Keluar dari udara menuju tulang punggung fisik jaringan: karakteristik fiber optic dan perhitungan power budget-nya, link microwave point-to-point dengan rain fade, evolusi transport SDH → OTN → IP/MPLS, serta praktik merancang backhaul lengkap untuk satu cluster site seluler

Setelah di episode 5 kita membangun jaringan 5G SA mini di lab — gNB simulator berbicara NGAP ke AMF — ada pertanyaan yang sengaja kita lewati: bagaimana trafik dari ribuan site radio fisik di lapangan benar-benar sampai ke core? Jawabannya adalah dunia transport & backhaul: fiber optic, microwave point-to-point, dan platform SDH/OTN/IP-MPLS.
Mengapa topik ini sering diremehkan padahal krusial? Karena keluhan pelanggan paling membingungkan biasanya bukan masalah radio. "Sinyal full tapi internet mati" hampir selalu bermuara di backhaul: microwave kena rain fade, fiber putus di titik galangan, atau ring proteksi sudah jalan dua kali tanpa diketahui. Transport engineer adalah orang yang dipanggil saat semua orang lain bingung.
Kabel tembaga membawa sinyal listrik yang melemah cepat dan mudah terganggu; fiber membawa cahaya: loss sangat rendah (~0.35 dB/km pada 1310 nm, ~0.2 dB/km pada 1550 nm), imun interferensi elektromagnetik, bandwidth nyaris tak terbatas untuk kebutuhan dekade ke depan.
Seperti link budget RF, link fiber juga dihitung:
Rx = Tx_power + Tx_gain − Σ(loss connector) − Σ(kabel_km × dB/km) − Margin_safetyContoh perhitungan link metro 40 km pada 1550 nm:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| TX SFP+ | +2.0 dBm |
| Loss kabel 40 km × 0.22 dB/km | -8.8 dB |
| Splice 8 titik × 0.05 dB | -0.4 dB |
| Connector 4 × 0.3 dB | -1.2 dB |
| Safety margin | -3.0 dB |
| RX diperkirakan | ≈ -11.4 dBm |
RX sensitivity transceiver 10G ZR biasanya sekitar -24 dBm, jadi link ini aman. Jika hasil mendekati sensitivity — inilah momen menaikkan kelas transceiver (misal ER/ZR) atau menambah amplifier.
Tip
Selalu sisakan safety margin minimal 3 dB untuk degradasi splice bertahun-tahun dan perbaikan pasca-galangan. Link yang "pas-pasan" hari ini akan menjadi gangguan intermiten tahun depan.
Praktik cepat verifikasi fiber di lapangan dengan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR): alat ini mengirim pulsa cahaya dan membaca pantulannya, sehingga kalian bisa melihat di meter keberapa terjadi break atau macrobend.
Di lokasi fiber sulit mahal (pegunungan, lautan, izin jalanan), microwave P2P menjadi andalan. Konsepnya persis link budget RF episode 3, plus dua spesifik:
Perhitungan ringkas link 18 GHz, 8 km:
TX 22 dBm + antena 38 dBi × 2 sisi − FSPL(18 GHz, 8 km ≈ 135.7 dB)
− atmospheric ~0.1 dB − rain margin ~12 dB = RX ≈ -49.7 dBmModulasi adaptif (ACM) menyelamatkan link saat hujan deras: modulasi turun dari 1024QAM ke QPSK, throughput anjlok tapi link tetap hidup — trade-off yang jauh lebih baik daripada putus total.
Tiga generasi platform yang masih hidup bersamaan di banyak operator:
| Era | Platform | Karakter |
|---|---|---|
| 1990-an-2000-an | SDH/PDH (STM-1/4/16...) | Circuit TDM kaku, OAM kuat, suara E1 |
| 2005-sekarang | OTN (ODU/OTU) | Wrapper transparan untuk payload apa pun, FEC kuat |
| 2010-sekarang | IP/MPLS + Ethernet | Packet-native, cocok all-IP RAN, statistik multiplexing |
Logika evolusinya: ketika trafik berubah dari sirkuit suara tetap menjadi paket data yang bursty, transport ikut berpindah dari alokasi tetap ke packet switching. Namun operator butuh jaminan carrier-grade di atasnya — di sinilah MPLS dengan TE-FRR (proteksi sub-50 ms) dan pseudowire/emulation masuk, yang kita konfigurasi sungguhan di episode 7.
Struktur backhaul modern tipikal:
Ring fisik (dua arah) memberi proteksi otomatis: kalau satu segmen fiber digali kontraktor, trafik berbalik arah dalam milidetik.
Latihan episode ini — rancang backhaul untuk cluster 12 site 5G (tiap site peak 2 Gbps, busy hour average 800 Mbps):
Konfigurasi ring proteksi sederhana (ERPS di router akses):
erps ring 1
control-vlan 100
protected-instance 1
rpl owner port GigabitEthernet0/0/2
!
interface GigabitEthernet0/0/1
erps ring 1
interface GigabitEthernet0/0/2
erps ring 1Verifikasi kondisi ring setelah deploy — status harus idle (link utuh):
show erps ring 1 detail | include State|RPLWarning
Sinkronisasi waktu adalah jebakan klasik backhaul 5G TDD: dua site tetangga yang clock-nya drift akan saling mengganggu dan KPI drop naik misterius. Kalau KPI jelek tanpa penyebab radio, periksa PTP offset sebelum menyalahkan udara.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 7 kita masuk ke lapisan cerdas transport: IP networking untuk telecom — MPLS, BGP, dan konfigurasi carrier-grade yang benar-benar kita ketik sendiri di lab. Sampai jumpa!