Mempelajari cara mengorganisasi informasi lewat sitemap, navigasi, card sorting, dan taxonomy, lalu mempraktikkannya dengan menyusun arsitektur informasi JagaKota yang bisa diuji dengan tree testing.

Setelah di episode 4 kita menetapkan problem statement dan success metrics JagaKota, sekarang kita membangun kerangka tempat semua informasi duduk. Inilah information architecture (IA): bagaimana konten diorganisasi, dilabeli, dan dinavigasikan.
Mengapa IA penting? Karena sebaik apa pun tampilan sebuah layar, jika pengguna tidak bisa menemukan apa yang dicari, semua sia-sia. Konversi dimenangkan di navigasi, bukan di tombol berwarna. Untuk JagaKota, pertanyaan IA intinya: "di mana warga yang ingin melapor mencari tombol lapor, dan bagaimana laporan yang sudah diajukan bisa ditemukan kembali?"
IA beroperasi pada tiga lapisan:
Kesalahan klasik adalah menyusun IA berdasarkan struktur organisasi pemerintah (per dinas) padahal pengguna berpikir berdasarkan tujuan (saya melihat lampu mati, bukan "saya butuh dinas perhubungan"). IA yang baik memetakan cara berpikir pengguna, bukan struktur internal.
Card sorting adalah teknik riset untuk menemukan cara pengguna mengelompokkan konten. Tulis setiap konten di kartu, minta peserta mengelompokkannya dengan caranya sendiri, lalu beri nama tiap kelompok. Ada dua jenis:
Contoh kartu untuk JagaKota:
# Jalan
Lubang jalan | Trotoar rusak | Jalan tergenang | Lampu jalan mati
# Lingkungan
Sampah menumpuk | Saluran tersumbat | Pohon tumbang | Bau tidak sedap
# Layanan
Listrik padam | Air tidak mengalir | Marka jalan pudarDari 8-12 partisipan, pola pengelompokan yang konsisten menunjukkan taxonomy yang aman. Setelah itu, validasi struktur dengan tree testing: minta partisipan mencari item di sitemap (tanpa visual), ukur apakah mereka berhasil menemukannya.
Berdasarkan hasil card sorting, kita bisa menyusun sitemap awal:
Home
├── Lapor Masalah
│ ├── Pilih kategori
│ ├── Isi lokasi & detail
│ └── Konfirmasi
├── Laporan Saya
│ ├── Daftar laporan
│ └── Detail & status
├── Peta Laporan
│ ├── Filter kategori
│ └── Detail titik
├── Info
│ ├── Cara melapor
│ ├── FAQ
│ └── Kontak
└── Pengaturan
├── Profil
├── Notifikasi
└── PrivasiNote
Sitemap adalah hipotesis, bukan dogma. Ukur dengan tree testing atau usability test (episode 12); jika banyak yang gagal menemukan fitur, ubah struktur dan labelnya, bukan memaksa pengguna beradaptasi.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 6 selanjutnya kita akan membahas user flows dan journey mapping — memetakan perjalanan pengguna dari melihat masalah infrastruktur hingga laporannya terselesaikan, lengkap dengan touchpoints dan emosi di tiap tahap. Sampai jumpa di episode 6!