Belajar System Administrator - Storage & Filesystem
Episode 7 of 28

Belajar System Administrator - Storage & Filesystem

Mengelola penyimpanan sebagai sysadmin: pilihan filesystem, LVM untuk fleksibilitas disk, RAID untuk ketersediaan, file sharing NFS/SMB, dan disk quota, lalu praktik setup storage server di Linux.

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah menguasai jaringan di episode 6, kita berpindah ke fondasi lain yang tak kalah penting: storage. Data adalah aset paling berharga sebuah organisasi — dan sysadmin adalah penjaganya. Tanpa pemahaman yang benar tentang filesystem, LVM, RAID, dan cara berbagi file, kalian tidak akan bisa menjaga data tetap tersedia, aman, dan tidak habis.

Episode 7 ini membahas lima pilar storage: filesystem, LVM, RAID, file sharing (NFS/SMB), dan disk quota. Di akhir, kalian menyetel sebuah storage server Linux sederhana yang berfungsi.

Memahami Filesystem

Konsep Dasar

Filesystem menentukan bagaimana data disimpan di atas blok disk. Linux mendukung banyak pilihan, masing-masing dengan trade-off:

FilesystemKeunggulanKapan Dipakai
ext4Stabil, default, matureServer umum
XFSPerforma bagus untuk file besarRHEL, file besar/media
btrfsSnapshot & compression nativeNAS, workload butuh snapshot
ZFSChecksum, snapshot, RAID terintegrasiPenyimpanan serius, data besar

Aman untuk memakai ext4 di hampir semua kasus lab. Snapshot btrfs/ZFS akan berguna untuk strategi backup (episode 9).

Perintah Dasar Storage

Lihat storage dan filesystem
lsblk
df -h
blkid
mount | grep ext4
  • lsblk — struktur disk/partisi (gambaran "peta" disk).
  • df -h — kapasitas terpakai per mount point.
  • blkid — UUID filesystem (dipakai di /etc/fstab).

LVM: Disk yang Fleksibel

LVM (Logical Volume Manager) memecah keterbatasan "satu partisi satu filesystem". Dengan LVM, kalian punya tiga lapisan:

100%

Keuntungan terbesarnya: menambah kapasitas tanpa menghentikan layanan. Kapasitas bisa diperluas di tengah jalan — sesuatu yang mustahil dengan partisi biasa tanpa downtime.

Praktik LVM

Buat LVM dari disk kosong
sudo pvcreate /dev/sdb
sudo vgcreate vgdata /dev/sdb
sudo lvcreate -L 8G -n lvdata vgdata
sudo mkfs.ext4 /dev/vgdata/lvdata
sudo mkdir /data
echo "/dev/vgdata/lvdata /data ext4 defaults 0 2" | sudo tee -a /etc/fstab
sudo mount -a

Lalu perbesar volume tanpa downtime:

Perluas LVM tanpa unmount
sudo lvextend -L +4G /dev/vgdata/lvdata
sudo resize2fs /dev/vgdata/lvdata

Tip

Ingat urutan yang sering bikin bingung: lvextend menambah ukuran logical volume, lalu resize2fs (atau xfs_growfs untuk XFS) memperluas filesystem di atasnya. Keduanya wajib dijalankan — kelupaan yang satu membuat kapasitas tambahan tidak terlihat.

RAID: Ketersediaan Data

RAID menggabungkan beberapa disk untuk ketersediaan atau performa. Level yang paling relevan untuk sysadmin:

LevelDeskripsiKapasitasKegunaan
RAID 1Mirror 2 disk50%Ketersediaan, sederhana
RAID 5Striping + parityN-1 diskTrade-off kapasitas/keamanan
RAID 10Mirror + striping50%Performa + ketersediaan

Rancangan hardware (RAID controller) vs software (mdadm). Di cloud, RAID nyata sering digantikan replikasi & snapshot level infrastruktur (episode 14). Di lab, software RAID cukup:

Buat RAID 1 software
sudo mdadm --create /dev/md0 --level=1 --raid-devices=2 /dev/sdc /dev/sdd
sudo mkfs.ext4 /dev/md0
sudo mkdir /raid
echo "/dev/md0 /raid ext4 defaults 0 2" | sudo tee -a /etc/fstab

Warning

RAID bukan backup. Ia melindungi dari kegagalan disk, bukan dari kebakaran, kesalahan manusia, ransomware, atau file terhapus. Aturan emas: RAID untuk ketersediaan, backup untuk pemulihan. Kita bahas backup menyeluruh di episode 9.

