Belajar System Engineer - Storage & Filesystem
Episode 6 of 28

Belajar System Engineer - Storage & Filesystem

Menguasai pengelolaan penyimpanan di server Linux: manajemen disk dengan LVM, pemilihan filesystem ext4 dan XFS, mount management via fstab, serta pengaturan kuota untuk mengendalikan pemakaian disk

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah server bisa berkomunikasi lewat jaringan (episode 5), saatnya membahas apa yang paling kalian lindungi: data. Episode 6 ini mengajarkan pengelolaan penyimpanan di Linux — dari mengenali perangkat disk, membangun volume yang fleksibel dengan LVM, memilih filesystem yang tepat, hingga mengendalikan pemakaian dengan quota.

Mengapa topik ini penting? Karena hampir semua kegagalan sistem di data center pada akhirnya soal storage: disk penuh, filesystem korup, atau mount yang hilang saat boot. System Engineer yang menguasai storage bisa mencegah "disk 100%" yang selalu menjadi penyebab pertama down di jam sibuk — dan tahu cara mengatasinya tanpa panik.

Memahami Perangkat Disk

Sebelum menyentuh apa pun, kalian harus tahu apa yang ada di server. Berbagai perintah inspeksi:

Inspeksi perangkat disk
lsblk                  # struktur block device (paling informatif)
fdisk -l               # daftar disk (perlu sudo)
lsblk -f               # sertakan type filesystem & UUID
Contoh output lsblk
NAME          MAJ:MIN RM  SIZE RO TYPE MOUNTPOINT
sda             8:0    0   60G  0 disk
├─sda1          8:1    0    1G  0 part /boot
└─sda2          8:2    0   59G  0 part
  └─vgdata-lvroot
              253:0    0   59G  0 lvm  /

Perhatikan tipe lvm — inilah kunci fleksibilitas yang akan kita bedah.

LVM: Logical Volume Manager

Kenapa LVM?

LVM adalah lapisan abstraksi antara disk fisik dan filesystem. Alih-alih mengikat filesystem langsung ke satu partisi, LVM memecahnya menjadi tiga komponen: Physical Volume (PV)Volume Group (VG)Logical Volume (LV).

KomponenPeranAnalogi
Physical VolumeDisk/partisi mentahGudang kosong
Volume GroupPool dari banyak PVKawasan pergudangan
Logical VolumeVolume logis untuk filesystemGudang dengan dinding yang bisa digeser

Keunggulan utamanya: resize fleksibel — menambah kapasitas bisa dilakukan saat sistem berjalan tanpa downtime. Inilah alasan LVM dipasang default di installer Ubuntu/RHEL modern.

Praktik LVM

Skenario: kalian punya dua disk baru (/dev/sdb, /dev/sdc) untuk data aplikasi.

Buat PV, VG, dan LV
sudo pvcreate /dev/sdb /dev/sdc
sudo vgcreate vgdata /dev/sdb /dev/sdc
sudo lvcreate -L 50G -n lvdata vgdata
sudo mkfs.xfs /dev/vgdata/lvdata
sudo mkdir -p /data
sudo mount /dev/vgdata/lvdata /data

Dua bulan kemudian storage menipis — tambah kapasitas tanpa downtime:

Perluas LV saat runtime
sudo lvextend -L +20G /dev/vgdata/lvdata
sudo xfs_growfs /data        # XFS: perluas filesystem di atas LV

Jangan lupa pasang di fstab agar mount permanen (prinsip sama seperti episode 3):

/etc/fstab
/dev/vgdata/lvdata  /data  xfs  defaults,nofail  0 2

Warning

Perluas LV dengan lvextend belum memperbesar filesystem — harus diikuti xfs_growfs (XFS) atau resize2fs (ext4). Kesalahan paling umum: lvdisplay menunjukkan LV besar tapi df -h tetap kecil, karena filesystem di dalamnya belum di-grow.

