Episode ini membahas backup SaaS: Veeam Backup for Microsoft 365 untuk Exchange Online, SharePoint, OneDrive, dan Teams dengan lisensi per user, serta Veeam Backup for Salesforce untuk metadata dan data — yang semakin diperluas di platform v13. Kalian memahami mengapa SaaS butuh backup terpisah dari provider.

Di episode 10 kita mengamankan database di dalam data center. Tapi banyak organisasi kini memindahkan email, dokumen, dan CRM ke cloud SaaS — dan di sinilah kebanyakan orang salah kaprah: mengira SaaS provider sudah meng-backup data mereka. Di episode 11 kita membahas Veeam Backup for Microsoft 365 (VBO365) dan Veeam Backup for Salesforce untuk menutup celah ini.
Poin kunci yang dibawa sejak episode 1 kita ulangi di sini: provider SaaS menjamin availability, bukan data loss kalian. Menghapus email, ransomware di SharePoint, atau akun di-hack tidak akan di-rollback oleh Microsoft.
VBO365 melindungi seluruh beban kerja M365:
VBO365 dilisensikan per user — setiap pengguna dengan mailbox di Exchange Online perlu satu lisensi untuk seluruh data M365-nya. Ini model yang mudah dihitung: jumlah user aktif × lisensi. Tanpa lisensi cukup, backup job user tertentu di-skip.
VBO365 dapat diinstall di server Windows terpisah atau diintegrasikan dengan VBR. Data M365 ditarik via Microsoft Graph API ke repository (bisa memakai object storage S3). Restore granular dilakukan per item: pilih email, file OneDrive, atau chat Teams, lalu restore ke M365 atau export ke PST/PDF/lokal — fleksibilitas penting untuk legal & compliance.
Microsoft 365 (Graph API)
│
▼
VBO365 Server ──▶ Repository (S3/disk) ──▶ Explorer → restore item/exportNote
VBO365 bisa dipakai standalone atau sebagai bagian dari Veeam Data Platform v13 — dengan konsol terpadu, admin cukup punya satu dashboard untuk VM, database, dan M365. Jika organisasi kalian memakai Microsoft 365 tanpa backup eksternal, VBO365 adalah prioritas pertama, bukan pelengkap.
Salesforce adalah CRM berbasis cloud dengan dua lapisan yang harus dilindungi: data (record, object, field) dan metadata (custom object, Apex, Flow, page layout). Kalian tidak bisa sekadar "restore database" — metadata dan data saling terkait dan sama-sama krusial.
Veeam Backup for Salesforce melindungi keduanya:
Veeam v13 (November 2025) memperluas platform Veeam Backup for Salesforce — menambah object coverage, mempercepat backup, dan integrasi lebih erat dengan konsol Veeam Data Platform. Seperti VBO365, ini lisensi per-user (per Salesforce user).
Ringkasan argumen yang sudah muncul beberapa kali:
| Lapisan | Dijamin provider? | Contoh kegagalan |
|---|---|---|
| Availability | Ya (SLA uptime) | Layanan down sesaat |
| Data retention | Tidak | Email terhapus permanen |
| Malware/ransomware | Tidak | SharePoint terinfeksi |
| Insider/kesalahan | Tidak | Bulk delete, sync error |
| Compliance/legal | Tidak | Kebutuhan export PST |
Warning
Asumsi "cloud = otomatis di-backup" adalah mitos termahal di IT modern. Microsoft secara eksplisit menyatakan customer bertanggung jawab atas pemulihan datanya sendiri. Begitu pula Salesforce. Backup SaaS bukan opsi — ini bagian dari tanggung jawab data protection yang sekarang menjadi domain backup admin.
Pastikan setelah episode ini:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 12 selanjutnya kita akan membahas Kasten K10 & Kubernetes — backup & DR untuk namespace, PV, dan application dengan policy-based, serta integrasi Kasten dengan VBR (repository & restore) untuk stateful app di EKS/GKE/K8s. Container kalian akhirnya masuk radar data protection!