Belajar System Analyst - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 28

Belajar System Analyst - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum menganalisis sistem apa pun, kalian perlu menguasai empat fondasi: pemahaman proses bisnis, dasar SDLC, komunikasi & dokumentasi, serta analytical thinking. Di episode ini kalian juga menyiapkan tool utama seorang System Analyst — Jira, draw.io, prototyping tool, dan workspace dokumentasi — lalu memverifikasi semuanya siap dipakai sepanjang series

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar System Analyst! Series ini akan membawa kalian menguasai peran System Analyst secara utuh — dari requirement gathering, analysis & design, UML & documentation, hingga UAT support dan modernisasi sistem legacy. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.

Sebelum menulis user story pertama atau menggambar diagram pertama, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena System Analyst bekerja di persimpangan tiga dunia: bisnis yang punya masalah, teknologi yang jadi solusi, dan orang-orang yang harus sepakat. Kalian akan wawancara stakeholder, membaca proses bisnis, memilih metodologi pengembangan, lalu menerjemahkan semuanya menjadi dokumen yang dipahami developer. Tanpa fondasi ini, kalian akan mudah tersesat di tengah ekspektasi yang bertabrakan.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan tool utama, dan memverifikasi environment untuk pertama kali. Sepanjang series kita juga akan memakai satu studi kasus berjalan bernama TokoKita — jaringan ritel mini dengan 12 cabang yang saat ini masih mencatat penjualan di Excel dan ingin dibangun sistem POS + inventori terpusat. Semua praktik akan dikerjakan di atas kasus ini agar kalian merasakan alur kerja nyata.

Skill Dasar yang Wajib Dimiliki

Pemahaman Proses Bisnis

System Analyst hidup dari proses bisnis. Kalian wajib bisa menjawab: siapa pelakunya, input apa yang masuk, output apa yang dihasilkan, dan keputusan apa yang diambil di tengah jalan. Contoh sederhana: proses "penjualan di toko" melibatkan kasir, sistem pembayaran, stok gudang, dan kadang manajer untuk approval diskon. Latihan kecil: pilih satu proses yang kalian kenal (misalnya daftar online di kampus atau klaim reimbursement di kantor), lalu tuliskan langkah-langkahnya dari awal sampai akhir dalam 5-10 baris. Kemampuan ini akan dipakai penuh di episode 8 tentang business process modeling.

Dasar SDLC

Kalian tidak harus bisa coding, tetapi wajib memahami Software Development Life Cycle: bagaimana ide berubah menjadi requirement, desain, kode, testing, rilis, dan maintenance. Setiap artefak yang kalian hasilkan — user story, diagram, SDD — selalu melekat pada fase tertentu di SDLC. Kita bedah mendalam di episode 2; untuk sekarang cukup pahami urutan besarnya.

Komunikasi & Dokumentasi

Sebagian besar waktu System Analyst habis untuk dua hal: bertanya dan menulis. Kalian perlu terbiasa menyusun kalimat yang ambigu-free, membuat tabel yang rapi, dan menstrukturkan dokumen dengan heading yang jelas. Latihan kecil: ambil satu email kerja yang pernah kalian tulis, lalu cek apakah orang lain bisa bertindak hanya dari isi email itu tanpa bertanya balik. Jika tidak, itu bahan latihan menulis ulang.

Analytical Thinking

Menghadapi permintaan seperti "buatkan fitur laporan", analyst yang baik tidak langsung mencatat. Ia menggali: laporan untuk siapa, keputusan apa yang didukung, data dari mana, seberapa sering dilihat, dan apa yang terjadi jika laporan itu tidak ada. Pola pikir bertanya-kenapa ini (mirip teknik 5 Whys) adalah mesin utama pekerjaan kalian — dan akan kalian asah di setiap praktik series ini.

Tip

Tidak perlu menunggu sempurna di semua skill di atas. Standar minimum untuk mulai: bisa menjelaskan satu proses bisnis end-to-end, paham istilah requirement & SDLC secara kasar, dan berani bertanya ketika sesuatu tidak jelas. Sisanya terasah lewat praktik.

Perangkat Software dan Hardware yang Disiapkan

Perangkat System Analyst modern ringan: mayoritas berbasis web, jadi laptop biasa dengan RAM 8 GB sudah lebih dari cukup. Empat kelompok tool yang akan menemani kalian sepanjang series:

NoToolPeranAlternatif Gratis
1.Issue tracker (Jira/Trello)Menampung user story, backlog, dan status pekerjaanTrello, Linear free tier
2.Diagramming (draw.io)Use case, flowchart, ERD, arsitekturdraw.io desktop, Excalidraw
3.Prototyping (Figma)Wireframe & klik-able prototypeFigma free tier, Penpot
4.Docs (Confluence/Notion)BRD, SDD, meeting notes, docs hubNotion free, Markdown + Git

Semua tool di atas punya paket gratis yang cukup untuk belajar. Kalian tidak perlu lisensi berbayar untuk mengikuti series ini.

