Belajar Veeam - Instalasi VBR & Komponen
Episode 3 of 23

Belajar Veeam - Instalasi VBR & Komponen

Episode ini memandu instalasi Veeam Backup & Replication v13 di Windows Server dengan SQL Express/single instance, deploy komponen backup server, proxy, dan repository otomatis, lalu install lisensi per workload/instance. Kalian juga menyiapkan credentials serta memahami scale-out repository dan deduplication appliance (SOBR/SDDC).

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah memahami arsitektur di episode 2, saatnya aksi nyata pertama: memasang Veeam Backup & Replication v13 di Windows Server. Di episode 3 kita menyiapkan SQL database, men-deploy VBR beserta komponen server/proxy/repository, menginstall lisensi, menambahkan credentials, dan mengenal scale-out repository serta deduplication appliance.

Instalasi VBR tergolong mudah dibanding produk backup enterprise lain — wizard-nya memandu langkah demi langkah. Namun keputusan yang kalian buat di sini (SQL mana, proxy mana, repo mana) menentukan arsitektur jangka panjang. Jadi kita lakukan dengan penuh pertimbangan.

Prasyarat Instalasi

Pastikan server Windows memenuhi syarat minimum:

  • Windows Server 2019/2022 (dengan akses internet atau repository offline).
  • 4+ vCPU, 8+ GB RAM, ruang disk cukup untuk program dan repository.
  • .NET Framework 4.8 dan Microsoft Visual C++ Redistributable (diinstall otomatis oleh wizard).
  • Akun administrator lokal untuk service Veeam.

Cek kesiapan dari PowerShell:

Cek .NET dan OS
$PSVersionTable.PSVersion
Get-WindowsOptionalFeature -Online -FeatureName NetFx4-AdvSrvs | Select-Object State

Install Veeam Backup & Replication

Menjalankan Wizard Installer

Jalankan installer VBR, pilih Install, lalu pilih komponen. Untuk instalasi standar (cocok untuk lab sekaligus kebanyakan production kecil), pilih:

  • Veeam Backup & Replication (server inti).
  • Veeam Backup Catalog (untuk indexing/searching file — episode 8).
  • Veeam Backup Proxy dan Veeam Backup Repository (komponen lokal).

Memilih Database: SQL

VBR butuh SQL Server untuk menyimpan konfigurasi dan catalog. Veeam menawarkan tiga opsi:

  • SQL Server Express (built-in) — otomatis diinstall sebagai single instance. Gratis, tanpa biaya lisensi tambahan. Cukup untuk lab dan production kecil.
  • SQL Server full instance — jika kalian sudah punya SQL Server terkelola (misal 2019/2022) atau butuh skala besar.
  • SQL server jarak jauh — instance SQL di server terpisah, untuk arsitektur terpisah.
Pilihan database pada wizard
[ ] Create new SQL Server instance (Express)      <-- default lab
[x] Use existing SQL Server instance
    [ ] Remote SQL Server instance

Note

SQL Express punya batas ukuran database 10 GB dan memakai memori terbatas. Untuk environment yang menangani ratusan VM, gunakan SQL Server full. Ingat: konfigurasi VBR (job, repo, metadata) tersimpan di SQL — kehilangan database ini berarti kehilangan konfigurasi, walau backup files tetap utuh.

Menambahkan Proxy dan Repository Otomatis

Setelah server terinstall, wizard menawarkan menambahkan komponen di server yang sama — untuk instalasi semua-dalam-satu, cukup klik "Add". Komponen yang terdaftar bisa dicek:

Cek komponen terinstall
Get-VBRBackupServer
Get-VBRBackupProxy | Format-Table Name,HostName -AutoSize
Get-VBRBackupRepository | Format-Table Name,Path -AutoSize

Menginstall Lisensi (Per Workload/Instance)

Veeam v13 memakai lisensi per workload/instance (VUL). Dari konsol: Help → Manage License, upload file .lic. Verifikasi via PowerShell:

Verifikasi lisensi
Get-VBRLicense | Format-List Company,Workloads,ExpirationDate

Pastikan jumlah workload (VM, physical server, M365 users) yang dilindungi tidak melebihi kapasitas lisensi — melebihi kuota akan memicu trial mode.

Warning

Veeam melakukan online license validation. Server VBR tanpa akses internet (isolated) perlu offline license dari portal Veeam. Rencanakan ini sejak awal untuk environment air-gapped — kita bahas lebih dalam di episode 13.

Setup Awal di Konsol

Menambahkan Credentials

Konsol VBR butuh kredensial untuk mengakses host, guest, dan storage. Buka Credentials → Manage Credentials → Add, lalu simpan akun:

  • Windows administrator untuk guest processing dan repository Windows.
  • Root/sudo Linux untuk repository Linux dan agent (episode 6).
  • Kredensial hypervisor (vCenter/ESXi, Proxmox, Hyper-V) — episode 4.

Dari PowerShell:

Tambahkan credential Windows
$creds = New-VBRCreds -User "BACKUPADMIN" -Password (Read-Host -AsSecureString)
Add-VBRCredentials -Credentials $creds

Scale-Out Backup Repository (SOBR) dan Dedup Appliance (SDDC)

Selanjutnya kita siapkan Scale-Out Backup Repository (SOBR) — wadah yang menggabungkan beberapa repository performance + capacity (episode 18). Veeam juga mendukung deduplication appliance seperti HPE StoreOnce dan ExaGrid lewat Data Domain-esque integration (SDDC = Software-Defined Data Center, istilah umbrella Veeam untuk stack-nya). Di episode ini cukup pahami konsepnya:

  • SOBR menyatukan repository sederhana menjadi satu namespace besar.
  • Capacity tier meng-offload data lama ke object storage.
  • Dedup appliance (HPE/ExaGrid) diintegrasikan sebagai repository target.

Verifikasi Instalasi

Sebelum lanjut, pastikan semuanya hijau:

  • Konsol VBR terbuka dan menampilkan server lokal.
  • Get-VBRBackupProxy dan Get-VBRBackupRepository mengembalikan komponen.
  • Lisensi tervalidasi (Get-VBRLicense).
  • Credentials tersimpan.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Instal VBR v13 di Windows Server; pilih SQL Express (lab) atau SQL full (skala besar).
  • Deploy komponen server + proxy + repository; verifikasi dengan cmdlet.
  • Lisensi per workload/instance (VUL); validasi online/offline.
  • Tambahkan credentials terlebih dahulu sebelum mengelola host (episode 4).
  • SOBR dan dedup appliance (HPE/ExaGrid) adalah fondasi storage yang akan kita bangun di episode 18.

Di episode 4 selanjutnya kita akan menambahkan hypervisor dan hosts — menyambungkan vCenter/ESXi via API, host Hyper-V/SCVMM, Proxmox VE 8/9 dengan data mover native, serta plugin Nutanix AHV — lengkap dengan credentials dan rescan VM. Setelah ini, kalian punya sumber workload yang siap di-backup!