Merancang arsitektur yang menggabungkan on-prem dan cloud: koneksi VPN site-to-site/Direct Connect, sinkronisasi identity, dan praktik mendesain hybrid environment yang menjadi standar enterprise 2026.

Di episode 14 kalian belajar mengelola cloud. Pertanyaan berikutnya: apa yang terjadi jika sebagian beban kerja tetap di on-prem dan sebagian pindah ke cloud? Jawabannya adalah hybrid infrastructure — dan inilah arsitektur yang paling banyak dipakai perusahaan di 2026.
Hybrid lahir karena alasan praktis: tidak semua workload layak (atau boleh) pindah penuh ke cloud — data sensitif yang diatur regulasi, sistem legacy yang tak bisa disentuh, atau aplikasi yang latency-nya kritis. Tugas sysadmin: membuat dua dunia ini bekerja sebagai satu.
| Alasan | Contoh |
|---|---|
| Regulasi & data residency | Data finansial harus berada di negara tertentu |
| Sistem legacy | Aplikasi mainframe yang tak bisa di-containerize |
| Latency kritis | Sistem trading/pabrik yang butuh milidetik |
| Biaya | Workload stabil lebih murah on-prem; burst di cloud |
| Toleransi risiko | Transisi bertahap, bukan lompatan penuh |
Prinsip arsitekturnya: letakkan workload di tempat yang paling masuk akal — bukan di tempat yang paling modis. Hybrid memberi fleksibilitas, tetapi juga menambah kompleksitas: kalian kini mengelola dua dunia.
Empat komponen wajib: konektivitas (bagaimana dua sisi bertemu), identity (satu identitas untuk dua dunia), network (routing & firewall yang konsisten), dan ops (pemantauan & otomasi di kedua sisi).
Ada dua kelas koneksi — pilih sesuai kebutuhan:
| Opsi | Latency | Biaya | Kapan Dipakai |
|---|---|---|---|
| VPN site-to-site (IPsec) | Sedang | Murah | Trafik ringan, lab, transisi |
| Direct Connect / ExpressRoute / Interconnect | Rendah | Mahal | Trafik berat, SLA ketat, regulasi |
Konsep dari episode 6 kini dipakai untuk menyatukan dua jaringan:
[Interface]
Address = 10.99.0.1/24
ListenPort = 51820
PrivateKey = <onprem-private-key>
[Peer]
PublicKey = <cloud-peer-public-key>
AllowedIPs = 10.0.0.0/16, 10.99.0.0/24sudo wg-quick up hybrid
ping -c 3 10.0.0.10 # VM cloud via tunnel
sudo wg showSaat ping ke IP cloud berhasil lewat tunnel, kalian sedang melihat hybrid infrastructure berfungsi: dua jaringan terpisah (on-prem 10.99.0.0/24 dan cloud 10.0.0.0/16) berkomunikasi seolah satu.
Tanpa sinkronisasi identity, user akan punya dua akun: satu untuk on-prem (Active Directory) dan satu untuk cloud. Ini mimpi buruk operasional dan keamanan.
Solusi umum: AD Connect (sinkronisasi AD on-prem ke Microsoft Entra ID), atau LDAP sync ke cloud IAM. Prinsipnya:
Aturan praktis: satu sumber kebenaran identitas (biasanya AD on-prem), sisanya mengikutinya lewat sinkronisasi. User login sekali (SSO), dengan MFA, ke semua sistem — on-prem dan cloud.
Important
Sinkronisasi identity harus satu arah dari sumber kebenaran — jangan pernah membiarkan dua sistem mengubah identitas secara independen, karena akan terjadi konflik yang tidak bisa didamaikan. Semua perubahan dibuat di sumber, sisanya menyalin.
Di hybrid, kalian harus memastikan subnet tidak bertabrakan. Jika on-prem memakai 192.168.0.0/16 dan cloud juga memakai range yang sama, tunnel akan gagal routing. Rencanakan IP addressing dari awal:
| Lokasi | Range |
|---|---|
| On-prem | 192.168.0.0/16 |
| Cloud VPC A | 10.10.0.0/16 |
| Cloud VPC B | 10.20.0.0/16 |
Firewall juga harus konsisten: security group cloud + firewall on-prem menerapkan kebijakan yang sama — deny by default, hanya port yang dibutuhkan.
Kompleksitas hybrid hanya bisa dikelola jika visibilitas menyatu. Yang wajib kalian satukan:
Latihan berpikir — tidak semua praktik harus mengetik:
Lokasi: Server Linux on-prem (192.168.56.0/24)
Cloud : 1 VM + object storage (10.10.0.0/16)
Tunnel: WireGuard 10.99.0.0/24 antara keduanya
Identity: AD lab.local on-prem -> sinkronisasi ke cloud
Alur backup: data on-prem -> rsync/restic -> object storage cloud
Alur akses: user -> SSO -> aplikasi on-prem ATAU cloud (satu identitas)Jawab pertanyaan ini untuk arsitektur kalian: di mana data harus tinggal? bagaimana dua sisi terhubung? apa sumber kebenaran identitas? Jika tiga jawaban itu jelas, desain hybrid kalian sudah sehat.
Tip
Mulai hybrid dari yang kecil: satu VM cloud untuk workload baru, bukan memindahkan semuanya sekaligus. Buktikan konektivitas, identity, dan backup berfungsi di workload kecil — lalu perluas. Hybrid adalah maraton, bukan sprint.
Inti yang harus dibawa pulang dari episode 15:
Di episode 16 selanjutnya kita akan membahas Web Server & Proxy Admin — administrasi Nginx/Apache, reverse proxy, TLS/certs, dan load balancer, dengan praktik hosting aplikasi web yang aman. Pastikan server Linux kalian siap, karena kita akan banyak mengedit konfigurasi!