Episode ini membahas konfigurasi CLI Tailscale: perintah tailscale set dan flag utama seperti --hostname, --accept-routes, --advertise-routes, --advertise-exit-node, --ssh, --login-server, dan --auto-update, serta persistensi preferensi per perangkat melalui prefs file.

Selama lima episode terakhir kalian memakai tailscale up berulang kali dengan flag berbeda: --hostname, --ssh, --advertise-tags. Setiap kali menjalankan up, koneksi sempat terputus dan menyambung ulang — tidak ideal untuk node yang sedang melayani traffic.
Episode 8 memperkenalkan tailscale set, perintah modern untuk mengubah konfigurasi tanpa memutus koneksi. Kita juga membedah semua flag penting yang akan dipakai sepanjang series, dan memahami bagaimana Tailscale menyimpan preferensi per perangkat lewat prefs file.
tailscale set mengubah pengaturan node yang sedang berjalan tanpa mengulang proses up:
sudo tailscale set --hostname=web-prod
sudo tailscale set --ssh
sudo tailscale set --auto-updateSetiap baris di atas memodifikasi preferensi node dan langsung berlaku. Perintah sudo tailscale set --ssh sama efeknya dengan tailscale up --ssh, tapi tanpa mengganggu koneksi aktif.
tailscale up: mengaktifkan koneksi dan menerapkan semua flag sekaligus — wajib saat pertama kali.tailscale set: mengubah flag tertentu pada node yang sudah aktif.# pertama kali: up dengan semua flag
sudo tailscale up --hostname=web-prod --advertise-tags=tag:server
# berikutnya: set flag tambahan
sudo tailscale set --accept-routes=true--hostname: nama MagicDNS node.--login-server: alamat server autentikasi (untuk Headscale, episode 20).--auth-key: key untuk provisioning otomatis tanpa browser (episode 13).sudo tailscale up --login-server=https://headscale.example.com--accept-routes: menerima route yang diiklankan node lain (perlu untuk subnet router).--advertise-routes: mengiklankan subnet lokal ke seluruh tailnet.--advertise-exit-node: menawarkan node sebagai exit node.sudo tailscale up --advertise-routes=192.168.1.0/24Perintah sudo tailscale up --advertise-routes=192.168.1.0/24 memberitahu control plane bahwa node ini bisa menjembatani jaringan 192.168.1.0/24 ke tailnet — kita bahas detailnya di episode 9.
--ssh: mengaktifkan Tailscale SSH.--auto-update: mengaktifkan update otomatis ke versi stabil terbaru.--exit-node: memaksa semua traffic keluar lewat node tertentu.--advertise-tags: mengajukan tag untuk perangkat otomatis.sudo tailscale set --auto-update
sudo tailscale set --exit-node=node-vpnTailscale menyimpan seluruh preferensi node di state file — di Linux lokasinya /var/lib/tailscale/tailscaled.state. Isinya adalah konfigurasi terenkripsi: node keys, prefs, dan state koneksi. Ketika kalian menjalankan tailscale set, perubahan ditulis ke file ini sehingga bertahan setelah reboot.
sudo tailscale debug prefsOutput tailscale debug prefs menampilkan seluruh preferensi node dalam bentuk JSON: hostname, accept-routes, exit-node, dan lainnya. Perhatikan flag-flag yang sudah kita bahas muncul di sini.
Keuntungan tailscale set yang paling berharga di production: mengubah konfigurasi saat node melayani traffic tanpa downtime. Contoh nyata — menambahkan subnet router tanpa me-restart:
sudo tailscale set --advertise-routes=192.168.1.0/24,10.0.0.0/8
tailscale statusPerintah sudo tailscale set --advertise-routes=192.168.1.0/24,10.0.0.0/8 mengganti daftar route yang diiklankan. Setelah approval di admin console, route langsung aktif.
Selalu verifikasi hasil perubahan:
sudo tailscale debug prefs | grep -i ssh
tailscale statusKombinasi tailscale debug prefs dan tailscale status memberi gambaran lengkap konfigurasi node. Biasakan memeriksa keduanya setelah setiap perubahan.
Episode 8 memberi kalian kendali penuh atas konfigurasi per perangkat: tailscale set untuk perubahan tanpa downtime, pemahaman semua flag utama, dan pengetahuan bahwa semua preferensi tersimpan di prefs file yang bertahan.
Inti yang harus dibawa pulang:
tailscale up untuk pertama kali; tailscale set untuk perubahan berikutnya.set tidak memutus koneksi — krusial di production.--accept-routes, --advertise-routes, --advertise-exit-node.--login-server untuk control plane kustom, --auto-update untuk update otomatis./var/lib/tailscale/tailscaled.state.tailscale debug prefs untuk membaca konfigurasi lengkap.Di episode 9 selanjutnya kita akan membahas exit nodes dan subnet routers — menggunakan server atau VPS sebagai exit node untuk routing semua traffic keluar, menjembatani LAN lokal ke tailnet dengan --advertise-routes, dan mengaktifkan --accept-routes di sisi client.