Episode ini membedah arsitektur Veeam: Veeam Backup Server sebagai otak, Backup Proxies sebagai pekerja transport data, dan Repositories sebagai rumah backup. Kalian juga mengenal transport modes (SAN/NBD/HotAdd), WAN Accelerator, Tape Server, dan Veeam Backup Enterprise Manager untuk lingkungan multi-server.

Setelah memahami mengapa Veeam ada di episode 1, sekarang kita bedah bagaimana ia bekerja. Arsitektur Veeam mirip perusahaan logistik: ada kantor pusat yang mengatur (Backup Server), armada truk yang memindahkan barang (Backup Proxies), dan gudang tempat barang disimpan (Repositories). Memahami siapa melakukan apa akan menyelamatkan kalian dari kebingungan saat job gagal atau performa menurun.
Di episode 2 kita memetakan komponen inti Veeam, transport modes yang menentukan jalur data, serta komponen pendukung seperti WAN Accelerator, Tape Server, dan Enterprise Manager.
Veeam Backup Server adalah server Windows yang menjalankan seluruh layanan manajemen: penjadwalan job, katalogisasi backup, autentikasi, dan kontrol komponen lain. Ia menyimpan metadata (catalog) tapi tidak (secara default) memindahkan data backup — itu pekerjaan proxy. Ini pembeda penting: memindahkan data lewat server manajemen adalah kesalahan arsitektur umum di produk backup lain; Veeam memisahkannya sejak desain.
Backup Proxy adalah komponen yang bertugas memindahkan data antara hypervisor/storage dan repository. Data VM dibaca dari source, diproses (dedup & kompresi — episode 6), lalu dikirim ke repository. Satu job bisa memakai satu atau banyak proxy secara paralel. Proxy bisa berupa Windows maupun Linux, dan bisa ditempatkan dekat dengan source atau dekat dengan repository untuk efisiensi.
Cek proxy yang terdaftar dari PowerShell:
Get-VBRBackupProxy | Select-Object Name,HostName,Status | Format-Table -AutoSizeBackup Repository adalah tujuan penyimpanan: folder Windows/Linux, share SMB/NFS, atau object storage S3. Di sinilah file .vbk, .vib, dan .vbm disimpan — kita bedah detail storage di episode 6, termasuk Scale-Out Backup Repository (SOBR) di episode 18.
Hypervisor (VMware/Hyper-V/Proxmox)
│ data VM dibaca via API / snapshot
▼
Backup Proxy ── proses (dedup + kompresi) ──▶ Backup Repository
▲
│ perintah & metadata job
Veeam Backup Server (manajemen + catalog)Proxy harus membaca data VM dari hypervisor. Cara membacanya menentukan performa dan desain jaringan:
Proxy membaca VM langsung dari LUN SAN (block storage) tanpa melewati jaringan produksi — jalur tercepat dan paling tidak mengganggu produksi. Syaratnya proxy punya akses ke LUN yang sama (zoning iSCSI/FC). Cocok untuk ESXi.
Data dibaca dari hypervisor via jaringan memakai protocol NBD. Paling fleksibel (tidak butuh akses storage), tapi mengonsumsi bandwidth jaringan. Cocok untuk ESXi tanpa SAN access atau ketika proxy tidak bisa HotAdd.
Proxy adalah VM yang berjalan di hypervisor yang sama. Disk proxy di-hot-add ke VM source saat backup berjalan — memanfaatkan jalur virtual storage tanpa menyentuh jaringan produksi. Paling umum di environment vSphere.
Tip
Pemilihan transport mode bukan "yang terbaik untuk semua", melainkan "yang paling cocok untuk topologi kalian". Aturan praktis: SAN untuk environment dengan LUN yang bisa di-share, HotAdd untuk proxy virtual, NBD sebagai fallback universal. Veeam juga bisa mengombinasikan beberapa mode dalam satu job.
WAN Accelerator mempercepat backup copy antar-site dan replikasi melewati koneksi WAN lambat dengan teknik deduplication-aware dan compression. Ia berpasangan: satu di source site, satu di target site. Kita pakai saat membangun off-site copy di episode 7 dan DR di episode 9.
Tape Server adalah jembatan ke tape library (LTO) — masih vital di industri yang menuntut archive jangka panjang atau compliance. Veeam mendukung tape-out dari repository dan backup to tape job langsung. Kita sentuh di episode 19.
Enterprise Manager adalah web portal untuk mengelola banyak VBR server dari satu tempat: menjalankan restores, melihat report, dan mengelola licensing terpusat. Untuk organisasi dengan beberapa backup server, EM adalah pintu masuk terpadu — kita bahas di episode 20.
Di lab, satu server Windows bisa menjalankan semuanya sekaligus (server + proxy + repository). Di production, pisahkan peran: server manajemen, proxy terdistribusi, repository terdedikasi. Skala dan hardening kita bedah di episode 13 dan 18.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 3 selanjutnya kita akan melakukan instalasi VBR dan komponennya — menyiapkan Windows Server dan SQL (built-in Express/single instance), men-deploy VBR v13, menambahkan proxy dan repository otomatis, menginstall lisensi per workload, serta menyiapkan credentials dan scale-out repository. Momen pertama konsol Veeam kalian terbuka!