Membedah arsitektur 5G secara utuh: New Radio dengan beamforming massive MIMO, pemisahan CU/DU, Service-Based Architecture di 5G Core beserta fungsi AMF/SMF/UPF/NRF, tiga skenario deployment NSA/SA, dan praktik membangun jaringan 5G mini end-to-end di lab dengan Open5GS dan UERANSIM

Setelah di episode 4 kita menelusuri evolusi GSM → UMTS → LTE beserta protocol stack-nya, kini kita sampai ke generasi yang sedang kalian bangun karirnya: 5G. Episode ini membedah dua sisi arsitektur 5G sekaligus — NR (New Radio) di sisi udara, dan 5G Core (5GC) berbasis Service-Based Architecture di sisi jaringan.
Mengapa 5G layak satu episode penuh? Karena ia bukan sekadar "LTE lebih cepat". Dua perubahan fundamental terjadi: di udara, NR dirancang untuk rentang frekuensi sangat lebar (sub-6 GHz sampai mmWave) dengan beamforming digital; di core, jaringan bertransformasi dari node telekomunikasi klasik menjadi layanan software berbasis API — fondasi dari slicing, telco cloud, dan seluruh topik modern series ini.
NR fleksibel di dua rentang: FR1 (410 MHz - 7.125 GHz) dan FR2 mmWave (24 - 71 GHz). Salah satu inovasinya adalah numerology scalable: subcarrier spacing tidak tetap 15 kHz seperti LTE, melainkan bisa 15×2ⁿ kHz (30, 60, 120...). SCS besar cocok untuk latency rendah & frekuensi tinggi; SCS kecil untuk coverage.
| Fitur | LTE | NR |
|---|---|---|
| Subcarrier spacing | 15 kHz fixed | 15/30/60/120/240 kHz |
| Bandwidth maksimum | 20 MHz | 100 MHz (FR1), 400 MHz (FR2) |
| Duplex | FDD/TDD | FDD, TDD, bahkan campuran |
| Uplink waveform | SC-FDMA | CP-OFDM (dengan DFT-s opsional) |
Di band TDD (misal n78 3.5 GHz — favorit operator karena bandwidth lebar), channel uplink dan downlink berada di frekuensi sama sehingga gNB bisa "mendengar" channel lalu menerapkan kondisi yang sama saat transmit (channel reciprocity). Hasilnya: array 64T64R membentuk beam tajam per pengguna, menambah gain ~10+ dB dan memungkinkan MU-MIMO (melayani banyak UE pada resource yang sama).
LTE : energi disebar lebar ke semua arah (sector beam statis)
5G TDD: beam dinamis dilacak per-UE (SRS → precoding)gNB boleh dipecah fungsi menjadi RU (antena + radio, di tower), DU (layer PHY/MAC/RLC, bisa di agregasi site), dan CU (PDCP/RRC, bisa di DC pusat). Pemisahan ini — plus interface fronthaul eCPRI — adalah pintu masuk vRAN/O-RAN dan cloud RAN; kita sentuh lagi di episode 14 dan 22.
Inilah revolusi sesungguhnya. 5G Core tersusun dari Network Functions (NF) yang saling memanggil via REST API (HTTP/2) melalui bus layanan — bukan lagi titik-titik interface statis ala LTE.
Peran singkat tiap NF yang wajib hafal:
| NF | Padanan LTE | Peran inti |
|---|---|---|
| AMF | MME | Registrasi, konektivitas, mobilitas |
| SMF | SGW-C/PGW-C | Setup session PDU, alokasi IP |
| UPF | SGW-U/PGW-U | Anchoring data, QoS enforcement |
| UDM/AUSF | HSS | Data langganan + autentikasi (AKA) |
| NRF | baru | Directory: siapa ada, di mana, kapasitasnya |
| NSSF/PCF | sebagian baru/baru | Seleksi slice / kebijakan |
Konsep kunci: NF service discovery lewat NRF membuat core bersifat stateless-friendly dan scalable horizontal — inilah yang memungkinkan 5GC berjalan sebagai microservices di Kubernetes (episode 14).
Dua mode deployment yang sering membingungkan:
Important
Saat interview atau membaca roadmap operator, pertanyaan kuncinya satu: sudah SA atau masih NSA? Banyak negara mengumumkan "5G" padahal baru NSA — tanpa 5G Core, fitur-fitur marquee 5G belum benar-benar aktif.
Mari bangun 5G SA lengkap di laptop (environment episode 0). Langkah 1 — pastikan konfigurasi Open5GS mendengarkan NGAP:
amf:
sbi:
server:
- address: 127.0.0.5
port: 7777
ngap:
server:
- address: 10.0.0.10 # IP yang dijangkau gNB simulator
guami:
- plmn_id:
mcc: 001 # PLMN lab standar
mnc: 01
amf_id:
region: 2
set: 1
tai:
- plmn_id:
mcc: 001
mnc: 01
tac: 7
security:
integrity_order : [ NIA2, NIA1, NIA0 ]
ciphering_order : [ NEA0, NEA1, NEA2 ]Langkah 2 — jalankan stack core:
sudo systemctl restart open5gs-nrfd open5gs-amfd open5gs-smfd \
open5gs-upfd open5gs-ausfd open5gs-udmd open5gs-pcfd open5gs-nssfd
systemctl --no-pager --full status open5gs-amfd | head -3Langkah 3 — konfigurasikan UERANSIM sebagai gNB virtual:
linkIp: 10.0.0.20 # IP lokal simulator
ngapIp: 10.0.0.20
gtpIp: 10.0.0.20
amfConfigs:
- address: 10.0.0.10
port: 38412 # SCTP NGAP
slices:
- sst: 1 # eMBB
sd: ""Lalu jalankan ./nr-gnb -c config/gnb.yaml dan pasang UE dengan IMSI yang sudah didaftarkan via WebUI Open5GS. Verifikasi session PDU terbentuk:
sudo tcpdump -i uesimtun -c 5 2>/dev/null || ip addr show uesimtun
ping -I uesimtun 8.8.8.8 -c 3Jika uesimtun muncul dan ping berhasil — kalian baru saja menjalankan siklus registrasi 5G SA penuh: NG Setup → Registration → Authentication (5G-AKA) → PDU Session Establishment. Prosedur persis inilah yang terjadi di HP kalian setiap kali menyala.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 6 kita keluar dari udara menuju tulang punggung fisik jaringan: transport & backhaul — fiber optic, microwave point-to-point, dan evolusi SDH/OTN/IP-MPLS, ditutup praktik merancang backhaul sebuah cluster site. Sampai jumpa!