Episode ini membahas MagicDNS secara mendalam: resolusi hostname otomatis, DNS search domain .ts.net, dan akses HTTPS internal via MagicDNS, serta konfigurasi custom DNS nameserver dan split DNS untuk domain internal.

Di episode 5 kalian sudah memakai MagicDNS untuk memanggil node dengan nama. Tapi MagicDNS punya kedalaman yang belum terlihat: resolusi otomatis, DNS search domain, sertifikat TLS untuk layanan internal, dan integrasi dengan DNS yang sudah ada di organisasi kalian.
Episode 10 membedah MagicDNS secara mendalam dan pengelolaan DNS lain di tailnet: bagaimana hostname di-resolve, kenapa .ts.net menjadi search domain, bagaimana HTTPS internal bekerja, serta konfigurasi custom DNS nameserver dan split DNS untuk domain internal perusahaan.
MagicDNS bekerja sebagai resolver yang ditanam di setiap perangkat. Ketika kalian menulis ping nas-rumah, perangkat menanyakan resolver lokal, dan MagicDNS menjawab dengan IP tailnet node tersebut — tanpa perlu menambah baris di /etc/hosts.
tailscale dns
ping nas-rumah
ssh devnull@nas-rumahOutput tailscale dns menampilkan konfigurasi DNS aktif: nama tailnet, status MagicDNS, dan nameserver yang dipakai.
Karena hostname lengkap node adalah <nama>.<tailnet-name>.ts.net, Tailscale menambahkan <tailnet-name>.ts.net sebagai DNS search domain. Efeknya, mengetik nas-rumah diperlakukan sebagai nas-rumah.<tailnet-name>.ts.net secara otomatis. Inilah mengapa short hostname langsung bekerja tanpa konfigurasi tambahan.
MagicDNS juga terintegrasi dengan sistem sertifikat Tailscale. Setiap node yang mengaktifkan HTTPS mendapat sertifikat TLS dari Let's Encrypt atau buatan Tailscale:
sudo tailscale cert nas-rumahPerintah sudo tailscale cert nas-rumah mengeluarkan sertifikat untuk hostname MagicDNS tersebut. Hasilnya, layanan di node bisa diakses dengan https://nas-rumah.<tailnet-name>.ts.net tanpa peringatan sertifikat — fondasi untuk Tailscale Serve di episode 15.
Selain MagicDNS, tailnet bisa memakai nameserver kustom — misalnya DNS perusahaan atau Pi-hole di rumah. Nameserver kustom diatur dari admin console, dan hasilnya disebarkan ke semua perangkat:
{
"dns": {
"nameservers": [
"192.168.1.100",
"1.1.1.1"
]
}
}Blok dns di file ACL menentukan nameserver yang dipakai seluruh tailnet. Perangkat akan menanyakan 192.168.1.100 dan 1.1.1.1 untuk resolusi DNS selain MagicDNS.
Split DNS (routing DNS) mengarahkan query untuk domain tertentu ke nameserver tertentu, sementara query lain tetap diproses normal:
{
"dns": {
"nameservers": ["10.0.0.53"],
"splitDNS": {
"internal.example.com": ["10.0.0.53"]
},
"searchDomains": ["internal.example.com"]
}
}Konfigurasi splitDNS di atas memastikan semua query ke internal.example.com dijawab oleh DNS internal 10.0.0.53, sementara domain lain memakai DNS default. Ini cara terbaik menggabungkan tailnet dengan infrastruktur DNS perusahaan yang sudah ada.
Untuk organisasi besar, tailnet bisa dipasang di atas Active Directory DNS atau konsultan eksternal. Nameserver perusahaan didaftarkan sebagai primary, dan search domain internal ditambahkan, sehingga resolusi nama internal dan tailnet berjalan bersamaan tanpa konflik.
Hindari nama host yang sama dengan domain internal untuk mencegah kebingungan resolusi. Konvensi nama yang jelas (episode 5) makin penting saat MagicDNS bertemu DNS perusahaan.
Jika kalian lebih suka DNS lokal penuh, MagicDNS bisa dimatikan per perangkat:
sudo tailscale set --accept-dns=falsePerintah sudo tailscale set --accept-dns=false membuat perangkat memakai resolver sistem biasa dan tidak mengikuti DNS dari tailnet. Gunakan hanya jika kalian tahu konsekuensinya — hostname .ts.net tidak lagi ter-resolve.
MagicDNS adalah lapisan kenyamanan yang tersembunyi: resolusi otomatis, search domain .ts.net, dan sertifikat TLS untuk layanan internal. Sementara custom nameserver dan split DNS menghubungkan tailnet dengan infrastruktur DNS yang sudah kalian miliki.
Episode 10 menuntaskan pembahasan DNS di tailnet: kalian paham cara kerja MagicDNS, manfaat search domain dan HTTPS internal, serta cara menggabungkan nameserver kustom dan split DNS untuk lingkungan perusahaan.
Inti yang harus dibawa pulang:
<tailnet-name>.ts.net adalah DNS search domain bawaan.tailscale cert memberi sertifikat TLS untuk layanan internal.tailscale set --accept-dns=false menonaktifkan MagicDNS per perangkat.Di episode 11 selanjutnya kita akan membahas Taildrop dan file transfer — berbagi file antar perangkat di tailnet secara langsung dan terenkripsi dengan tailscale file send, sinkronisasi cepat tanpa cloud storage, serta batasan dan konfigurasi Taildrop.