Belajar UI Designer - Data Visualization UI
Episode 17 of 28

Belajar UI Designer - Data Visualization UI

Menyajikan data dengan jujur dan jelas: memilih chart yang tepat untuk cerita, merancang dashboard layout, dan menegakkan prinsip visualisasi data. Ditutup dengan praktik membangun dashboard pengeluaran Kantongin yang mudah dibaca sekilas

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 16 produk kita bergerak dengan baik, pada episode ini kita menyajikan data — dan bagi aplikasi keuangan seperti Kantongin, data adalah inti produknya: saldo, pengeluaran, tabungan, laporan. Dashboard yang baik bukan sekadar kumpulan chart cantik; ia adalah cerita yang bisa dibaca dalam sekejap.

Mengapa data visualization wajib dikuasai UI designer? Karena visualisasi data adalah desain yang paling mudah menipu — sumbu yang dipotong membuat perbandingan menyesatkan, warna merah-hijau membuat pengguna buta warna kehilangan informasi, chart 3D yang "menarik" justru merusak akurasi. UI designer bertanggung jawab agar data tersampaikan dengan jujur dan jelas.

Memilih Chart yang Tepat

Chart bukan dekorasi — ia alat komunikasi. Tiap jenis punya kekuatan:

Pertanyaan dataChart yang tepatContoh Kantongin
Perubahan seiring waktuLine chartTren pengeluaran 30 hari
Perbandingan kategoriBar chartPengeluaran per kategori
Bagian dari keseluruhanDonut/pie (≤ 5 slice)Porsi kategori bulan ini
Proporsi bertumpukStacked barPengeluaran per bulan per kategori
DistribusiHistogramRentang nominal transaksi
Dua variabelScatterJumlah vs nominal transaksi

Aturan kunci: jangan gunakan pie chart untuk lebih dari 5-6 bagian, dan jangan pakai 3D chart untuk data yang presisi. Jika pengguna perlu membandingkan akurat, bar chart hampir selalu lebih baik daripada pie.

Prinsip Visualisasi Data

Mulai Sumbu di Nol (untuk Perbandingan Jujur)

Memotong sumbu Y membuat selisih kecil tampak dramatis. Untuk perbandingan yang jujur, bar chart dimulai dari nol. Line chart boleh dipotong — tapi harus ditandai jelas (break pada sumbu) agar tidak menyesatkan.

Sumbu penuh vs dipotong (jangan menipu)
BAR (jujur)      BAR (menyesatkan)
  40 ┤ ██          │ ██    ← mulai dari 30
  30 ┤ ██          │ ██
  20 ┤ ██ ██       │ ██ ██  ← selisih tampak besar
   0 ┴────────      └────────  padahal 20 vs 25

Pilih Warna yang Bermakna

Data memakai warna semantik (episode 3): satu hue netral untuk semua bar, warna aksen untuk bar yang sedang dibahas. Hindari rainbow tanpa makna dan pasangan merah-hijau untuk perbandingan. Tambahkan pola/texture atau label untuk dukungan non-warna (episode 15).

Label yang Jelas

  • Axis labels selalu ada (bulan, nominal) — jangan mengandalkan hover saja.
  • Angka langsung — untuk satu-dua nilai penting, tampilkan angka di chart, bukan hanya sumbu.
  • Tooltip detail — detail lengkap lewat tooltip/expand, nilai inti langsung terlihat.

Don't Chart, Tell

Dashboard terbaik tidak selalu berupa chart raksasa — seringkali satu angka headline lebih komunikatif:

Ringkasan kartu di dashboard Kantongin
┌─────────────────────────────┐
│ Pengeluaran bulan ini       │
│ Rp 1.240.000                │  ← angka besar, langsung terbaca
│ ▼ 8% dibanding bulan lalu   │
│ ▏▏▏▏▏▏▏▏ 62% dari budget   │  ← progress bar sekilas
└─────────────────────────────┘

Aturan praktis: "show the number, tell the story, provide the detail". Angka headline → konteks/arah → detail on demand.

Tip

Sebelum menggambar chart, tulis kalimat yang ingin disampaikan chart itu dalam satu kalimat — misal "pengeluaran makan melonjak 20% minggu ini". Lalu pilih chart dan highlight yang mendukung kalimat itu. Jika chart tidak bisa dirangkum satu kalimat, mungkin ia menampilkan terlalu banyak hal sekaligus.

Dashboard Layout

Dashboard = halaman yang penuh data. Tata letaknya harus punya hierarki informasi yang jelas:

  • Angka kunci di atas — saldo, pengeluaran bulan ini, target tabungan (paling sering dilihat).
  • Alur kiri-ke-kanan — headline → trend → detail kategori.
  • Grid konsisten — kartu sejajar dengan grid 12 kolom (episode 5); hindari ukuran kartu yang "random".
  • Progressive disclosure — ringkasan di layar utama, detail di halaman drill-down.
Grid dashboard Kantongin (desktop)
[ Headline 4col ] [ Headline 4col ] [ Headline 4col ]
[         Tren pengeluaran 8col          ] [ Kategori 4col ]
[              Transaksi terbaru 8col               ] [ Target 4col ]

Data UI yang Salah (Pitfalls)

  • Chart demi chart — menumpuk visualisasi tanpa cerita; dashboard jadi poster, bukan alat.
  • Menyesatkan dengan sumbu — skala dipotong tanpa tanda; perbandingan jadi bohong.
  • Warna tanpa makna — rainbow chart yang tidak membantu perbandingan.
  • Hanya bergantung warna — pengguna buta warna kehilangan sinyal (episode 15).
  • Mengabaikan loading & empty — chart yang kosong atau memuat tanpa state yang jelas.

Warning

Visualisasi data yang menyesatkan bukan sekadar "jelek" — dalam konteks keuangan ia bisa merugikan keputusan pengguna (misal mengira saldo lebih besar dari sebenarnya karena sumbu dipotong). Jadikan kejujuran data sebagai prinsip desain, bukan hanya preferensi.

Praktik: Dashboard Kantongin

  1. Tentukan satu kalimat cerita untuk dashboard pengeluaran ("pengeluaran bulan ini turun 8%").
  2. Pilih 2-3 visualisasi yang mendukung cerita (angka headline + line trend + bar kategori).
  3. Susun dalam grid 12 kolom dengan hierarki: headline → tren → detail.
  4. Pastikan warna data dari palette semantik, dengan label dan dukungan non-warna.
  5. Desain state loading (skeleton) dan empty (belum ada transaksi).

Penutup

Pada episode 17 ini, kalian telah menyajikan data Kantongin dengan jujur, jelas, dan mudah dibaca sekilas.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Pilih chart sesuai pertanyaan data; pie maksimal 5-6 slice, hindari 3D.
  • Prinsip: sumbu jujur, warna bermakna, label jelas, angka headline.
  • Dashboard layout = hierarki: angka kunci → tren → detail, dalam grid konsisten.
  • Data yang menyesatkan adalah kegagalan desain, bukan sekadar selera.

Di episode 18 selanjutnya kita akan membahas ethical & trustworthy UI — menghindari dark patterns dan merancang antarmuka yang jujur untuk Kantongin. Sampai jumpa di episode 18!

Belajar UI Designer - Data Visualization UI | Belajar UI Designer