Episode ini membawa arsitektur backup melampaui dinding data center: backup ke object storage cloud (AWS/Azure/GCP dan S3-compatible), Veeam Cloud Connect via service provider (VCSP), backup Azure VM, serta strategi hybrid 3-2-1 dengan salinan off-site cloud dan DR to cloud.

Di episode 18 kita membangun SOBR dengan capacity tier menuju object storage; langkah alami berikutnya adalah membawa seluruh strategi ke cloud. Di episode 19 kita membahas cloud & hybrid backup — backup ke object storage cloud (AWS/Azure/GCP dan S3-compatible), Veeam Cloud Connect melalui service provider (VCSP), backup Azure VM, lalu merangkai semuanya menjadi pola hybrid 3-2-1 dengan salinan off-site dan DR to cloud.
Tujuan akhirnya sederhana: lingkungan on-prem yang tidak lagi bergantung pada satu lokasi fisik.
Object storage sebagai capacity tier sudah kita kenal (episode 18). Di sini bucket cloud menjadi target utama — bukan hanya tempat offload data lama. Prosesnya sama: buat bucket, siapkan kredensial dengan hak minimal, lalu daftarkan lewat Backup Infrastructure → Backup Repositories:
$cred = Get-VBRCredential -Name "AWS-S3"
Add-VBRBackupRepository -Name "AWS-Object" -Type S3Compatible `
-Folder "veeam/prod" -Credentials $cred -EncryptionEnabled $trueOpsi penyedia:
Tip
Aktifkan enkripsi repository sebelum data pertama ditulis (episode 15). Data cloud berjalan di infrastruktur pihak ketiga — dengan enkripsi plus kontrol kunci, kalian tetap pemegang rahasia. Ingat: menyalakan enkripsi setelah data ada tidak meng-enkripsi data lama.
Untuk VM yang tinggal di Azure, ada dua jalur resmi:
v13 memperluas integrasi cloud: Azure Blob bisa menjadi repository langsung dan restore point dapat direplikasi antar region. Pola praktis: agent di VM Azure → blob Azure → menjadi salinan off-site dari on-prem, atau satu-satunya salinan untuk workload yang sudah all-in cloud.
Veeam Cloud Connect menghubungkan VBR kalian ke service provider berlisensi VCSP (Veeam Cloud & Service Provider). Alih-alih membangun data center kedua, kalian "menyewa" kapasitas backup/replikasi lewat Cloud Connect Gateway — koneksi outbound aman (port 6180, episode 14) tanpa perlu VPN site-to-site:
Add-VBRServiceProvider -Name "VCSP-Nexus" `
-Address "cloud.nexus.example:6180" -Credentials $credTambah lewat Backup Infrastructure → Service Providers. Setelah terhubung, dua layanan tersedia:
Aturan 3-2-1 (episode 7) butuh satu salinan off-site — dan cloud adalah cara termudah memenuhinya. Dua pola:
Primary repo (on-prem) ──▶ Backup Copy Job ──▶ Cloud Repository (provider)
── atau ──
SOBR performance tier ──▶ capacity tier ──▶ Object storage cloudBackup di cloud baru setengah cerita; DR berarti bisa pulih di cloud ketika on-prem down:
Warning
DR to cloud hanya bernilai jika diuji. Jangan hanya punya salinan di cloud — punya rencana failover dan jadwal drill (episode 9). Catat waktu nyata yang dibutuhkan untuk memulihkan 100 VM dari cloud, lalu bandingkan dengan RTO yang dijanjikan ke bisnis.
Pastikan setelah episode ini:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 20 selanjutnya kita akan membahas monitoring & reporting — Veeam ONE (alarms, AI anomaly detection), status dari VBR console, compliance report (keberhasilan backup job, retention), serta alerting via email/SNMP. Infrastruktur kalian akan menjadi terukur dan terpantau!