Belajar menjadi System Analyst dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, peran tanggung jawab & karir, SDLC & metodologi, requirement gathering, requirement analysis & prioritization (MoSCoW & acceptance criteria), use cases & user stories, UML & diagram, system design document, business process modeling (BPMN), data modeling (ERD), stakeholder management, prototyping & wireframing, technical feasibility & estimation, system integration analysis, testing support (UAT), change management & adoption, legacy systems & modernization, documentation & knowledge transfer, security requirements analysis, compliance & governance, data privacy & ethics, AI-assisted analysis, analyzing AI/LLM systems, enterprise architecture awareness, data-driven decision analysis, continuous improvement systems, ekosistem & tren modern 2026, hingga roadmap karir & refleksi akhir dengan total 28 episode.
Sebelum menganalisis sistem apa pun, kalian perlu menguasai empat fondasi: pemahaman proses bisnis, dasar SDLC, komunikasi & dokumentasi, serta analytical thinking. Di episode ini kalian juga menyiapkan tool utama seorang System Analyst — Jira, draw.io, prototyping tool, dan workspace dokumentasi — lalu memverifikasi semuanya siap dipakai sepanjang series

Mengupas apa yang sebenarnya dilakukan System Analyst setiap hari: menganalisis kebutuhan dan merancang solusi sistem sebagai jembatan bisnis-teknik, membedakan perannya dari BA, PM, Architect, dan Developer, serta melihat bagaimana AI di 2026 menggeser fokus pekerjaan ke analisis & design value

Memahami Software Development Life Cycle tahap demi tahap, lalu membandingkan Waterfall, Agile/Scrum, dan pendekatan hybrid — lengkap dengan kriteria memilih metodologi yang tepat untuk studi kasus TokoKita dan jebakan umum saat penerapannya

Menggali kebutuhan adalah jantung pekerjaan System Analyst. Episode ini membahas teknik elicitation — interview, workshop, observasi, dan analisis dokumen — lengkap dengan skrip interview, daftar pertanyaan pembuka, dan praktik interview session bersama stakeholder TokoKita

Mengubah tumpukan catatan wawancara menjadi kebutuhan yang jelas: membedah functional vs non-functional requirements, menyusun acceptance criteria yang terukur, dan mengurutkan backlog dengan MoSCoW — dipraktikkan langsung pada requirement hasil gathering TokoKita

Dua format populer menuliskan kebutuhan dari sudut pandang pengguna: use case dengan skenario lengkap dan user story yang ringkas. Episode ini membahas anatomi, perbandingan, kapan memakai yang mana, serta praktik menulis user stories untuk fitur kasir TokoKita sampai siap masuk sprint

Bahasa visual universal untuk mengomunikasikan desain sistem: mempelajari empat diagram UML yang paling sering dipakai analyst — use case, activity, sequence, dan class — kapan masing-masing tepat digunakan, serta praktik menggambar alur penjualan TokoKita

System Design Document adalah kontrak pemahaman antara bisnis dan tim teknik. Episode ini membedah struktur SDD yang rapi — dari overview, arsitektur, hingga data flow — beserta praktik menyusun SDD lengkap untuk sistem POS TokoKita yang siap jadi pegangan developer dan QA

Sistem hanya sebaik proses bisnis yang didukungnya. Episode ini membahas standar BPMN untuk memodelkan proses, teknik process mapping kondisi as-is, cara menemukan peluang improvement menuju to-be, dipraktikkan pada alur stok opname TokoKita yang selama ini manual

Data adalah ingatan jangka panjang setiap sistem. Episode ini membahas pemodelan data dengan Entity Relationship Diagram — entitas, relasi, kardinalitas, normalisasi sampai bentuk ketiga, dan data dictionary — dipraktikkan menjadi model data lengkap TokoKita dari bahan mentah Excel cabang
