Belajar UI Designer dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, peran tanggung jawab & karir, prinsip desain visual, color theory & palettes, typography, layout & spacing (grid systems), Figma mastery, icons & illustration, UI components design, design systems & tokens, dark mode & themes, mobile & responsive UI, prototyping & interaction, handoff design-developer, usability dasar, accessibility in UI (WCAG), motion & micro-interactions, data visualization UI, ethical & trustworthy UI, privacy-first UI, localization & internationalization, AI dalam UI design workflow, 3D & immersive UI (Liquid Glass), gamification & behavior design, branding dalam UI, UI research & iteration loop, ekosistem & tren modern 2026 (agentic UX & generative interfaces, Design System Governor), hingga roadmap karir & refleksi akhir dengan total 28 episode.
Sebelum membuka Figma, kalian perlu mengasah persepsi visual, ketelitian, dan kepekaan terhadap pengguna, lalu menyiapkan perangkat lunak utama (Figma), tool pendukung prototyping, serta sumber referensi inspirasional. Di episode ini kalian juga mengenal studi kasus Kantongin dan memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series

Memahami apa yang sebenarnya dikerjakan seorang UI designer: warna, tipografi, spacing, dan konsistensi — serta bagaimana ia bersinergi dengan UX designer dan developer. Episode ini juga membahas konteks 2026, di mana UI bukan lagi pembeda utama, namun role UI designer tetap dibutuhkan karena UX dan AI-native bergantung pada fondasi visual

Menguasai enam prinsip desain visual — hierarchy, contrast, balance, alignment, proximity, dan repetition — sebagai lensa untuk membuat sekaligus menganalisis antarmuka. Episode ini ditutup dengan praktik membedah UI populer memakai keenam prinsip tersebut sebagai kerangka

Membangun fondasi warna: color wheel dan skema harmonis, model warna HSL, kontras aksesibilitas WCAG, serta cara menyusun palette produk yang terdiri dari warna primer, netral, dan semantik. Ditutup dengan praktik menyusun palette brand untuk Kantongin yang tetap aksesibel

Membangun sistem tipografi yang menjadi tulang punggung keterbacaan: modular type scale, hierarki teks, prinsip readability seperti line length dan line height, serta cara memadukan font untuk UI. Ditutup dengan praktik menyusun type system untuk Kantongin

Menyusun layout yang tertata dengan grid systems — kolom, gutter, dan margin — plus spacing scale 4/8pt yang membuat jarak antar elemen selalu konsisten. Ditutup dengan praktik responsive layout: cara grid desktop dan mobile beradaptasi untuk layar Kantongin

Menguasai fitur inti Figma yang membedakan UI designer produktif dari yang asal klik: Auto layout untuk struktur yang hidup, components dan variants untuk elemen yang reusable, styles untuk konsistensi, serta prototyping dasar. Ditutup dengan praktik mendesain satu layar lengkap Kantongin

Membangun aset visual yang seragam: anatomi icon — grid, stroke, corner, dan size — ditambah panduan ilustrasi serta cara menjaga konsistensi seluruh aset. Ditutup dengan praktik membuat icon set sederhana untuk Kantongin yang terasa satu keluarga

Mendesain komponen UI yang menjadi blok bangunan produk: buttons, forms, inputs, dan cards — plus state hover, active, dan disabled yang sering terlupakan. Ditutup dengan praktik membangun komponen library dasar untuk Kantongin

Menggabungkan warna, tipografi, spacing, dan komponen menjadi satu design system: design tokens dengan struktur hierarchical, rules pemakaian komponen, dan dokumentasi yang dipakai tim desain dan developer lewat Figma dan Storybook