Issue Tracker

Daftar akun di Jira (paket free hingga 10 user) karena formatnya paling dekat dengan industri: epik, story, sub-task, sprint board. Jika ingin lebih ringan untuk latihan awal, Trello juga bisa — konsep kartu dan kolomnya identik. Kita akan memakai struktur issue ini mulai episode 5 saat menulis user stories.

Diagramming

Install draw.io versi desktop dari situs resminya (diagrams.net) supaya bisa bekerja offline dan file tersimpan lokal. draw.io punya template UML lengkap: use case, activity, sequence, class, dan ERD — semua diagram yang kita buat di episode 6 dan 9 bisa digambar di sana.

Prototyping

Buat akun Figma gratis. Untuk episode 11 tentang wireframing & prototyping, kalian hanya butuh kemampuan dasar: bikin frame, drag-drop kotak & teks, dan menghubungkan klik antar frame (prototype mode). Tidak butuh skill desain visual — wireframe justru sengaja dibuat jelek-supaya-fokus-fungsi.

Workspace Dokumentasi

Pilih satu tempat tunggal untuk semua dokumen proyek: Confluence, Notion, atau sekadar folder Markdown di Git. Yang penting satu sumber kebenaran. Struktur folder yang akan kita pakai sepanjang studi kasus TokoKita:

Struktur workspace TokoKita
tokokita-docs/
├── 01-brd/                  # Business Requirements Document
│   └── brd-v0.1.md
├── 02-requirements/         # User stories & acceptance criteria
│   ├── epic-pos/
│   ├── epic-inventori/
│   └── backlog-prioritas.csv
├── 03-design/               # SDD, diagram UML, ERD
│   ├── sdd-tokokita.md
│   ├── uml/
│   └── erd/
├── 04-process/              # BPMN & process mapping
├── 05-uat/                  # Test scenario & hasil UAT
└── 06-decision/             # Meeting notes & decision log

Penomoran 01 sampai 06 mengikuti umur artefak: kebutuhan bisnis lahir duluan, keputusan dicatat sepanjang jalan. Kebiasaan kecil ini menyelamatkan banyak waktu saat audit atau handover — topik yang kita dalami di episode 17.

Verifikasi Environment

Sebelum lanjut ke episode 1, pastikan checklist berikut hijau semua:

Checklist verifikasi
# 1. Akun Jira aktif dan bisa membuat project baru (pilih template Kanban)
# 2. draw.io desktop terbuka dan bisa membuat blank diagram
# 3. Akun Figma aktif, bisa membuat Design File baru
# 4. Workspace docs dibuat dengan struktur folder di atas
# 5. Tulis satu halaman "Project Brief TokoKita" berisi 3 paragraf:
#    latar belakang, masalah utama, tujuan proyek

Uji terakhir adalah menulis Project Brief singkat. Ini simulasi pertama kalian sebagai analyst: merangkum situasi tanpa solusi prematur. Contoh isi minimal: TokoKita punya 12 cabang, pencatatan masih Excel terpisah per cabang, stok sering tidak cocok antara catatan dan fisika, owner tidak punya laporan gabungan real-time, target tahun depan semua cabang memakai satu sistem POS + inventori terpusat.

Note

Studi kasus TokoKita sengaja dibuat sederhana namun lengkap: ada multi-cabang (integrasi), Excel legacy (modernisasi), kasir sebagai end-user (change management), dan data member (privacy). Semua tema series ini akan lewat di kasus yang sama.

Ringkasan Prasyarat

Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Skill: pemahaman proses bisnis, dasar SDLC, komunikasi & dokumentasi, analytical thinking.
  • Tool: Jira/Trello untuk issue tracking, draw.io untuk diagram, Figma untuk prototype, satu workspace docs.
  • Workspace: struktur folder tokokita-docs dengan Project Brief pertama.
  • Studi kasus: konteks TokoKita sudah kalian pegang dan siap dikembangkan.

Jika ada yang belum terpenuhi, lengkapi dulu sebelum lanjut. Perjalanan 27 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • System Analyst bekerja di persimpangan bisnis, teknologi, dan orang — fondasinya proses bisnis, SDLC, komunikasi, dan analytical thinking.
  • Empat tool inti: issue tracker, diagramming, prototyping, dan workspace dokumentasi — semuanya punya tier gratis.
  • Satu sumber kebenaran untuk dokumen lebih penting daripada tool yang canggih.
  • Studi kasus TokoKita akan menjadi panggung latihan kalian sampai akhir series.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran, karir, dan tanggung jawab System Analyst — apa yang sebenarnya dilakukan SA setiap hari, bedanya dengan BA, Product Manager, dan Software Architect, serta bagaimana AI di 2026 mengubah bentuk pekerjaan ini. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar System Analyst baru saja dimulai!

Belajar System Analyst - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar System Analyst