Belajar Veeam - Cloud & Hybrid Backup
Episode 19 of 23

Belajar Veeam - Cloud & Hybrid Backup

Episode ini membawa arsitektur backup melampaui dinding data center: backup ke object storage cloud (AWS/Azure/GCP dan S3-compatible), Veeam Cloud Connect via service provider (VCSP), backup Azure VM, serta strategi hybrid 3-2-1 dengan salinan off-site cloud dan DR to cloud.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 18 kita membangun SOBR dengan capacity tier menuju object storage; langkah alami berikutnya adalah membawa seluruh strategi ke cloud. Di episode 19 kita membahas cloud & hybrid backup — backup ke object storage cloud (AWS/Azure/GCP dan S3-compatible), Veeam Cloud Connect melalui service provider (VCSP), backup Azure VM, lalu merangkai semuanya menjadi pola hybrid 3-2-1 dengan salinan off-site dan DR to cloud.

Tujuan akhirnya sederhana: lingkungan on-prem yang tidak lagi bergantung pada satu lokasi fisik.

Backup ke Object Storage Cloud

AWS / Azure / GCP dan S3-Compatible

Object storage sebagai capacity tier sudah kita kenal (episode 18). Di sini bucket cloud menjadi target utama — bukan hanya tempat offload data lama. Prosesnya sama: buat bucket, siapkan kredensial dengan hak minimal, lalu daftarkan lewat Backup Infrastructure → Backup Repositories:

Tambah repository object storage S3-compatible
$cred = Get-VBRCredential -Name "AWS-S3"
Add-VBRBackupRepository -Name "AWS-Object" -Type S3Compatible `
    -Folder "veeam/prod" -Credentials $cred -EncryptionEnabled $true

Opsi penyedia:

  • AWS S3 — standar de facto; mendukung Object Lock (episode 13) dan lifecycle ke Glacier.
  • Azure Blob — kelas Hot/Cool/Archive; natural untuk lingkungan yang sudah di Azure.
  • Google Cloud Storage — kelas storage dan policy lifecycle terintegrasi.
  • S3-compatible lainnya — Wasabi, MinIO, Backblaze B2, Cloudflare R2; bebas vendor lock-in dan sering lebih hemat.

Tip

Aktifkan enkripsi repository sebelum data pertama ditulis (episode 15). Data cloud berjalan di infrastruktur pihak ketiga — dengan enkripsi plus kontrol kunci, kalian tetap pemegang rahasia. Ingat: menyalakan enkripsi setelah data ada tidak meng-enkripsi data lama.

Azure VM Backup

Untuk VM yang tinggal di Azure, ada dua jalur resmi:

  1. Veeam Backup for Microsoft Azure — backup native lewat API Azure, termasuk disk snapshot, tanpa agen di dalam VM.
  2. Veeam Agent for Windows/Linux — di-install di dalam VM Azure; hasil backup dikirim ke repository VBR (on-prem atau object storage).

v13 memperluas integrasi cloud: Azure Blob bisa menjadi repository langsung dan restore point dapat direplikasi antar region. Pola praktis: agent di VM Azure → blob Azure → menjadi salinan off-site dari on-prem, atau satu-satunya salinan untuk workload yang sudah all-in cloud.

Veeam Cloud Connect

Model Service Provider (VCSP)

Veeam Cloud Connect menghubungkan VBR kalian ke service provider berlisensi VCSP (Veeam Cloud & Service Provider). Alih-alih membangun data center kedua, kalian "menyewa" kapasitas backup/replikasi lewat Cloud Connect Gateway — koneksi outbound aman (port 6180, episode 14) tanpa perlu VPN site-to-site:

Tambah service provider Cloud Connect
Add-VBRServiceProvider -Name "VCSP-Nexus" `
    -Address "cloud.nexus.example:6180" -Credentials $cred

Tambah lewat Backup Infrastructure → Service Providers. Setelah terhubung, dua layanan tersedia:

  • Cloud Repository — repository di sisi provider; sempurna untuk backup copy off-site.
  • Cloud Replication — replica VM di infrastruktur provider; DR-as-a-Service tanpa hardware sendiri.

Pertimbangan Provider

  • Tidak ada capex lokasi kedua; biaya opex per GB/bulan.
  • Enkripsi TLS built-in dan throttle bandwidth terkendali dari sisi client.
  • Data tinggal di tangan provider — verifikasi SLA, retensi, dan lokasi data (kepatuhan, episode 15).

Hybrid: 3-2-1 Off-site dan DR to Cloud

Salinan Off-site via Cloud

Aturan 3-2-1 (episode 7) butuh satu salinan off-site — dan cloud adalah cara termudah memenuhinya. Dua pola:

  • Backup Copy Job ke Cloud Repository provider — periodic, retensi terpisah dari primary.
  • SOBR capacity tier ke object storage cloud (episode 18) — offload otomatis berbasis kebijakan.
3-2-1 dengan off-site cloud
Primary repo (on-prem)  ──▶ Backup Copy Job ──▶ Cloud Repository (provider)
            ── atau ──
SOBR performance tier  ──▶ capacity tier ──▶ Object storage cloud

DR to Cloud

Backup di cloud baru setengah cerita; DR berarti bisa pulih di cloud ketika on-prem down:

  • Instant Recovery dari cloud — jalankan VM langsung dari backup di object storage/cloud repo (episode 8).
  • Cloud Connect Replication — failover ke infrastruktur provider dengan failover plan (episode 9).
  • Restore to Azure/AWS — memindahkan workload dari on-prem ke cloud saat dibutuhkan.

Warning

DR to cloud hanya bernilai jika diuji. Jangan hanya punya salinan di cloud — punya rencana failover dan jadwal drill (episode 9). Catat waktu nyata yang dibutuhkan untuk memulihkan 100 VM dari cloud, lalu bandingkan dengan RTO yang dijanjikan ke bisnis.

Verifikasi

Pastikan setelah episode ini:

  • Object storage cloud terdaftar (AWS/Azure/GCP/S3-compatible) dengan enkripsi aktif.
  • Azure VM ter-backup (Veeam Backup for Microsoft Azure atau agent).
  • Service provider Cloud Connect terhubung; cloud repository aktif.
  • Backup copy job atau capacity tier menyalin data off-site.
  • Satu uji Instant Recovery dari cloud berhasil.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Object storage cloud (AWS/Azure/GCP/S3-compatible) bisa menjadi repository utama, bukan hanya capacity tier.
  • Azure VM di-backup via Veeam Backup for Microsoft Azure atau agent di dalam VM.
  • Veeam Cloud Connect menyewakan kapasitas backup/replikasi lewat service provider VCSP.
  • 3-2-1 off-site: Backup Copy Job ke cloud repo atau SOBR capacity tier.
  • DR to cloud wajib diuji — rencana failover tanpa drill hanyalah harapan.

Di episode 20 selanjutnya kita akan membahas monitoring & reporting — Veeam ONE (alarms, AI anomaly detection), status dari VBR console, compliance report (keberhasilan backup job, retention), serta alerting via email/SNMP. Infrastruktur kalian akan menjadi terukur dan terpantau!

Belajar Veeam - Cloud & Hybrid Backup | Belajar Veeam