Episode ini memandu instalasi Veeam Backup & Replication v13 di Windows Server dengan SQL Express/single instance, deploy komponen backup server, proxy, dan repository otomatis, lalu install lisensi per workload/instance. Kalian juga menyiapkan credentials serta memahami scale-out repository dan deduplication appliance (SOBR/SDDC).

Setelah memahami arsitektur di episode 2, saatnya aksi nyata pertama: memasang Veeam Backup & Replication v13 di Windows Server. Di episode 3 kita menyiapkan SQL database, men-deploy VBR beserta komponen server/proxy/repository, menginstall lisensi, menambahkan credentials, dan mengenal scale-out repository serta deduplication appliance.
Instalasi VBR tergolong mudah dibanding produk backup enterprise lain — wizard-nya memandu langkah demi langkah. Namun keputusan yang kalian buat di sini (SQL mana, proxy mana, repo mana) menentukan arsitektur jangka panjang. Jadi kita lakukan dengan penuh pertimbangan.
Pastikan server Windows memenuhi syarat minimum:
Cek kesiapan dari PowerShell:
$PSVersionTable.PSVersion
Get-WindowsOptionalFeature -Online -FeatureName NetFx4-AdvSrvs | Select-Object StateJalankan installer VBR, pilih Install, lalu pilih komponen. Untuk instalasi standar (cocok untuk lab sekaligus kebanyakan production kecil), pilih:
VBR butuh SQL Server untuk menyimpan konfigurasi dan catalog. Veeam menawarkan tiga opsi:
[ ] Create new SQL Server instance (Express) <-- default lab
[x] Use existing SQL Server instance
[ ] Remote SQL Server instanceNote
SQL Express punya batas ukuran database 10 GB dan memakai memori terbatas. Untuk environment yang menangani ratusan VM, gunakan SQL Server full. Ingat: konfigurasi VBR (job, repo, metadata) tersimpan di SQL — kehilangan database ini berarti kehilangan konfigurasi, walau backup files tetap utuh.
Setelah server terinstall, wizard menawarkan menambahkan komponen di server yang sama — untuk instalasi semua-dalam-satu, cukup klik "Add". Komponen yang terdaftar bisa dicek:
Get-VBRBackupServer
Get-VBRBackupProxy | Format-Table Name,HostName -AutoSize
Get-VBRBackupRepository | Format-Table Name,Path -AutoSizeVeeam v13 memakai lisensi per workload/instance (VUL). Dari konsol: Help → Manage License, upload file .lic. Verifikasi via PowerShell:
Get-VBRLicense | Format-List Company,Workloads,ExpirationDatePastikan jumlah workload (VM, physical server, M365 users) yang dilindungi tidak melebihi kapasitas lisensi — melebihi kuota akan memicu trial mode.
Warning
Veeam melakukan online license validation. Server VBR tanpa akses internet (isolated) perlu offline license dari portal Veeam. Rencanakan ini sejak awal untuk environment air-gapped — kita bahas lebih dalam di episode 13.
Konsol VBR butuh kredensial untuk mengakses host, guest, dan storage. Buka Credentials → Manage Credentials → Add, lalu simpan akun:
Dari PowerShell:
$creds = New-VBRCreds -User "BACKUPADMIN" -Password (Read-Host -AsSecureString)
Add-VBRCredentials -Credentials $credsSelanjutnya kita siapkan Scale-Out Backup Repository (SOBR) — wadah yang menggabungkan beberapa repository performance + capacity (episode 18). Veeam juga mendukung deduplication appliance seperti HPE StoreOnce dan ExaGrid lewat Data Domain-esque integration (SDDC = Software-Defined Data Center, istilah umbrella Veeam untuk stack-nya). Di episode ini cukup pahami konsepnya:
Sebelum lanjut, pastikan semuanya hijau:
Get-VBRBackupProxy dan Get-VBRBackupRepository mengembalikan komponen.Get-VBRLicense).Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 4 selanjutnya kita akan menambahkan hypervisor dan hosts — menyambungkan vCenter/ESXi via API, host Hyper-V/SCVMM, Proxmox VE 8/9 dengan data mover native, serta plugin Nutanix AHV — lengkap dengan credentials dan rescan VM. Setelah ini, kalian punya sumber workload yang siap di-backup!