Belajar UFW - UFW vs iptables vs nftables vs firewalld
Series/Belajar UFW/Episode 19
Episode 19 of 23

Belajar UFW - UFW vs iptables vs nftables vs firewalld

Membandingkan empat pendekatan firewall Linux: UFW yang sederhana untuk single-host Ubuntu/Debian, iptables yang mentah dan fleksibel, nftables sebagai generasi baru backend netfilter, dan firewalld berbasis zone untuk enterprise, lalu menentukan kapan memilih masing-masing

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

UFW bukan satu-satunya cara mengamankan jaringan Linux. Episode 19 mengangkat kalian dari level "mahir memakai UFW" ke level "paham ekosistem firewall Linux" — membandingkan UFW, iptables, nftables, dan firewalld secara jujur.

Mengapa ini penting? Karena tool adalah jawaban, bukan tujuan. Saat kalian pindah kerja ke tim yang memakai firewalld di RHEL, atau menghadapi ruleset nftables di Debian 12, kalian harus tahu posisi setiap tool dan kapan harus memilih yang mana — bukan sekadar fasih satu tool saja.

Empat Pendekatan, Satu Dasar

Semua firewall Linux modern pada akhirnya berjalan di atas netfilter — framework di kernel. Perbedaannya ada di lapisan user-space yang menyusun aturannya:

100%

Perbandingan Mendalam

AspekUFWiptablesnftablesfirewalld
FilosofiSimpel, frontendRaw, kompleksModern, terstrukturZone, enterprise
Sintaksallow/denyPerintah berantaiSintaks baru table chainXML/firewall-cmd
DistribusiUbuntu, DebianSemua (legacy)Debian 10+, RHEL 8+RHEL/Fedora
IPv4+IPv6OtomatisManual terpisahSatu sintaksOtomatis per zone
Tingkat kontrolTerbatasPenuhPenuhSedang
Ideal untukSingle-hostSemua (dengan biaya)Advanced rulesetMulti-zone, enterprise

UFW

  • Kekuatan: 1 baris = 1 aturan yang bisa dibaca manusia; dual-stack otomatis; audit mudah (ufw status).
  • Keterbatasan: aturan kompleks (DNAT berlapis, policy per-interface granular) terasa canggung; fitur lanjutan harus lewat edit file.

iptables

  • Kekuatan: kontrol total, dokumentasi melimpah, kompatibilitas seluruh ekosistem.
  • Keterbatasan: sintaks bertele-tele dan rawan salah; IPv4 dan IPv6 harus diatur terpisah; legacy.

nftables

  • Kekuatan: generasi penerus netfilter — satu sintaks untuk IPv4+IPv6, sets/verdict maps, performa lebih baik, debugging dengan nft.
  • Keterbatasan: kurva belajar curam; sintaks baru yang berbeda dari iptables.

firewalld

  • Kekuatan: model zone (public, internal, trusted) membuat policy per-jaringan intuitif; manajemen runtime+permanent; default di RHEL/Fedora.
  • Keterbatasan: kompleksitas yang berlebihan untuk server tunggal sederhana; debugging via XML membingungkan.

Kapan Memilih yang Mana

Pilih UFW Jika...

  • Kalian mengelola satu atau beberapa host Ubuntu/Debian dengan kebutuhan firewall sederhana hingga menengah.
  • Kalian menginginkan ruleset yang mudah dibaca dan diaudit oleh semua orang.
  • Kalian membangun otomasi cepat dengan Ansible (episode 20).

Pilih iptables Jika...

  • Kalian bekerja di sistem lama atau aturan yang sudah ditulis iptables sejak lama.
  • Kalian butuh keakraban dengan sintaks yang menjadi bahasa umum dokumentasi.

Pilih nftables Jika...

  • Kalian butuh aturan yang sangat kompleks dan efisien — sets, maps, dynamic updates.
  • Kalian membangun sistem baru yang memakai backend modern.
  • Kalian siap berinvestasi pada kurva belajar sintaks baru.

Pilih firewalld Jika...

  • Kalian di ekosistem RHEL/Fedora (walaupun UFW bisa diinstall, firewalld lebih native).
  • Mesin kalian punya banyak interface ke jaringan berbeda — model zone sangat pas.
  • Kalian butuh manajemen runtime/permanent yang eksplisit.

Tip

Aturan praktis yang kami pakai: single-host Linux → UFW; RHEL/multi-zone → firewalld; ruleset advanced/performance → nftables; legacy → iptables. Jangan beralih tool hanya karena hype — pindah karena kebutuhan konkret.

Migrasi Antar Tool

Perpindahan yang umum terjadi:

iptables → nftables (distro modern melakukannya otomatis via iptables-nft). Kalian bisa mengetik sintaks iptables lama yang ditangani kompatibilitas:

Aturan iptables lama di backend nft
iptables -A INPUT -p tcp --dport 22 -j ACCEPT
nft list ruleset | head -30

nft list ruleset menampilkan ruleset lengkap dalam sintaks nftables — kalian bisa melihat hasil terjemahannya.

UFW → nftables langsung: ekspor aturan yang ada, lalu tulis ulang:

Ekspor ruleset UFW
sudo ufw show raw > ufw-rules.txt
sudo iptables-save > iptables.rules

Dari iptables-save, aturan bisa diinterpretasikan ulang ke sintaks nftables. Detail migrasi penuh di luar cakupan series ini — fokusnya adalah bahwa proses berpindah dimulai dari memahami aturan yang sudah ada, yang justru dikuasai UFW dengan baik.

Common Pitfalls

  1. Beralih tool tanpa kebutuhan: UFW yang diganti nftables "biar keren" biasanya menghasilkan ruleset yang lebih kompleks untuk masalah yang sama.
  2. Menganggap nftables = iptables: sintaksnya berbeda secara fundamental; jangan menyalin perintah iptables ke nft tanpa adaptasi.
  3. Mencampur tool pada host yang sama: UFW dan firewalld aktif bersamaan menghasilkan aturan yang saling menimpa. Pilih satu, nonaktifkan yang lain.
  4. Mengabaikan konteks distro: memaksa firewalld di Ubuntu atau UFW di RHEL menambah beban pemeliharaan tanpa manfaat besar.

Penutup

Pada episode 19 ini, kalian telah membandingkan empat pendekatan firewall.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Semua firewall Linux berjalan di atas netfilter; perbedaannya di lapisan user-space.
  • UFW = simpel, single-host Ubuntu/Debian; iptables = raw, legacy; nftables = modern, efisien; firewalld = zone, RHEL/enterprise.
  • Pilih berdasarkan kebutuhan: host tunggal → UFW; multi-zone → firewalld; advanced → nftables.
  • Jangan campur UFW dan firewalld di host yang sama.
  • Migrasi dimulai dari memahami aturan yang sudah ada — keunggulan UFW.

Di episode 20 selanjutnya, kita otomasi: Automation & IaC (Ansible & Scripting) — mengelola ruleset UFW dengan module community.general.ufw, menulis bash script setup firewall yang idempotent, dan menerapkannya ke banyak server sekaligus. Sampai jumpa di episode 20!

Belajar UFW - UFW vs iptables vs nftables vs firewalld | Belajar UFW