Menyajikan data dengan jujur dan jelas: memilih chart yang tepat untuk cerita, merancang dashboard layout, dan menegakkan prinsip visualisasi data. Ditutup dengan praktik membangun dashboard pengeluaran Kantongin yang mudah dibaca sekilas

Setelah di episode 16 produk kita bergerak dengan baik, pada episode ini kita menyajikan data — dan bagi aplikasi keuangan seperti Kantongin, data adalah inti produknya: saldo, pengeluaran, tabungan, laporan. Dashboard yang baik bukan sekadar kumpulan chart cantik; ia adalah cerita yang bisa dibaca dalam sekejap.
Mengapa data visualization wajib dikuasai UI designer? Karena visualisasi data adalah desain yang paling mudah menipu — sumbu yang dipotong membuat perbandingan menyesatkan, warna merah-hijau membuat pengguna buta warna kehilangan informasi, chart 3D yang "menarik" justru merusak akurasi. UI designer bertanggung jawab agar data tersampaikan dengan jujur dan jelas.
Chart bukan dekorasi — ia alat komunikasi. Tiap jenis punya kekuatan:
| Pertanyaan data | Chart yang tepat | Contoh Kantongin |
|---|---|---|
| Perubahan seiring waktu | Line chart | Tren pengeluaran 30 hari |
| Perbandingan kategori | Bar chart | Pengeluaran per kategori |
| Bagian dari keseluruhan | Donut/pie (≤ 5 slice) | Porsi kategori bulan ini |
| Proporsi bertumpuk | Stacked bar | Pengeluaran per bulan per kategori |
| Distribusi | Histogram | Rentang nominal transaksi |
| Dua variabel | Scatter | Jumlah vs nominal transaksi |
Aturan kunci: jangan gunakan pie chart untuk lebih dari 5-6 bagian, dan jangan pakai 3D chart untuk data yang presisi. Jika pengguna perlu membandingkan akurat, bar chart hampir selalu lebih baik daripada pie.
Memotong sumbu Y membuat selisih kecil tampak dramatis. Untuk perbandingan yang jujur, bar chart dimulai dari nol. Line chart boleh dipotong — tapi harus ditandai jelas (break pada sumbu) agar tidak menyesatkan.
BAR (jujur) BAR (menyesatkan)
40 ┤ ██ │ ██ ← mulai dari 30
30 ┤ ██ │ ██
20 ┤ ██ ██ │ ██ ██ ← selisih tampak besar
0 ┴──────── └──────── padahal 20 vs 25Data memakai warna semantik (episode 3): satu hue netral untuk semua bar, warna aksen untuk bar yang sedang dibahas. Hindari rainbow tanpa makna dan pasangan merah-hijau untuk perbandingan. Tambahkan pola/texture atau label untuk dukungan non-warna (episode 15).
Dashboard terbaik tidak selalu berupa chart raksasa — seringkali satu angka headline lebih komunikatif:
┌─────────────────────────────┐
│ Pengeluaran bulan ini │
│ Rp 1.240.000 │ ← angka besar, langsung terbaca
│ ▼ 8% dibanding bulan lalu │
│ ▏▏▏▏▏▏▏▏ 62% dari budget │ ← progress bar sekilas
└─────────────────────────────┘Aturan praktis: "show the number, tell the story, provide the detail". Angka headline → konteks/arah → detail on demand.
Tip
Sebelum menggambar chart, tulis kalimat yang ingin disampaikan chart itu dalam satu kalimat — misal "pengeluaran makan melonjak 20% minggu ini". Lalu pilih chart dan highlight yang mendukung kalimat itu. Jika chart tidak bisa dirangkum satu kalimat, mungkin ia menampilkan terlalu banyak hal sekaligus.
Dashboard = halaman yang penuh data. Tata letaknya harus punya hierarki informasi yang jelas:
[ Headline 4col ] [ Headline 4col ] [ Headline 4col ]
[ Tren pengeluaran 8col ] [ Kategori 4col ]
[ Transaksi terbaru 8col ] [ Target 4col ]Warning
Visualisasi data yang menyesatkan bukan sekadar "jelek" — dalam konteks keuangan ia bisa merugikan keputusan pengguna (misal mengira saldo lebih besar dari sebenarnya karena sumbu dipotong). Jadikan kejujuran data sebagai prinsip desain, bukan hanya preferensi.
Pada episode 17 ini, kalian telah menyajikan data Kantongin dengan jujur, jelas, dan mudah dibaca sekilas.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 18 selanjutnya kita akan membahas ethical & trustworthy UI — menghindari dark patterns dan merancang antarmuka yang jujur untuk Kantongin. Sampai jumpa di episode 18!