Memilih Filesystem: ext4 vs XFS

Dua filesystem yang paling umum di server Linux:

Aspekext4XFS
StabilitasSangat stabil, default Debian/UbuntuSangat stabil, default RHEL/Rocky
Ukuran file besarHingga 16 TBHingga 8 EB
Pertumbuhan onlineYa (extend)Ya (xfs_growfs, extend-only)
Shrink (mengecilkan)BisaTidak bisa
Cocok untukPartisi root, workload umumFile besar, database, media

Panduan praktis: untuk root dan kebutuhan umum pakai ext4; untuk volume data besar yang jarang di-shrink pakai XFS. Jangan lupa, XFS tidak bisa dikurangi ukurannya — rencanakan ukuran dari awal atau manfaatkan LVM agar tetap fleksibel.

Quota: Mengendalikan Pemakaian Disk

Quota membatasi pemakaian disk per user atau group — penting saat satu server dipakai banyak orang (home directory, shared storage). Setup singkat di ext4:

Aktifkan quota di mount
# Edit /etc/fstab: tambahkan opsi usrquota,grpquota
# /dev/vgdata/lvdata  /data  ext4  defaults,usrquota,grpquota  0 2
 
sudo mount -o remount /data
sudo quotacheck -cum /data
sudo quotaon /data
sudo edquota -u alice        # set soft/hard limit interaktif

Atau set lewat perintah langsung:

Cek & set quota
repquota /data                 # laporan pemakaian semua user
sudo setquota -u alice 5G 6G 0 0 /data   # soft 5G, hard 6G

Soft limit memberi peringatan (grace period), hard limit menghentikan penulisan sama sekali. Gunakan keduanya untuk mencegah satu user menghabiskan seluruh disk.

Monitoring Storage

Kebiasaan yang harus jadi otomatis: memantau disk sebelum penuh.

Cek pemakaian storage
df -h | grep -v tmpfs
du -sh /data/*
sudo iostat -x 2 3        # detail I/O per device

Di episode 10 kita akan otomasi alerting saat disk melewati ambang batas. Untuk sekarang, tanamkan kebiasaan membaca df -h dan iostat setiap kali menangani server.

Praktik: Kelola Storage

Skenario ringkas untuk diulang di VM:

Skenario lengkap manajemen storage
# 1. Lihat disk yang tersedia
lsblk -f
 
# 2. Buat LV 10G dari VG yang ada
sudo lvcreate -L 10G -n lvbackup vgdata
sudo mkfs.ext4 /dev/vgdata/lvbackup
 
# 3. Mount permanen dengan nofail
echo "/dev/vgdata/lvbackup /backup ext4 defaults,nofail 0 2" | sudo tee -a /etc/fstab
sudo mkdir -p /backup && sudo mount -a
 
# 4. Verifikasi
df -h /backup
findmnt /backup

Kesalahan Umum

  1. LV diperluas tapi filesystem tidak di-grow — lupa xfs_growfs/resize2fs.
  2. Memakai nama /dev/sdX di fstab — berubah antar boot; pakai UUID atau nama LV (stabil).
  3. XFS dicoba di-shrink — operasi tidak didukung; rencanakan sejak awal.
  4. Tanpa quota di server multi-user — satu user bisa menghabiskan seluruh disk.
  5. Tidak ada alert disk — disk penuh selalu terjadi "tiba-tiba" saat tidak dipantau.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Kenali disk dengan lsblk; pahami alur PV → VG → LV di LVM.
  • LVM memberi fleksibilitas resize tanpa downtime — ikuti dengan xfs_growfs/resize2fs.
  • ext4 untuk kebutuhan umum, XFS untuk data besar (tapi tidak bisa di-shrink).
  • Quota (soft/hard limit) dan monitoring df -h mencegah disk penuh.

Di episode 7 selanjutnya kita akan membahas virtualization & containers — KVM/Proxmox, Docker, dan container runtime — cara standar dunia modern menjalankan banyak workload di atas satu server. Sampai jumpa di episode 7!

Belajar System Engineer - Storage & Filesystem | Belajar System Engineer