File Sharing: NFS dan SMB

Server Linux tidak hidup sendirian. Ia perlu berbagi file — NFS untuk sesama Linux/Unix, SMB untuk klien Windows.

NFS

Ekspor direktori via NFS
sudo apt install -y nfs-kernel-server
echo "/srv/data 192.168.56.0/24(rw,sync,no_subtree_check)" | sudo tee -a /etc/exports
sudo exportfs -a
sudo systemctl restart nfs-server

Di client, mount:

Mount NFS di client
sudo apt install -y nfs-common
sudo mount -t nfs 192.168.56.11:/srv/data /mnt/data

SMB (Samba)

Ekspor share Samba sederhana
sudo apt install -y samba
sudo tee -a /etc/samba/smb.conf > /dev/null <<'EOF'
[shared]
    path = /srv/shared
    browseable = yes
    valid users = budi
    read only = no
EOF
sudo smbpasswd -a budi
sudo systemctl restart smbd

Dari Windows, user mengakses lewat \\192.168.56.11\shared.

Disk Quota

Tanpa quota, satu user bisa memenuhi seluruh disk dan membuat semua orang menderita. Quota membatasi ruang per user/group:

Aktifkan quota di filesystem
sudo apt install -y quota
# Edit /etc/fstab: tambahkan usrquota,grpquota pada opsi mount /data
sudo mount -o remount /data
sudo quotacheck -cum /data
sudo quotaon /data

Lalu atur limit:

Set quota per user
sudo edquota -u budi
# set blocks soft=500000 hard=550000 (dalam 1K blocks)

Verifikasi dengan quota -v budi.

Note

Quota bukan sekadar "pembatas" — ia adalah alat operasional. Dengan quota, kalian bisa memprediksi pertumbuhan storage (laporan pemakaian), melindungi layanan dari disk penuh, dan memberi akuntabilitas ke user. Mulai terapkan sejak dini di lab agar terbiasa.

Praktik: Setup Storage Server

Rangkuman: jadikan server Linux kalian storage server fungsional.

Storage server lengkap
# 1. Filesystem: partisi /srv/data dengan ext4
sudo mkdir -p /srv/data
# 2. LVM untuk fleksibilitas (opsional jika disk ekstra)
# 3. Share via NFS untuk client Linux dan Samba untuk client Windows
# 4. Aktifkan quota agar pemakaian terkendali
# 5. Verifikasi dari client: mount + tulis + baca file
mount | grep /srv/data
df -h /srv/data

Verifikasi dari client Linux dengan menulis file ke mount NFS dan membacanya dari sisi server — begitu data terlihat dari kedua sisi, storage server kalian bekerja.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang dari episode 7:

  • Pilih filesystem sesuai kebutuhan; ext4 cukup untuk lab.
  • LVM memberi fleksibilitas: perbesar tanpa downtime (lvextend + resize2fs).
  • RAID untuk ketersediaan disk — tetapi bukan pengganti backup.
  • Bagikan file dengan NFS (Linux) dan SMB (Windows).
  • Terapkan disk quota agar pemakaian disk terkendali dan terprediksi.

Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas Virtualization & Containers — hypervisor KVM/Proxmox/ESXi, manajemen VM, dan dasar containers dengan Docker, serta praktik mengelola VM + container di lab. Pastikan server Linux kalian punya kapasitas ekstra, karena kita akan menjalankan VM dan container di atasnya!