Belajar Veeam - Sejarah Data Protection: 3-2-1 & Retention
Episode 7 of 23

Belajar Veeam - Sejarah Data Protection: 3-2-1 & Retention

Episode ini membahas sejarah konsep data protection hingga lahirnya aturan 3-2-1, lalu menerapkannya di Veeam: retention GFS (Daily/Weekly/Monthly/ Yearly), kebijakan KeepN, dan Backup Copy Job untuk menyimpan salinan kedua secara off-site. Kalian memahami kenapa satu backup saja tidak pernah cukup.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah repository beres di episode 6, kita mundur sejenak untuk memahami mengapa retention dan salinan ganda penting. Di episode 7 kita menelusuri sejarah konsep data protection — dari pita tape satu salinan hingga aturan 3-2-1 — lalu menerapkannya di Veeam dengan retention GFS dan Backup Copy Job.

Kebanyakan organisasi mati bukan karena gagal backup, melainkan karena salah desain retention atau menyimpan semua telur di satu keranjang. Episode ini menjawab pertanyaan klasik: berapa lama data harus disimpan, dan di mana?

Sejarah Data Protection

Era Tape: Satu Salinan, Satu Lokasi

Sebelum era digital raksasa, backup dilakukan dengan menyalin data ke tape dan membawanya ke lokasi lain. Masalahnya: satu salinan (rentan rusak), restore lambat (harus mencari posisi di pita), dan tidak ada verifikasi rutin. Banyak admin mengetahui tape-nya rusak setelah disaster terjadi — tepat saat dibutuhkan.

Lahirnya Aturan 3-2-1

Seiring meluasnya disaster recovery, praktik industri memformulasikan aturan yang kini menjadi standar emas:

  • 3 salinan data (1 produksi + 2 backup).
  • 2 media/teknologi berbeda (misal disk + tape, atau disk + object storage).
  • 1 salinan off-site (lokasi berbeda dari data produksi).
Aturan 3-2-1
Salinan 1: data produksi (hypervisor)
Salinan 2: backup di site utama (repository lokal)
Salinan 3: backup di site kedua (off-site / cloud)
  └── media berbeda (disk vs object storage)
  └── lokasi berbeda (site A vs site B)

Mengapa "di lokasi berbeda"? Karena kejadian terburuk (kebakaran data center, ransomware massal, bencana alam) menghapus semua yang berada di satu tempat. Salinan off-site adalah jaring pengaman terakhir.

Retention: GFS dan KeepN

Restore Point dan Kebijakan KeepN

Setiap backup menyisakan restore point — satu titik waktu yang bisa direstore. Kebijakan KeepN sederhana: simpan N restore point terakhir, hapus yang lebih lama. Contoh: Keep 14 restore points berarti 14 backup harian terakhir.

GFS (Grandfather-Father-Son)

GFS memperluas retention ke empat level waktu:

  • Daily (Son): backup harian — misal simpan 7 hari.
  • Weekly (Father): backup mingguan — misal simpan 4 minggu.
  • Monthly (Grandfather): backup bulanan — misal simpan 12 bulan.
  • Yearly: backup tahunan — misal simpan 3 tahun.
Job dengan retention GFS
$gfs = New-VBRRetentionOptions -KeepDaily 7 -KeepWeekly 4 `
    -KeepMonthly 12 -KeepYearly 3 -WeeklyBackupOn Sunday -MonthlyBackupOn LastDay
Set-VBRJob -Job $job -RetentionOptions $gfs

Keuntungan GFS: memenuhi kebutuhan compliance dan hukum (data lama tetap ada) tanpa menyimpan semua restore point harian — hemat storage secara dramatis.

Important

Retention bukan sekadar berapa banyak yang disimpan, melainkan berapa lama kalian bisa bertahan saat ransomware menyerang. Banyak organisasi menyimpan 30 hari — dan mendapati backup 30 hari juga terenkripsi karena repository ikut terinfeksi. Retention harus selalu dipasangkan dengan immutability (episode 13) dan salinan off-site.

Backup Copy Job: Salinan Kedua (Off-Site)

Mengapa Backup Saja Tidak Cukup

Backup utama di repository lokal bisa hilang bersama data produksi saat disaster. Solusi Veeam: Backup Copy Job — menyalin restore point dari job utama ke repository kedua (di lokasi berbeda atau cloud).

Cara Kerja Backup Copy

  • Copy job menunjuk ke backup job utama dan repository tujuan.
  • Berjalan terpisah dari schedule utama (misal malam setelah backup selesai).
  • Veeam hanya mentransfer perubahan blok sejak salinan terakhir — efisien untuk WAN.
Buat backup copy job
$sourceJob = Get-VBRBackup -Name "Backup WebServer-01"
$targetRepo = Get-VBRBackupRepository -Name "OffsiteRepo"
Add-VBRBackupCopyJob -Name "Copy WebServer-01" -Backup $sourceJob `
    -Repository $targetRepo

Off-Site Menjadi Mudah

Berpasangan dengan episode 19 (cloud & hybrid), copy job bisa menyalin ke object storage cloud (S3/Azure/GCP) atau repository di site DR — mewujudkan "1 salinan off-site" dari aturan 3-2-1 secara otomatis dan terjadwal.

Menerapkan 3-2-1 di Veeam

Rangkaian lengkap di Veeam:

  1. Backup job → repository lokal (salinan 2, media disk).
  2. Backup copy job → repository off-site atau SOBR capacity tier (salinan 3, media object storage, lokasi berbeda).
  3. GFS retention → riwayat Daily/Weekly/Monthly/Yearly untuk compliance.
  4. Tape-out (optional) → media ketiga untuk archive jangka panjang.

Tip

Aturan 3-2-1 adalah minimum, bukan maksimum. Varian modern menambahkan "3-2-1-1-0": satu salinan immutable dan nol error restore (diverifikasi lewat SureBackup — episode 8). Data yang terverifikasi hanya sekali setahun bukanlah proteksi nyata.

Verifikasi

Cek status copy job
Get-VBRBackupCopyJob | Format-Table Name,TargetRepoName,LastResult -AutoSize
Get-VBRRestorePoint -Backup "Backup WebServer-01" | Format-Table CreationTime -AutoSize

Pastikan restore point dari copy job muncul di repository off-site.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Aturan 3-2-1: 3 salinan, 2 media, 1 off-site — standar emas data protection.
  • KeepN untuk retention sederhana; GFS (Daily/Weekly/Monthly/Yearly) untuk compliance.
  • Backup Copy Job menyalin backup ke repo kedua secara efisien (block-level).
  • 3-2-1 + immutability + verifikasi = 3-2-1-1-0.
  • Off-site bisa berupa repository DR site atau object storage cloud.

Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas restore: instant & granular — menjalankan VM langsung dari backup dengan Instant Recovery, memigrasi balik (re-host), Instant File Recovery, restore item aplikasi via Explorer, serta verifikasi dengan SureBackup/Instant VM. Saatnya membuktikan bahwa backup kalian benar-benar bisa dikembalikan!

Belajar Veeam - Sejarah Data Protection: 3-2-1 & Retention | Belajar Veeam