Merancang interaksi suara dan percakapan — VUI, chatbot, dan conversation design — dengan praktik menyusun dialog flow saluran suara JagaKota untuk warga yang tidak nyaman dengan aplikasi.

Setelah di episode 21 kita merancang delegasi ke agen AI, muncul pertanyaan tentang kanal interaksinya. Tidak semua warga nyaman mengetik di aplikasi — lansia mungkin lebih suka bicara. Voice User Interface (VUI) dan chatbot membuka akses yang lebih luas, selaras dengan komitmen inklusivitas JagaKota dari episode 17.
Mengapa penting? Karena percakapan adalah antarmuka yang paling alami bagi manusia — tapi yang paling sulit dirancang dengan baik. Chatbot yang membingungkan lebih buruk daripada tidak ada, dan percakapan yang bertele-tele menguras kesabaran. Conversation design adalah disiplin yang membuat dialog terasa manusiawi tanpa menipu.
| Kanal | Kekuatan | Kelemahan |
|---|---|---|
| VUI (suara) | Hands-free, cepat untuk aksi pendek | Ambigu, memori pendek, privat bila ramai |
| Chatbot (teks) | Lebih detail, ada riwayat tertulis | Lambat untuk input panjang |
| GUI | Presisi, bisa dieksplorasi | Kurang natural, butuh literasi |
Untuk JagaKota, pembagian yang masuk akal: suara untuk lapor cepat ("laporin lampu mati"), chat untuk tanya-tanya status, dan GUI untuk pengelolaan. Tiap kanal tidak menggantikan yang lain — mereka saling menyerahkan (handoff yang dirancang, seperti di episode 15).
Desain percakapan berpegang pada prinsip:
Perhatikan pola kuncinya: bot mengkonfirmasi pemahaman ("saya menemukan 3 titik… mana yang benar?") daripada menebak. Konfirmasi eksplisit ini mencegah kesalahan yang jauh lebih mahal untuk diperbaiki.
Tip
Tulis script transkrip dialog utuh di atas kertas sebelum menyentuh bot builder. Transkrip memaksa kalian melihat alur dari sisi pengguna, termasuk jalur salah paham. Jika transkripnya membingungkan, perbaikinya di sini jauh lebih murah daripada setelah dirilis.
Conversation design sebagian besar adalah desain kegagalan:
BURUK:
User: "lampunya mati di dekat SDN"
Bot: "Input tidak valid, silakan coba lagi" ← tidak membantu
BAIK:
User: "lampunya mati di dekat SDN"
Bot: "Apa yang mati — lampu jalan atau lampu di fasilitas?
Sebut 'lampu jalan' atau 'lampu taman'." ← panduan spesifikSaat suara dan AI menyatu (episode 21, 24), garis etika menjadi penting:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 23 selanjutnya kita akan membahas behavioral dan persuasive UX — nudge theory, habit loop, dan desain perilaku yang etis — untuk mendorong partisipasi warga tanpa manipulasi. Sampai jumpa di episode 23!