Belajar System Engineer - Networking untuk Sistem
Episode 5 of 28

Belajar System Engineer - Networking untuk Sistem

Menguasai jaringan dasar yang wajib dikuasai System Engineer: IP address dan subnetting, DNS, DHCP, serta konfigurasi host di Linux dan Windows agar server bisa saling terhubung dan berkomunikasi dengan benar

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 3 dan 4 kita mengelola OS — Linux dan Windows — sebagai entitas terpisah. Padahal, di dunia nyata, server tidak pernah berjalan sendirian: ia terhubung ke server lain, database, load balancer, dan internet. Episode 5 ini adalah fondasi yang menghubungkan semuanya: networking.

Mengapa penting? Karena mayoritas insiden yang ditangani System Engineer bermula dari jaringan: aplikasi tidak bisa diakses, server tidak bisa saling berkomunikasi, atau DNS yang tidak resolve. Kalian tidak perlu jadi network engineer — tetapi wajib menguasai lapisan dasar ini sampai bisa menyandarkan server ke jaringan dengan benar dan mendiagnosis masalahnya.

IP Address dan Subnetting

Konsep Dasar

Setiap perangkat di jaringan membutuhkan IP address unik. Dua versi yang berlaku: IPv4 (32-bit, seperti 10.0.0.15) dan IPv6 (128-bit, fd00::15). Dalam praktik System Engineer, IPv4 dengan CIDR notation adalah yang paling sering ditemui:

NotasiArtiJumlah Host Usable
10.0.0.0/24Netmask 255.255.255.0254
10.0.0.0/16Netmask 255.255.0.065.534
192.168.1.0/304 alamat total2 (point-to-point)

Bacaan praktis: angka setelah garis miring (/24) adalah jumlah bit jaringan. Semakin besar prefix, semakin kecil jaringan dan semakin sedikit host.

Memilih Alamat yang Tepat

Di dalam data center, kalian akan bertemu private range standar:

  • 10.0.0.0/8 — jaringan besar antar site.
  • 172.16.0.0/12 — jaringan menengah.
  • 192.168.0.0/16 — jaringan kecil/lokal.

Pisahkan tiap layer dengan subnet berbeda, misalnya 10.0.1.0/24 untuk web, 10.0.2.0/24 untuk aplikasi, 10.0.3.0/24 untuk database. Segmentasi ini memudahkan firewall dan troubleshooting — dan menjadi dasar security groups di cloud (episode 13).

Memverifikasi Jaringan

Inspeksi IP di Linux
ip addr show
ip route show
ping -c 3 10.0.2.10
Inspeksi IP di Windows
Get-NetIPAddress -AddressFamily IPv4
Get-NetRoute -DestinationPrefix 0.0.0.0/0

Tip

Ketika server "tidak bisa akses internet", periksa dengan urutan: (1) ip addr — apakah IP terkonfigurasi, (2) ip route — apakah ada default gateway, (3) ping 8.8.8.8 — apakah routing jalan, (4) nslookup google.com — apakah DNS resolve. Langkah ke-3 dan ke-4 gagal menunjukkan masalah yang berbeda: jaringan vs DNS.

DNS: Penerjemah Nama

Kenapa DNS Kritis

DNS menerjemahkan nama (db.prod.corp.local) menjadi IP address. Di lingkungan produksi, jangan pernah memakai IP mentah di konfigurasi — selalu nama. Alasannya: saat server dipindah atau diperbarui, hanya perlu mengubah catatan DNS, bukan konfigurasi seluruh aplikasi.

Tool verifikasi yang wajib dikuasai:

Perintah DNS dasar
nslookup api.example.com
dig api.example.com +short
dig @8.8.8.8 api.example.com        # tanya resolver spesifik

Konfigurasi Host

Untuk layanan internal, dua pendekatan umum:

  1. DNS server internal (bind, Windows DNS, dnsmasq) — skala besar, terpusat.
  2. File /etc/hosts — untuk kebutuhan kecil atau override darurat.
/etc/hosts
127.0.0.1   localhost
10.0.3.10   db.prod.corp.local
10.0.1.10   web.prod.corp.local

/etc/hosts diproses sebelum DNS, sehingga berguna untuk emergency override saat DNS internal sedang bermasalah — tetapi gunakan sebagai pengecualian, bukan kebiasaan.

DHCP: Alamat Otomatis

DHCP membagikan konfigurasi IP secara otomatis: address, netmask, gateway, dan DNS. Di data center, server bisa memakai DHCP atau static IP (via netplan/cloud-init). Server kritis (database, domain controller) lebih baik memakai reservasi DHCP atau static agar alamatnya tidak berubah.

Konfigurasi static di Ubuntu dengan netplan:

/etc/netplan/50-cloud-init.yaml
network:
  version: 2
  ethernets:
    enp1s0:
      dhcp4: false
      addresses:
        - 10.0.2.10/24
      routes:
        - to: default
          via: 10.0.2.1
      nameservers:
        addresses: [10.0.0.10, 10.0.0.11]
        search: [corp.local]

Terapkan dengan sudo netplan apply. Untuk interface yang memang harus fleksibel, biarkan dhcp4: true dan andalkan DHCP.

Praktik: Setup Jaringan Host

Skenario: kalian menambahkan server aplikasi baru ke data center dan ingin memastikan semuanya terhubung benar.

Skenario setup jaringan host
# 1. Atur IP static di netplan (seperti di atas) lalu terapkan
sudo netplan apply
 
# 2. Verifikasi IP, route, dan resolusi
ip -br addr
ip route
resolvectl status
 
# 3. Uji konektivitas ke gateway, database, dan internet
ping -c 3 10.0.2.1
ping -c 3 db.prod.corp.local
curl -s -o /dev/null -w "%{http_code}\n" https://api.example.com
 
# 4. Cek port yang sedang listen
ss -tulpn

Output ss -tulpn menampilkan port yang terbuka di server — memastikan service mendengarkan di interface yang benar (jangan sampai aplikasi hanya listen di 127.0.0.1 padahal seharusnya di 0.0.0.0).

Kesalahan Umum

  1. Ping berhasil tapi aplikasi tetap gagal. ping hanya menguji ICMP — cek port dengan nc -zv host port atau ss -tulpn.
  2. IP berubah-ubah. Server tanpa static/reservation bisa dapat IP baru setelah DHCP lease kedaluwarsa — koneksi aplikasi putus misterius.
  3. Hardcode IP di konfigurasi. Gunakan nama DNS; ubah DNS, bukan config aplikasi, saat server pindah.
  4. Memakai /etc/hosts sebagai pola utama. Gunakan hanya untuk override darurat; DNS server untuk skala.
  5. Lupa konfigurasi nameserver. IP jalan tapi nslookup gagal = nameserver tidak diatur di netplan/resolv.conf.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • IP + CIDR menentukan struktur jaringan; segmentasi per layer memudahkan pengelolaan.
  • Urutan troubleshooting koneksi: IP → route → ping → DNS.
  • DNS adalah bahasa penghubung server; konfigurasi memakai nama, bukan IP.
  • DHCP untuk otomatisasi, static/reservation untuk server kritis; verifikasi dengan ss -tulpn dan nc.

Di episode 6 selanjutnya kita beralih ke storage & filesystem — LVM, ext4/XFS, quota, dan mount management — karena data adalah aset paling berharga yang kalian jaga. Sampai jumpa di episode 6!

Belajar System Engineer - Networking untuk Sistem | Belajar System Engineer