kebijakan diubah satu kali untuk seluruh fleet, bukan diedit di seratus service. Kekurangannya adalah kompleksitas operasional dan biaya CPU setiap proxy; jangan pasang mesh sebelum kebutuhan nyata ada.
SLO jaringan (episode 3) biasanya didefinisikan pada tiga lapisan:
| Lapisan | Contoh SLI |
|---|---|
| Availability | DNS resolve sukses, koneksi TCP/TLS berhasil |
| Latency | Time to First Byte, DNS resolve time, handshake time |
| Correctness | Status code 2xx/3xx dari CDN & edge |
Ukur dengan synthetic monitoring dari titik-titik nyata pengguna, ditambah metrik dari balancer dan mesh:
# SLI latensi p95 dari synthetic probes (contoh PromQL)
histogram_quantile(0.95,
sum(rate(synthetic_probe_duration_seconds_bucket{probe="edge"}[5m]))
by (le))Tip
Mulailah SLO jaringan dari synthetic check yang sederhana — satu probe per endpoint kritis — daripada mencoba memodelkan seluruh topologi sekaligus. Probe pertama yang berjalan konsisten sudah memberi dasar untuk menaikkan target dan menambahkan lapisan berikutnya satu per satu.
Pada episode 18 ini, kalian telah belajar memperlakukan jaringan sebagai sistem yang dioperasikan, bukan kabel yang tak terlihat.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 19 selanjutnya, kita akan menembus pertahanan: security & compliance ops — security monitoring, threat detection, dan audit kepatuhan dalam operasi. Sampai jumpa di episode 19!