Menyerahkan desain agar diimplementasi dengan setia: memahami Figma Dev Mode, spec dan annotation, ekspor design tokens berformat DTCG, serta kolaborasi desain-developer lewat design review, lengkap dengan praktik menyiapkan handoff package KasirKita.

Setelah di episode 21 KasirKita bergerak, pada episode ini kita menjembatani dunia desain dan kode: design handoff. Momen ini menentukan seberapa setia implementasi developer terhadap desain — dan seberapa mulus kolaborasi ke depannya.
Mengapa penting? Handoff yang buruk adalah biaya tersembunyi terbesar: developer menebak-nebak spacing (padahal ada token), mengimplementasi komponen "yang mirip" (padahal ada varian benar), dan mengajukan pertanyaan yang seharusnya sudah dijawab desain. Handoff yang baik membuat implementasi cepat, konsisten, dan mengurangi design debt.
Dev Mode adalah mode Figma untuk developer: satu klik untuk melihat spec, salin CSS/Android/iOS, dan navigasi file tanpa mengubah desain.
Developer memakai Dev Mode untuk membaca:
Agar Dev Mode efektif, file harus terorganisasi — beri nama layer yang masuk akal (btn-pay/primary), bukan Frame 182 — dan terhubung ke tokens.
Tip
Developer bukan pembaca pikiran: beri mereka konteks. Tandai frame yang siap implement (status Ready for dev), beri flow line yang jelas, dan sambungkan tiap layar ke komponen design system-nya. File yang rapi menghemat puluhan pertanyaan di Slack.
Spec (spesifikasi) & annotation (anotasi) menjelaskan perilaku yang tidak terlihat dari visual statis. Sejak episode 7 kita sudah terbiasa menulis anotasi; saat handoff, lengkapi dengan:
- [ ] Tombol Konfirmasi: state loading 1s, lalu toast sukses
- [ ] Total: teks selalu bold, warna token color.text.primary
- [ ] Daftar item: scrollable, max-height 60vh
- [ ] Offline: simpan transaksi lokal, badge "tersimpan offline"
- [ ] Error: tampilkan inline, bukan toast (konteks form)
- [ ] A11y: modal pakai role=dialog + focus trap + Esc menutupSetiap anotasi menjawab "apa yang terjadi di sini, pada kondisi apa?". Tandai juga perilaku khusus (breakpoints episode 14, reduced-motion episode 21) supaya tidak hilang di kode.
Token dari episode 12 diekspor dari Figma ke format yang bisa dipakai langsung oleh developer:
# Figma: buka panel Variables → pilih Collection
# → ikon "..." → "Export variables" → pilih format JSON
# hasilnya file seperti tokens.json, contoh isi:{
"color/text/primary": {
"$type": "color",
"$value": "#1A1A1A"
},
"spacing/md": {
"$type": "dimension",
"$value": "16"
}
}Format DTCG memungkinkan token dipakai di tool apa pun (Style Dictionary, Tailwind config, CSS variables). Workflow produksi: ekspor → pipeline build → generate CSS variables / Tailwind theme, sehingga desain dan kode berbagi sumber nilai yang sama.
Design review adalah sesi rutin di mana desainer & developer meninjau implementasi vs desain, bukan perang posisi. Aturan mainnya:
Contoh hasil review yang sehat: "gap spacing 2px pada daftar item karena komponen yang dipakai salah varian" (fix cepat) vs "animasi panel diganti fade karena performa di perangkat entry-level" (kompromi sah, dicatat).
Warning
Waspada handoff sekali jalan. Desain hampir selalu berubah selama implementasi — karena temuan teknis, data nyata, atau feedback stakeholder. Bangun alur iterasi: desainer merespons pertanyaan developer dalam 24 jam, developer memberi update saat ada perubahan scope. Handoff adalah proses, bukan event.
Siapkan frame Handoff di file KasirKita:
Frame 182; developer kesulitan membaca.Pada episode 22 ini, kalian telah menyiapkan handoff package KasirKita yang profesional.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 23 selanjutnya kita akan melihat bagaimana AI mengubah cara desainer bekerja: desain dengan AI: Figma Make & MCP — prompt-to-design, variasi, audit aksesibilitas, dan design-to-code lewat MCP. Sampai jumpa di episode 23!