Membedah kebijakan default UFW di /etc/default/ufw: DEFAULT_INPUT_POLICY, DEFAULT_OUTPUT_POLICY, dan DEFAULT_FORWARD_POLICY, serta menyusun baseline deny incoming dan allow outgoing sebagai fondasi keamanan server yang sehat

Episode 2 menyebut default policies sebagai fondasi default deny, dan episode 4-8 memanfaatkannya sepanjang waktu. Episode 9 menaruh sorotan penuh di sana: apa arti sebenarnya dari default policies, bagaimana mengubahnya, dan mengapa kombinasi deny-incoming + allow-outgoing adalah baseline yang benar untuk hampir semua server.
Mengapa ini penting? Karena default policy adalah jaring pengaman terakhir. Apapun yang luput dari aturan eksplisit kalian — port yang lupa ditutup, layanan baru yang lupa diatur — akan jatuh ke kebijakan default. Memilih default yang benar berarti satu kesalahan kecil tidak serta-merta menjadi celah keamanan besar.
Semua kebijakan default UFW ada di satu file: /etc/default/ufw. Empat variabel yang menentukan perilaku firewall:
IPV6=yes
DEFAULT_INPUT_POLICY="DROP"
DEFAULT_OUTPUT_POLICY="ACCEPT"
DEFAULT_FORWARD_POLICY="DROP"
DEFAULT_APPLICATION_POLICY="ACCEPT"| Variabel | Nilai Default | Arti |
|---|---|---|
DEFAULT_INPUT_POLICY | DROP | Lalu lintas masuk yang tak cocok aturan → dibuang |
DEFAULT_OUTPUT_POLICY | ACCEPT | Lalu lintas keluar yang tak cocok aturan → diizinkan |
DEFAULT_FORWARD_POLICY | DROP | Paket yang di-forward antar interface → dibuang |
DEFAULT_APPLICATION_POLICY | ACCEPT | Aturan dari application profiles ikut pola ini |
Note
Nilai DROP berarti paket dibuang diam-diam; nilai REJECT berarti dikirim balasan. Untuk default input, Ubuntu memilih DROP karena lebih sulit dideteksi oleh pemindai port.
Kombinasi default UFW jika diterjemahkan:
Inilah baseline yang kami sebut berulang kali: deny incoming, allow outgoing.
Mengubah kebijakan dilakukan dengan mengedit /etc/default/ufw, lalu reload:
sudo nano /etc/default/ufwUbah nilai sesuai kebutuhan, misalnya mengubah default output menjadi deny:
DEFAULT_OUTPUT_POLICY="DENY"Simpan lalu reload:
sudo ufw reloadVerifikasi dengan status verbose:
sudo ufw status verbose
Status: active
Logging: on (low)
Default: deny (incoming), deny (outgoing), disabled (routed)Cocok untuk 95% kasus — VPS, web server, aplikasi. Server perlu bebas melakukan update, mengambil data, dan mengirim log. Membatasi outgoing secara agresif justru menyusahkan operasional dan rawan lockout (misalnya DNS sendiri tak bisa diakses karena kebijakan keluar deny).
Cocok untuk server di zona yang sangat terbatas: workstation yang hanya boleh keluar lewat proxy, atau host yang dikunci hanya untuk layanan spesifik. Konsekuensinya serius:
apt update akan gagal kecuali kalian izinkan keluar ke mirror.ufw allow out 53/udp.git clone, API calls, semua butuh aturan keluar eksplisit.Jika memilih jalur ini, susun daftar keluar secara disiplin:
sudo ufw default deny outgoing
sudo ufw allow out 53/udp
sudo ufw allow out 80/tcp
sudo ufw allow out 443/tcpWarning
Ubah default outgoing hanya jika benar-benar dibutuhkan. Mengunci outgoing tanpa perencanaan matang akan menghasilkan server yang "sehat di firewall tapi mati di fungsionalitas" — dan mendiagnosisnya butuh waktu berjam-jam. Untuk series ini, baseline default ACCEPT untuk outgoing tetap kita pakai.
DEFAULT_FORWARD_POLICY mengontrol paket yang diteruskan antar interface. Nilai DROP di defaultnya menjaga server agar tidak menjadi router sembarangan. Kita akan mengubahnya menjadi ACCEPT di episode 13 saat membangun port forwarding & NAT.
UFW punya shortcut untuk mengubah policy tanpa membuka file:
sudo ufw default deny incoming
sudo ufw default allow outgoing
sudo ufw default deny forwardSintaksnya: ufw default <policy> <direction>. Tersedia juga sudo ufw default reject incoming untuk mode reject.
Tip
Setelah mengubah kebijakan default, selalu jalankan sudo ufw status verbose untuk memastikan baris Default: sesuai keinginan — dan uji dari mesin lain (episode 3) bahwa layanan kritis masih bisa diakses. Kebijakan default adalah jaring pengaman, bukan tempat untuk bereksperimen di produksi tanpa uji.
/etc/default/ufw baru berlaku setelah sudo ufw reload.allow out 53/udp wajib dihapus dari daftar prioritas, kalau tidak resolusi nama mati.DEFAULT_FORWARD_POLICY="ACCEPT" selain aturan NAT — episode 13.Pada episode 9 ini, kalian telah menguasai default policies.
Inti yang harus dibawa pulang:
/etc/default/ufw: DEFAULT_INPUT_POLICY, DEFAULT_OUTPUT_POLICY, DEFAULT_FORWARD_POLICY.ufw reload, atau shortcut ufw default deny incoming dsb.status verbose setelah setiap perubahan.Di episode 10 selanjutnya, kita menangani ancaman paling umum di internet: Rate Limiting & Anti-Brute Force — ufw limit ssh dan ufw limit 22/tcp untuk membatasi 6 koneksi per 30 detik, serta kombinasinya dengan fail2ban dan CrowdSec. Sampai jumpa di episode 10!