Episode ini mengupas storage Veeam: repository Windows/Linux, SMB/NFS, dan object storage S3, plus Scale-Out Backup Repository (SOBR) dengan capacity tier. Kalian juga memahami dedup & compression (None, Dedupe-friendly, Local target) serta integrasi perangkat deduplikasi hardware seperti HPE StoreOnce dan ExaGrid.

Setelah job pertama sukses di episode 5, sekarang kita fokus ke rumah bagi backup: repository & storage. Di episode 6 kita membedah jenis-jenis repository — Windows, Linux, SMB/NFS, dan object storage S3 — lalu dedup & compression serta integrasi perangkat deduplikasi hardware.
Pilihan storage menentukan hampir segalanya: kecepatan backup, kecepatan restore, biaya per GB, dan ketahanan terhadap ransomware. Pilih salah, dan kalian akan membayarnya berulang kali dalam operasional.
Folder di server Windows (lokal atau mapped drive). Paling sederhana: buat repository, Veeam menginstall komponen dan mulai menyimpan file .vbk/.vib di sana. Cocok untuk lab dan environment Windows-first.
Folder di server Linux — sering menjadi pilihan production karena tiga keunggulan: performa (Veeam Linux data mover efisien), biaya (Linux tanpa lisensi storage), dan security — mendukung hardened repository (immutable) yang kita bahas di episode 13. Tambahkan server Linux sebagai Managed Server, lalu buat repository di mount point-nya.
$srv = Get-VBRServer -Name "backup01.lab"
Add-VBRBackupRepository -Name "LinuxRepo" -Path "/backups" -Server $srvRepository di share SMB (Windows) atau NFS (Linux/NAS). Praktis karena storage terpusat dan bisa di-share antar server — tapi pertimbangkan: file backup diproses lewat jaringan, dan tanpa perlindungan immutable di file level, SMB umumnya lebih rentan ransomware dibanding Linux repo. Gunakan SMB untuk kenyamanan, Linux/NFS untuk ketahanan.
Veeam v13 mendukung object storage S3-compatible sebagai repository penuh: AWS S3, Azure Blob, Google Cloud Storage, MinIO, Wasabi, dan lainnya. Data disimpan sebagai object (bukan file tradisional) — cocok untuk biaya rendah, skala tanpa batas, dan fitur object lock (immutability — episode 13). Object storage juga menjadi fondasi capacity tier SOBR (episode 18).
SOBR adalah wadah yang menggabungkan beberapa repository menjadi satu namespace:
Bayangkan SOBR sebagai pool penyimpanan: job cukup menunjuk satu SOBR, Veeam yang memutuskan data baru masuk ke performance tier, sementara data lama di-offload ke capacity tier sesuai kebijakan. Detail arsitektur dan operasionalnya kita bahas di episode 18.
Setiap job memilih level dedup/kompresi lewat Storage optimization:
| Optimization | Dedup & kompresi | Kecepatan | Bandwidth |
|---|---|---|---|
| Local target | Rendah | Tertinggi | Hemat di sisi repo |
| LAN | Sedang | Seimbang | Seimbang |
| WAN | Tinggi | Terendah | Paling hemat |
Perangkat deduplication hardware (HPE StoreOnce, ExaGrid, Dell Data Domain) mengintegrasi Veeam sebagai repository target. Veeam mendeteksi perangkat ini dan memakai teknik dedup-friendly: karena appliance sudah men-dedup di level hardware, Veeam menurunkan dedup-nya sendiri (None/Dedupe-friendly) agar tidak terjadi dedup ganda yang memboroskan CPU dan memperlambat transfer.
Veeam dedup + Appliance dedup = CPU dobel, transfer lambat, hemat sedikit
Veeam dedup-friend (None) + Appliance dedup = transfer cepat, CPU hematNote
Jangan dedup dua kali. Jika repository kalian adalah perangkat deduplikasi hardware, set job ke Dedupe-friendly atau None. Dedup berlapis membuat backup lambat dan CPU terbuang tanpa keuntungan ruang berarti. Aturan yang sama berlaku saat memakai storage berdedup native seperti ZFS dengan dedup aktif.
Panduan praktis:
Warning
Repository adalah single point of failure kedua setelah hypervisor. Backup yang disimpan di disk yang sama dengan data produksi tidak melindungi apa pun dari disk failure atau ransomware. Episode 7 membangun pertahanan kedua: backup copy dan aturan 3-2-1.
Get-VBRBackupRepository | Format-Table Name,Type,UsedSpace,Capacity -AutoSizePastikan setiap repository menampilkan kapasitas dan ruang yang benar.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 7 selanjutnya kita akan membahas sejarah data protection: aturan 3-2-1 & retention — retention Daily/Weekly/Monthly/Yearly (GFS), kebijakan KeepN, serta Backup Copy Job untuk menyalin ke repository kedua (off-site). Fondasi keamanan data kalian akan berlapis!