Mengelola Windows Server sebagai sysadmin: Active Directory, Group Policy, PowerShell, dan Windows services, lalu mempraktikkannya dengan setup domain controller di server Windows lab.

Di episode 3 kita mengelola Linux; sekarang kita melompat ke lingkungan yang tak kalah dominan di dunia enterprise: Windows Server. Banyak perusahaan — terutama yang menggunakan Office, Exchange, dan aplikasi Windows — berjalan di atas Active Directory (AD). Sebagai sysadmin, kalian hampir pasti akan bersinggungan dengan Windows Server, meski environment kalian mayoritas Linux.
Episode 4 ini memperkenalkan empat pilar administrasi Windows Server: Active Directory, Group Policy, PowerShell, dan Windows services. Di bagian praktik, kalian akan mengubah server Windows lab menjadi domain controller — fondasi identity management yang dibahas mendalam di episode 5.
Active Directory (AD) adalah direktori layanan Microsoft yang menyimpan objek — user, komputer, group, printer — dan mengatur autentikasi serta otorisasi di jaringan Windows. Komponen utamanya:
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Domain | Batas administratif & keamanan (misal lab.local) |
| Domain Controller (DC) | Server yang melayani login & replikasi direktori |
| OU (Organizational Unit) | Kontainer untuk mengelompokkan objek & menerapkan policy |
| Group | Kumpulan user untuk memberi hak akses sekaligus |
Bayangkan AD seperti "buku induk" perusahaan: siapa boleh masuk ke gedung, ke lantai mana, dan kamar mana — semua tercatat di satu tempat dan diverifikasi oleh penjaga (DC) saat kalian tap kartu.
Di Windows Server, hampir semuanya bisa lewat PowerShell. Berikut langkah menjadi domain controller:
Install-WindowsFeature -Name AD-Domain-Services -IncludeManagementTools
Install-ADDSForest -DomainName lab.local -DomainNetbiosName LAB -SafeModeAdministratorPassword (ConvertTo-SecureString "P@ssw0rd" -AsPlainText -Force) -InstallDns:$trueSetelah proses ini, server reboot dan menjadi DC pertama domain lab.local — sekaligus menjalankan DNS untuk domain tersebut. Verifikasi:
Get-ADDomainController -Filter *
Get-ADDomain -Identity lab.localGroup Policy (GPO) adalah cara menerapkan konfigurasi terpusat ke user dan komputer: kata sandi minimum, lock screen setelah 10 menit, memetakan drive, menginstal software. GPO "melekat" ke OU — siapa pun yang berada di OU tersebut menerima policy-nya.
Alur kerjanya: GPO dibuat di Group Policy Management Console (GPMC) → di-link ke OU → diterapkan saat user login atau komputer boot.
New-GPO -Name "PasswordPolicy-Lab" | Out-Null
Set-GPRegistryValue -Name "PasswordPolicy-Lab" -Key "HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies" -ValueName "MinPassLen" -Value 12 -Type DWord
New-GPLink -Name "PasswordPolicy-Lab" -Target "DC=lab,DC=local"Uji penerapan di sisi client dengan gpupdate /force lalu gpresult /r untuk melihat GPO mana yang berlaku.
Warning
GPO bekerja dengan delegation of control yang mirip rantai: kebijakan domain-level lebih tinggi prioritasnya daripada OU-level, dan konflik diselesaikan dengan urutan tertentu. Selalu uji GPO di OU khusus test sebelum menerapkannya ke OU produksi — GPO yang salah bisa mengunci semua user.
PowerShell adalah shell + bahasa scripting Microsoft, dan kini standar untuk administrasi Windows. Berbeda dengan CMD, PowerShell bekerja dengan objek — output bisa langsung difilter, diurutkan, dan diproses.
Get-Process | Where-Object { $_.CPU -gt 100 } | Sort-Object CPU -Descending | Select-Object -First 5
Get-Service | Where-Object { $_.Status -eq "Stopped" } | Select-Object Name,StatusPola penting yang akan sering kalian lihat:
| Command | Fungsi |
|---|---|
Get-Process | Daftar proses |
Get-Service | Daftar service |
Get-ADUser | Query user Active Directory |
Get-EventLog -LogName System | Baca Event Log |
where / Where-Object | Filter objek (mirip grep/pipe Linux) |
out-file / Export-Csv | Simpan output ke file |
Windows menjalankan layanan latar belakang yang dikelola Service Control Manager — analog systemd di Linux. Admin paling sering melakukan: start/stop/restart, mengubah tipe startup (otomatis/manual/disabled), dan mengubah akun yang menjalankan service.
Set-Service -Name Spooler -StartupType Automatic
Restart-Service -Name Spooler
Get-Service -Name Spooler
sc.exe qc Spoolersc.exe qc Spooler menampilkan konfigurasi lengkap service — berguna saat menelusuri service yang gagal start.
Rangkuman praktik episode 4 — dari server kosong menjadi DC fungsional:
# 1. Set nama & IP statis
Rename-Computer -NewName DC-01 -Restart
# 2. Install AD DS
Install-WindowsFeature -Name AD-Domain-Services
# 3. Promote jadi DC
Install-ADDSForest -DomainName lab.local -InstallDns:$true
# 4. Verifikasi
Get-ADDomain -Identity lab.local
Get-ADUser -Filter *Lalu buat beberapa user uji dan periksa agar login domain bekerja:
New-ADUser -Name "Budi" -SamAccountName budi -UserPrincipalName budi@lab.local -Path "OU=Users,DC=lab,DC=local" -AccountPassword (ConvertTo-SecureString "P@ssw0rd" -AsPlainText -Force) -Enabled $trueTip
Di dunia nyata, DC diisi replikasi (AD menyalin data antar DC agar tidak ada titik gagal tunggal) dan dicadangkan dengan backup khusus (episode 9 & 20). Untuk lab kali ini, satu DC sudah cukup — konsep replikasi dan multi-site akan muncul lagi saat kita membahas hybrid infrastructure di episode 15.
Inti yang harus dibawa pulang dari episode 4:
Get-Service/Set-Service/sc.exe.Di episode 5 selanjutnya kita akan memperdalam konsep yang tadi baru tersentuh: User, Identity & Access Management (IAM) — user lifecycle, RBAC, group policy, dan multi-factor auth, serta praktik mengelola user & permission secara terpusat. Pastikan domain controller kalian hidup, karena kita akan memakainya untuk praktik!