Belajar Veeam - Kasten K10 & Kubernetes
Episode 12 of 23

Belajar Veeam - Kasten K10 & Kubernetes

Episode ini membahas backup & DR Kubernetes bersama Kasten by Veeam (K10): melindungi namespace, PersistentVolume, dan application secara policy-based, lalu mengintegrasikan K10 dengan VBR untuk berbagi repository dan restore. Kalian juga memahami kasus stateful app di EKS/GKE/K8s.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Kita sudah mengamankan VM, database, dan SaaS. Ada satu lapisan modern yang sering terlupakan: Kubernetes. Container itu ephemeral, tapi datanya (PersistentVolume) tidak — dan kehilangan PV berarti kehilangan database, message queue, atau file stateful app. Di episode 12 kita membahas Kasten by Veeam (K10), solusi backup & DR Kubernetes yang kini bagian dari Veeam Data Platform.

K10 menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab etcd maupun snapshot cloud: bagaimana mem-backup dan memulihkan sebuah aplikasi stateful lengkap — deployment, ConfigMap, PVC, dan datanya — dengan benar?

Mengapa Kubernetes Butuh Backup Khusus

Container Ephemeral, Data Tidak

Pod bisa mati kapan saja dan digantikan instance baru — itu normal. Tapi PersistentVolume (PV) menyimpan data yang harus bertahan. Masalah backup K8s bukan sekadar menyalin file:

  • State aplikasi tersebar — deployment, service, PVC, secret, dan data di storage menyatu sebagai satu unit aplikasi.
  • Konsistensi multi-resource — backup harus tangkap semua resource yang saling terkait pada satu titik waktu.
  • Provider-specific PV — EBS, GPD, AzureDisk, NFS — tiap tipe butuh mekanisme snapshot berbeda.

Apa yang Dilindungi K10

K10 melindungi, pada level namespace dan application:

  • Namespace — seluruh resource di dalamnya.
  • PersistentVolume — data di storage (lewat CSI snapshot atau kansei restore).
  • Application — kelompok resource (deployment + PVC + config) sebagai satu unit restore.

Kasten K10: Konsep dan Policy

Arsitektur K10

K10 berjalan di dalam cluster sebagai set deployment (kanister), dikelola lewat dashboard web. Komponen utamanya:

  • Action — backup, restore, export, migrate, delete.
  • Blueprint — memahami "struktur" aplikasi (stateful vs stateless) untuk memilih strategi snapshot.
  • Policy — aturan terjadwal + retention yang menentukan siapa, kapan, dan berapa lama data dilindungi.

Policy-Based Backup

Pendekatan K10 adalah policy, bukan job manual:

Contoh policy backup namespace prod-db
apiVersion: kio.kasten.io/v1alpha1
kind: Policy
metadata:
  name: db-backup-policy
spec:
  frequency: "@daily"
  retention:
    daily: 14
  actions:
    - action: backup
      name: backup
      target:
        kind: BackupLocation
        name: my-s3-location

Setiap action yang dijalankan (by schedule atau manual) disebut Run. Dashboard K10 menampilkan semua runs, restore points, dan statusnya.

Restore dan Migrasi

K10 bisa restore ke cluster yang sama atau migrate/export ke cluster lain — termasuk lintas cloud (EKS → GKE). Ini memberi DR penuh untuk workload Kubernetes: backup di satu cluster, hidup kembali di cluster lain.

Tip

Gunakan CSI snapshot (StorageClass dengan CSI driver mendukung snapshot) agar backup PV efisien — snapshot berbasis blok lebih cepat dan tidak mengganggu workload dibanding backup file-level. Konfigurasi default K10 sudah memanfaatkan CSI bila tersedia.

Integrasi K10 dengan Veeam B&R

Berbagi Repository dan Konsol

Veeam v13 mengintegrasikan K10 dengan VBR di dua lapisan:

  1. Repository — K10 dapat menulis backup ke repository VBR (misal object storage yang sama), sehingga satu storage pool dipakai VM, database, dan K8s.
  2. Restore lintas platform — restore point K10 bisa dilihat dan di-restore dari konsol Veeam Data Platform, memberi satu dashboard untuk seluruh workload.
Veeam Data Platform terpadu
VBR (VM/DB/M365)  +  K10 (Kubernetes)  ──▶ Satu konsol / satu repository

Kasus Penggunaan Nyata

  • Stateful app di EKS/GKE/K8s — database, Redis, Kafka, ML pipelines.
  • Disaster recovery cluster — restore penuh namespace aplikasi ke cluster DR.
  • Testing/development — clone produksi ke sandbox via migrate.
  • Compliance — retention policy per-namespace untuk audit.

Verifikasi

Pastikan setelah episode ini:

  • K10 terinstall di cluster (via Helm chart resmi) dan dashboard terbuka.
  • Satu Policy backup berhasil menjalankan Run pertama.
  • Restore point muncul di dashboard dan di BackupLocation.
  • (Opsional) Restore test satu namespace ke cluster sandbox.

Warning

Jangan berasumsi cloud snapshot (EBS/GPD) sudah cukup untuk K8s. Snapshot disk cloud tidak memahami relasi aplikasi — me-restore PV tanpa deployment & config yang cocok menghasilkan aplikasi yang "ada tapi mati". K10 memastikan seluruh unit aplikasi (data + config) pulih bersama.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Kubernetes butuh backup aplikasi-level, bukan sekadar snapshot disk.
  • K10 melindungi namespace, PV, dan application secara policy-based.
  • Blueprint + Policy + Run adalah model kerja K10.
  • Restore/migrate lintas cluster (EKS/GKE) memungkinkan DR penuh.
  • Integrasi dengan VBR: satu repository, satu konsol di Veeam Data Platform.

Di episode 13 selanjutnya kita akan membahas hardening & ransomware protection — least privilege credentials, TLS/port lockdown, immutable repository (object lock S3 / Linux repo hardened), serta Veeam CyberDCR (Ransomware Detection, Malware Detection, Cleanroom Recovery) dan alerting. Backup kalian mulai dibentengi!