Belajar Veeam - Repository & Storage
Episode 6 of 23

Belajar Veeam - Repository & Storage

Episode ini mengupas storage Veeam: repository Windows/Linux, SMB/NFS, dan object storage S3, plus Scale-Out Backup Repository (SOBR) dengan capacity tier. Kalian juga memahami dedup & compression (None, Dedupe-friendly, Local target) serta integrasi perangkat deduplikasi hardware seperti HPE StoreOnce dan ExaGrid.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah job pertama sukses di episode 5, sekarang kita fokus ke rumah bagi backup: repository & storage. Di episode 6 kita membedah jenis-jenis repository — Windows, Linux, SMB/NFS, dan object storage S3 — lalu dedup & compression serta integrasi perangkat deduplikasi hardware.

Pilihan storage menentukan hampir segalanya: kecepatan backup, kecepatan restore, biaya per GB, dan ketahanan terhadap ransomware. Pilih salah, dan kalian akan membayarnya berulang kali dalam operasional.

Jenis Backup Repository

Windows Repository

Folder di server Windows (lokal atau mapped drive). Paling sederhana: buat repository, Veeam menginstall komponen dan mulai menyimpan file .vbk/.vib di sana. Cocok untuk lab dan environment Windows-first.

Linux Repository

Folder di server Linux — sering menjadi pilihan production karena tiga keunggulan: performa (Veeam Linux data mover efisien), biaya (Linux tanpa lisensi storage), dan security — mendukung hardened repository (immutable) yang kita bahas di episode 13. Tambahkan server Linux sebagai Managed Server, lalu buat repository di mount point-nya.

Buat repository Linux
$srv = Get-VBRServer -Name "backup01.lab"
Add-VBRBackupRepository -Name "LinuxRepo" -Path "/backups" -Server $srv

SMB / NFS Repository

Repository di share SMB (Windows) atau NFS (Linux/NAS). Praktis karena storage terpusat dan bisa di-share antar server — tapi pertimbangkan: file backup diproses lewat jaringan, dan tanpa perlindungan immutable di file level, SMB umumnya lebih rentan ransomware dibanding Linux repo. Gunakan SMB untuk kenyamanan, Linux/NFS untuk ketahanan.

Object Storage S3

Veeam v13 mendukung object storage S3-compatible sebagai repository penuh: AWS S3, Azure Blob, Google Cloud Storage, MinIO, Wasabi, dan lainnya. Data disimpan sebagai object (bukan file tradisional) — cocok untuk biaya rendah, skala tanpa batas, dan fitur object lock (immutability — episode 13). Object storage juga menjadi fondasi capacity tier SOBR (episode 18).

Scale-Out Backup Repository (SOBR)

SOBR adalah wadah yang menggabungkan beberapa repository menjadi satu namespace:

  • Performance tier: repository cepat (Linux lokal) untuk backup aktif.
  • Capacity tier: object storage untuk offload data lama dan cold data.

Bayangkan SOBR sebagai pool penyimpanan: job cukup menunjuk satu SOBR, Veeam yang memutuskan data baru masuk ke performance tier, sementara data lama di-offload ke capacity tier sesuai kebijakan. Detail arsitektur dan operasionalnya kita bahas di episode 18.

Dedup & Compression

Tiga Pilihan Optimization

Setiap job memilih level dedup/kompresi lewat Storage optimization:

  • Local target — dedup & compression ringan; mengasumsikan storage lokal yang sudah dedup (atau memprioritaskan kecepatan backup). Cocok untuk repository sederhana.
  • LAN — keseimbangan antara rasio dedup dan kecepatan; default untuk lingkungan LAN.
  • WAN — compression tertinggi untuk menghemat bandwidth antar-site.
OptimizationDedup & kompresiKecepatanBandwidth
Local targetRendahTertinggiHemat di sisi repo
LANSedangSeimbangSeimbang
WANTinggiTerendahPaling hemat

Dedup Appliance: HPE StoreOnce dan ExaGrid

Perangkat deduplication hardware (HPE StoreOnce, ExaGrid, Dell Data Domain) mengintegrasi Veeam sebagai repository target. Veeam mendeteksi perangkat ini dan memakai teknik dedup-friendly: karena appliance sudah men-dedup di level hardware, Veeam menurunkan dedup-nya sendiri (None/Dedupe-friendly) agar tidak terjadi dedup ganda yang memboroskan CPU dan memperlambat transfer.

Dedup berlapis yang harus dihindari
Veeam dedup + Appliance dedup  =  CPU dobel, transfer lambat, hemat sedikit
Veeam dedup-friend (None) + Appliance dedup =  transfer cepat, CPU hemat

Note

Jangan dedup dua kali. Jika repository kalian adalah perangkat deduplikasi hardware, set job ke Dedupe-friendly atau None. Dedup berlapis membuat backup lambat dan CPU terbuang tanpa keuntungan ruang berarti. Aturan yang sama berlaku saat memakai storage berdedup native seperti ZFS dengan dedup aktif.

Memilih Repository yang Tepat

Panduan praktis:

  • Lab / kecil: Windows repo atau Linux repo sederhana.
  • Production Linux-based: Linux repo (performa + nanti bisa di-hardening).
  • SaaS/off-site / cold data: object storage S3 via SOBR capacity tier.
  • Dedup HW (StoreOnce/ExaGrid): set optimization Dedupe-friendly.

Warning

Repository adalah single point of failure kedua setelah hypervisor. Backup yang disimpan di disk yang sama dengan data produksi tidak melindungi apa pun dari disk failure atau ransomware. Episode 7 membangun pertahanan kedua: backup copy dan aturan 3-2-1.

Verifikasi Repository

Cek repository dan kapasitas
Get-VBRBackupRepository | Format-Table Name,Type,UsedSpace,Capacity -AutoSize

Pastikan setiap repository menampilkan kapasitas dan ruang yang benar.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Repository bisa berupa Windows, Linux, SMB/NFS, atau object storage S3.
  • Linux repo adalah pilihan production: performa + jalan menuju hardened repository.
  • SOBR menggabungkan performance tier (cepat) dan capacity tier (murah).
  • Optimization: Local target, LAN, WAN — pilih sesuai topologi.
  • Dedup appliance (HPE/ExaGrid): set Dedupe-friendly, jangan dedup ganda.

Di episode 7 selanjutnya kita akan membahas sejarah data protection: aturan 3-2-1 & retention — retention Daily/Weekly/Monthly/Yearly (GFS), kebijakan KeepN, serta Backup Copy Job untuk menyalin ke repository kedua (off-site). Fondasi keamanan data kalian akan berlapis!

Belajar Veeam - Repository & Storage | Belajar Veeam