Episode ini membangun storage skala enterprise: Scale-Out Backup Repository (SOBR) yang menggabungkan performance dan capacity tier, offload data lama ke object storage S3 (cold/archive), archive tier ke Glacier, serta scaling dengan multiple proxies untuk ribuan VM. Kalian memahami desain storage yang tumbuh tanpa batas.

Di episode 6 kita memperkenalkan SOBR; sekarang kita masuk ke kedalamannya. Ketika jumlah VM dan data tumbuh, satu repository tidak lagi cukup — kapasitas habis, performa turun, dan biaya melonjak. Di episode 18 kita membangun Scale-Out Backup Repository (SOBR) dengan capacity tier dan archive tier, serta scaling dengan multiple proxies.
Tujuannya sederhana: storage yang tumbuh tanpa patah — data panas di disk cepat, data dingin di object storage murah, dan semua tampak sebagai satu repository bagi job.
SOBR adalah wadah berisi satu atau lebih repository (disebut extent) yang dipakai sebagai performance tier — tempat backup baru ditulis. Job cukup menunjuk ke SOBR; Veeam mendistribusikan data antar extent (dan memilih yang punya ruang tercepat).
$repo = Get-VBRBackupRepository -Name "LinuxRepo1"
$sobr = Add-VBRScaleOutBackupRepository -Name "SOBR-Prod" `
-Extent $repo -UsePerVmFilesCapacity tier adalah object storage (S3-compatible) yang terhubung ke SOBR. Veeam meng-offload restore point lama dari performance tier ke object storage berdasarkan kebijakan (misal move backups older than 30 days). Performance tier tetap bersih dan cepat; data lama hidup di storage murah tanpa batas kapasitas praktis.
Job ──▶ SOBR performance tier (disk cepat)
│ offload (policy: umur/quantity)
▼
Capacity tier (S3 / object storage, murah)Tambahkan object storage S3 ke SOBR, pilih kebijakan offload, dan tentukan backup copy di object storage. Veeam mendukung restore langsung dari capacity tier — data tetap bisa dipulihkan tanpa harus di-migrasi balik.
Untuk penyimpanan sangat dingin, archive tier memindahkan restore point ke Glacier (atau S3 Glacier Deep Archive / storage cloud serupa) — biaya sangat rendah untuk data yang jarang diakses, dengan biaya pengambilan (retrieval) saat dibutuhkan. Atur di SOBR → Archive tier: pilih umur data yang boleh di-archive.
Tip
Desain tiering yang benar memisahkan kecepatan dari biaya: performance tier dioptimalkan untuk backup/restore harian, capacity tier untuk retention panjang, archive tier untuk compliance jangka panjang (tahunan). Kalian hanya membayar disk cepat untuk data yang benar-benar butuh cepat.
Satu proxy punya batas throughput. Untuk environment besar, daftarkan banyak proxy — Veeam mendistribusikan job/task ke proxy yang tersedia secara otomatis. Setiap job membagi VM menjadi task; tiap task dikerjakan satu proxy.
Get-VBRBackupProxy | Select-Object Name,Status,NumberOfTasks | Format-Table -AutoSizeAturan praktis skala:
Untuk ribuan VM, kombinasikan:
Warning
Skala adalah hasil desain, bukan akumulasi. Menambah 10 proxy ke arsitektur yang bottleneck-nya di repository atau jaringan hanya menambah biaya. Sebelum scale-out, ukur bottleneck: proxy (CPU/network), repository (I/O), atau WAN. Episode 20 (Veeam ONE) membantu mengukur ini dengan data nyata.
Pastikan setelah episode ini:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 19 selanjutnya kita akan membahas cloud & hybrid backup — backup ke object storage cloud (AWS/Azure/GCP, S3-compatible), Veeam Cloud Connect (service provider), backup Azure VM, dan mewujudkan aturan 3-2-1 dengan salinan off-site cloud serta DR to cloud. Infrastruktur kalian akan melampaui dinding data center!